Archive for the ‘Hukum’ Category

Membakar dan melarang buku bukanlah hal baru di Indonesia. Sejarah mencatat, penguasa Indonesia telah beberapa kali melarang peredaran dan membakar buku. Pelarangan dan pembakaran buku ini paling massif terjadi kala Suharto berkuasa. Apa pun yang berpotensi memunculkan sikap kritis bakal diberangus.

Berbagai naskah yang telah dikerjakan bertahun-tahun dibakar oleh rezim Suharto sudah biasa terjadi. Naskah-naskah karya Pramoedya Ananta Toer menjadi salah satu korban “kebejatan” perangai ini. Novel “Gadis Pantai” yang begitu memesona bakal sangat indah jika naskah novel Gadis Pantai 2 dan 3 tak ikut dibakar. Juga naskah Ensiklopedi Indonesia yang juga turut dibumihanguskan.
baca selengkapnya…>

Saat itu sore yang biasa-biasa saja bagi ku. Tak ada ubahnya dengan sore-sore sebelumnya. Matahari tetap tampak gagah meski saat itu menunjukan waktu maghrib jika di tanah air. Matahari tetap terik dengan sesekali hujan mengguyur bumi. Meski jam menunjukan hampir pukul 19.00, geliat manusia masih terus berjalan dengan pancaran mentari yang masih menyengat. Itulah wajah sore pada musim panas 2013 di Moskow, Rusia.

Setelah membereskan tugas ujian akhir semester, media sosial di laptop menunjukan adanya pesan notifikasi. Pengirim pesan bukan orang yang ku kenal sebelumnya, sama sekali. Perkenalan diri dilakukan di pesan tersebut. Ternyata, pengirim pesan merupakan temannya teman media sosial yang beberapa hari sebelumnya ku temui. Apa pun itu, bertambah teman satu di media sosial dan terus berlanjut sampai sekarang (offline).

baca selengkapnya…>

Saat awal paspor dicabut oleh Pemerintah Indonesia via KBRI Moskow merupakan masa yang cukup berat bagi para mahasiswa di Uni Soviet. Informasi tentang kondisi tanah air harus dicari dari media lain. KBRI Moskow sudah tertutup bagi mereka karena sudah tak diakui lagi sebagai WNI. Radio dan koran menjadi satu-satunya sarana yang paling memungkinkan. Indonesia pun terasa semakin jauh dah sulit dijangkau.

Kabar tentang Indonesia saat itu simpang-siur adanya. Lambat laun seiring perjalanan waktu, informasi tentang kondisi Indonesia pasca transisi politik berdarah (1965) dapat mereka peroleh.  Akhirnya, mereka pun sadar. Harapan untuk bisa pulang kembali ke Indonesia demi tepati janji ketika berangkat ke Uni Soviet semakin kabur. Namun, ada juga yang masih menyisakan harapan untuk bisa pulang. “Barangkali, 3-5 tahun lagi kondisi akan normal kembali.” Itulah sejengkal harapan yang ada di tengah ketidakpastian.
baca selengkapnya…>

JAKARTA, KOMPAS.com — Mahkamah Kehormatan Dewan mulai menggelar sidang terkait pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto atas tuduhan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla demi mendapatkan saham PT Freeport.

Sidang perdana digelar dengan meminta keterangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Rabu (2/12/2015), yang merupakan pelapor dalam kasus ini.

Selain mendengarkan keterangan Sudirman Said, sidang MKD juga memperdengarkan rekaman pembicaraan yang diduga melibatkan Setya Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

Sejumlah hal menarik terungkap dalam rekaman, di antaranya pembicaraan mengenai rencana divestasi PT Freeport.

baca selengkapnya…>

Waktu tak bisa dihentikan, 2013 pun harus meninggalkan kita semua. Beragam peristiwa telah terjadi pada 2013 dengan berbagai rona. Apa yang terjadi pada 2013 akan menjadi sejarah. Bukan sejarah beku, tapi akan selalu menjadi batu pijakan perjalanan 2014. Redaksi Suara Indonesia menyajikan beragam isu penting yang menjadi sorotan publik di tanah air pada 2013. Prediksi ringkas 2014 juga kami sajikan dengan basis peristiwa yang terjadi pada 2013 dan sebelumnya dengan isu utama: hukum, politik, sosial-budaya, dan politik luar negeri.

Persoalan hukum tetap menjadi perhatian utama publik di tanah air sepanjang 2013. Kasus korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan sengketa pemilihan kepala daerah mndominasi pemberitaan media massa tanah air. Terutama isu korupsi, media massa sering menjadikannya sebagai laporan utama karena terjadi secara massif dan merugikan perekonomian nasional.

“Korupsi adalah sumber utama kemiskinan sekaligus sebagai penghalang dalam mengatasi masalah tersebut,” ujar salah satu pendiri Transparency International Peter Eigen dalam sambutannya di press release indeks persepsi Korupsi.
baca selengkapnya…

Revisi Setengah Hati

Posted: 22 Desember 2013 in Hukum
Tag:, , ,

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya mengesahkan Undang-Undang Perubahan atas UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan. Hal penting dalam revisi tersebut tentang poin adanya ketidakwajiban untuk mengisi kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini merupakan salah satu kemajuan yang perlu dicatat meski setengah hati.

Tak hanya dalam KTP saja. Dalam keseharian, kita sering dihadapkan pada pertanyaan agama di formulir yang harus diisi. Padahal, formulir tersebut tak ada hubungannya sama sekali dengan agama yang kita anut. Kondisi demikian sudah jamak terjadi dan seolah-olah sudah menjadi hal yang biasa meski agama merupakan urusan privat. Apa urgensi adanya pertanyaan agama dalam hal ini?
baca selengkapnya…

Sumber: Seruu.com

Ada yang berbeda ketika baru membaca media sosial saat itu, “ada perlawanan dari warga terhadap preman berjubah.” Begitulah kira-kira informasi yang diberikan seorang kawan dan saya pun langsung berpikir, pasti Front Pembela Islam (FPI) yang dimaksud. Ternyata, setelah beberapa menit, peristiwa tersebut muncul di media massa. Dugaanku benar, siapa preman berjubah yang sedang dilawan oleh masyarakat di Kendal tersebut.

Perlawanan masyarakat terhadap aksi preman berjubah ini memang punya latar belakang panjang. Khusus apa yang terjadi di Sukorejo, Kendal, peristiwa sehari sebelumnya (Rabu, 17/07) menjadi latarnya. Perlawanan masyarakat terhadap aksi FPI di lokalisasi Alaska menyebabkan organisasi ini menurunkan pasukan lebih banyak keesokan harinya. Namun, menurut jubir FPI Jawa Tengah, massa FPI tersebut pada dasarnya hendak lakukan buka bersama meski ditemukan ada yang bawa senjata tajam di antara mereka. Buat apa bawa senjata tajam ketika buka bersama?
baca selengkapnya…