Tentang Aku

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah…-Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca-

Belajar nge-blog baru-baru saja, kira-kira baru dua bulan. Awalnya mendirikan blog gratis di wordpress ini sejak setahun silam, tapi banyak kendala dihadapi. Masalah bagaimana men-setting blog ini membuat proses penulisannya terhenti, macet total selama berbulan-bulan. Akibat ke-gaptek-an ini, facebook pun jadi sarana untuk mengeluarkan semua uneg-uneg di kepala. Damnn…!!!

Namun, setelah berbulan-bulan mendiamkan blog ini, keinginan kembali mengisinya muncul lagi. Awalnya dengan memindahkan puluhan artikel yang ada di facebook. Cukup njlimet juga memindahkan artikel-artikel tersebut karena harus satu per satu. Juga tak lupa pula memposting tulisan-tulisan lama yang hanya jadi monumen dalam hard disk. Hal tersebut saya lakukan sebagai awalan untuk mengisi blog yang masih bayi ini. Cukup membuat gerah juga dan kesabaran ekstra mencari serpihan-serpihan tulisan itu.

Masalah klasik tentang setting belum juga tuntas. Masih amburadul. Namun, setelah beberapa lama dengan tampilan ala kadarnya (sekarang juga sih), datanglah seorang teman untuk membantu. Membantu “menghias” blog ini yang sebelumnya tak beraturan, tanpa pola sedikitpun. Dengan sentuhan-sentuhannya, akhirnya jadilah blog seperti sekarang ini meski masih jauh dari yang diharapkan. Thx buat bantuannya… ^^,

Saya terlahir dengan nama Arief Setiawan di sebuah kota kecil Pulau Jawa. Barangkali banyak yang akan bertanya-tanya, “Lumajang itu dimana?” Memang, agak sulit untuk menunjukkan peta kota kecil bagian selatan Jawa Timur ini. Namun, namanya tentunya tak asing bagi telinga hampir seluruh WNI. Mengapa demikian? Musim hujan yang menderu akan sering menyebut kota ini, Lumajang. Apalagi kalau bukan karena aktivitas Gunung Semeru yang senantiasa mengeluarkan lahar dingin beserta abu. Banyak yang gempar dan prihatin karena gunung ini tertinggi di Pulau Jawa dengan legenda-legenda di dalamnya. Setelah itu, jarang lagi terdengar.

Kampung. Itulah kata yang pas untuk menunjukan masa kecil. Menghabiskan masa sekolah dasar di SDN yang jauh dari keriuhan kota. Hanya sawah, kuburan, kali, gudang tembakau, dan pasar kampung yang jadi hiburan. Karena itu, SD ini bisa dikatakan mengajarkan multi-talenta kepada murid-muridnya. *maksa* Selepas SD tentu saja melanjutkan ke jenjang berikutnya, SMP. Masa ini masih dihabiskan dengan berkutat di wilayah Kecamatan yang sama, Tempeh. Masa ini diwarnai dengan suasana kebandelan khas ABG. Biasa, bandel-bandel usil atau suka jahili teman. Atau sedikit lakukan hal gila dengan teman-teman sebaya atau sekelas. So beautiful…^_^

Tiga tahun lamanya tandas di bangku SMP. Naik jenjang lagi ke SMU. Ibukota kabupaten jadi pilihan, tepatnya di SMUN 2 Lumajang. Tempat ini berisi teman-teman yang berasal dari beragam tempat di Lumajang. Tak terbatas pada lokal/kecamatan tertentu, bahkan lintas kabupaten. Hal-hal gila banyak dilakukan, terutama dengan “geng-geng” gila. Jurusan IPS jadi pilihan meskipun saat itu (sampai sekarang sih) IPA jadi primadona. Tak masalah, memang sedari dulu cinta mati dengan yang namanya IPS 🙂

Pasca SMU (2002) kemudian melanjutkan ke Universitas Airlangga Surabaya. Di universitas ini mendalami studi pada FISIP dengan jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Semasa di kampus inilah banyak hal bisa ku temuai. Mulai dari bagaimana melihat realitas hingga belajar dengan turut bergabung dalam organisasi mahasiswa. Kemudian setelah itu, lulus deh… ^_*

Nama Blog

Selamat datang dunia. Itulah kata yang terucap ketika semuanya lahir di muka bumi ini. Begitu pula dengan blog yang hadir kali ini. Mencoba menyebarkan gagasan-gagasan agar bisa diketahui khalayak. Tak hanya jadi konsumsi privat.

Jurnal Hurria. Nama ini mencoba mengambil dari bahasa Basque. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat di perbatasan Spayol-Prancis. Namun tak ada hubungannya dengan pemberontak Basque (ETA) di Spanyol yang saat ini terus eksis.

“Askatasuna” dalam hal ini bermakna merdeka. Merdeka dalam segala hal sehingga tulisan ini merupakan cerminan untuk senantiasa “merdeka”. Ya, sekedar menyebarkan gagasan-gagasan.

Iklan