Posts Tagged ‘Afrika Selatan’

nzabonimana

Beberapa hari yang lalu linimasa FB memuat tulisan Denny Siregar yang dibagikan oleh seorang teman tentang Rwanda dan Partai Komunis Indonesia. Saya membacanya sekilas dan sudah tahu maksudnya. Ternyata, tulisan tersebut tidak bersumber dari data, hanya asumsi belaka. Silakan jika Bung Denny tak sepakat dengan tanggapan saya ini, terbuka untuk kritik tanpa harus nyinyir. Saya benci dengan sikap nyinyir oleh pihak mana pun. Silakan dikritik, koreksi, atau apa pun tulisan ini. Tentunya, tanpa harus nyinyir. Data vs data. Ok?

Terkait tulisan perbandingan antara Rwanda dengan Indonesia. Tulisan yang disajikan hanya menggampangkan masalah tanpa melihat proses yang mengikutinya. Bung Denny Siregar dengan gamblang menyebut, “Tahun 2014, Rwanda memperingati 20 tahun genosida itu. Menarik bahwa Rwanda tidak pernah mempermasalahkan “siapa yang benar dan siapa yang salah” pada waktu genosida itu. Mereka hanya menyesalkan ‘tragedi kemanusiaannya’”. Dari rangkaian tulisan tersebut, saya mendapat kesan bahwa Rwanda telah menuntaskan masalah genosida yang pernah mereka alami dengan sembuh sendiri. Apa benar?

baca selengkapnya…

Polemik PSSI vs LPI akhirnya “berhasil” menyeret pelatih Timnas, Alfred Riedl, untuk terlibat. Riedl pun turut beraksi atas ancaman tak bisa masuk Timnas bagi pemain yang berlaga di LPI. Dia pun akhirnya patuh juga pada PSSI, tak memanggil pemain yang tampil di LPI. Sangat ironis karena ia telah terkontaminasi arogansi PSSI.

Penolakan pemanggilan pemain yang berlaga di LPI untuk Timnas U-23 memunyai alasan sama dengan PSSI. LPI belum direstui PSSI dan ia pun memutuskan hanya membawa pemain yang berkompetisi resmi PSSI. PSSI dengan alasan statuta FIFA dan organisasinya tak memanggil mereka meski harus mengompas hak setiap warga negara untuk membela Tim Merah Putih.
baca selengkapnya…

Nelson Mandela berjuang keras melawan politik apartheid. Dia menggunakan olahraga untuk mempersatukan negerinya.

PIALA Dunia 2010 di Afrika Selatan tak bisa lepas dari peran Nelson Mandela. Dia berhasil meyakinkan badan sepakbola dunia (FIFA) bahwa Afrika Selatan siap dan bisa menjadi tuan rumah –12 tahun setelah Afrika Selatan kembali menjadi anggota FIFA. Mandela pula yang menggunakan Piala Dunia yang lain untuk mempersatukan Afrika Selatan: Piala Dunia Rugby.

Mandela dikenal sebagai aktivis yang menentang politik apartheid, yang meminggirkan hak-hak warga kulit hitam. Karena aktivitasnya, dia ditangkap pada 1962 dan menjalani hukuman penjara selama 27 tahun, terutama di Pulau Robben. Mandela adalah pendiri dan panglima tertinggi sayap militer dari Kongres Nasional Afrika (ANC), Umkhonto kita Sizwe, yang dianggap oleh warga kulit putih di Afrika Selatan sebagai organisasi teroris. Atas desakan dunia internasional, Presiden Willem de Klerk membuyarkan apartheid dan membebaskan Mandela pada 11 Februari 1990.

Mandela kembali bekerja untuk mengakhiri politik apartheid. Dalam pemilihan umum, mayoritas warga kulit hitam memberikan suara. Mandela menang dan menjadi presiden Afrika Selatan pada 1994 –presiden kulit hitam pertama. Dia mengangkat De Klerk sebagai wakilnya. Tantangan di awal pemerintahannya adalah menyatukan rakyat Afrika Selatan, yang belum sepenuhnya bisa menghapus pengalaman masa apartheid.
baca selengkapnya…