Posts Tagged ‘ormas’

perppu-ormas-ilustrasi-_170720173138-115

Timeline ku berhiaskan 2,5 kategori terkait Perrpu No.2/2017 tentang Perubahan UU No. 17/2017 Tentang Ormas. Mereka wira-wiri bergantian jadi pertamax. Tak masalah, inilah pro dan kontra, biasa-biasa saja dan menyehatkan pikiran.

Lho, kok 2,5 kategori? Yap, karena ada 1 kategori yang ku pecah karena berbeda pandangan dalam menafsirkan demokrasi. Padahal hal ini merupakan hal paling mendasar. Namun, abaikan saja dulu hal ini.

Kategori pertama, yakni pendukung Perppu. Mereka mendukung langkah presiden terkait hal ini karena menilai ada potensi ancaman eksternal dan internal. Semua argumennya masuk akal. Berbagai periatiwa teror dan huru-hara politik di tanah air jadi rujukan. Apa yang terjadi di Syria dan Filipina dijadikan contoh.

Kategori kedua melingkupi: alasan demokrasi sepenuhnya dan “setengah” demokrasi. Pihak pertama menekankan pada kebebasan berserikat dan berkumpul, serta bahaya stigmatisasi. Mereka mencontohkan peristiwa pembantaian dan stigmatisasi terhadap orang-orang yang dicap PKI beserta keturunannya. Kejadian tersebut berpotensi berulang dengan adanya Perppu ini.

Sedangkan pada pihak yang lain, mereka mengabarkan tentang ancaman terhadap demokrasi. Meski demikian, mereka tetap setia pada slogan, “awas bahaya laten komunisme!” Ingat, yang disasar bukan hanya PKI sebagai institusi, juga termasuk ideologinya. Kemarin main ke mana saja kok baru sekarang teriak demokrasi?

Saya pun menikmati perbedaan pendapat ini. Namun bisa berubah menjadi muak dan murka jika ada yang menyinggung soal SARA sebagai jurus andalannya. Mungkin perlu minum seteguk vodka biar andalannya jurus mabuk saja. Itu jauh lebih baik.

Lha kamu bagaimana? Saya tetap berpegang teguh pada prinsip, pikiran tak boleh dipenjarakan dan hak negara untuk tetap survive. Saya tak mau menjelaskan lebih jauh soal pandangan ini.

Sumber: Seruu.com

Ada yang berbeda ketika baru membaca media sosial saat itu, “ada perlawanan dari warga terhadap preman berjubah.” Begitulah kira-kira informasi yang diberikan seorang kawan dan saya pun langsung berpikir, pasti Front Pembela Islam (FPI) yang dimaksud. Ternyata, setelah beberapa menit, peristiwa tersebut muncul di media massa. Dugaanku benar, siapa preman berjubah yang sedang dilawan oleh masyarakat di Kendal tersebut.

Perlawanan masyarakat terhadap aksi preman berjubah ini memang punya latar belakang panjang. Khusus apa yang terjadi di Sukorejo, Kendal, peristiwa sehari sebelumnya (Rabu, 17/07) menjadi latarnya. Perlawanan masyarakat terhadap aksi FPI di lokalisasi Alaska menyebabkan organisasi ini menurunkan pasukan lebih banyak keesokan harinya. Namun, menurut jubir FPI Jawa Tengah, massa FPI tersebut pada dasarnya hendak lakukan buka bersama meski ditemukan ada yang bawa senjata tajam di antara mereka. Buat apa bawa senjata tajam ketika buka bersama?
baca selengkapnya…