Posts Tagged ‘musik’

“Hanya untuk kasus korupsi saja tak dihubung-hubungkan dengan kebangkitan PKI atau bahaya laten komunis.”

Beberapa hari terakhir merebak isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Berbagai komentar pun keluar dari masyarakat terhadap isu ini. Rata-rata mengajak semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten komunisme. Tak hanya itu saja, aparat keamanan dan pertahanan pun ikut turun gunung dengan otoritas yang mereka miliki.

Pemberitaan pun banyak mengabarkan tentang penangkapan terhadap orang yang memakai kaos bergambar palu-arit. Gambar yang diidentikan sebagai bendera PKI meski faktanya bukan. Mulai dari kaos merah bergambar palu-arit kuning hingga logo band luar negeri yang mengandung unsur “terkutuk” juga kena penertiban. Semua hal yang terkait palu-arit jadi sorotan.
baca selengkapnya…>

Revolusi audio digital pada awal 1980-an telah mengubah drastis industri musik. Saat ini kebanyakan bunyi-bunyi rekaman yang kita dengar telah berubah menjadi bit-bit elektronik. Mereka berseliweran di dunia maya dan siap diunduh – baik legal maupun ilegal – dengan cepat.

Berikut ini adalah beberapa fenomena yang tercatat dalam sejarah musik digital. Apakah mereka menghancurkan industri musik? Atau justru menyelamatkan?

Andalah yang menentukan.
baca selengkapnya…

Bendera perlawanan pun berkibar dan pantang untuk diturunkan…

Masih hangat lagu ciptaan Bona dengan judul “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan”, kembali hadir nyanyian kritis yang disebarkan via internet. Bukan Gayus lagi yang jadi sasaran, tapi soal sepakbola nasional. Dugaan saya, lagu tersebut ditujukan sebagai kritik terhadap PSSI atas kepengurusan saat ini.

Dengan durasi 2:34, lagu ini menyerukan agar si Nurdin turun dari jabatannya. Entah dia saat ini sedang memangku jabatan apa. Namun, dugaan saya, lagu itu menuntut agar Ketua Umum PSSI sekarang, Nurdin Halid, turun dari jabatannya. Apa penyebabnya? Dalam lagu tersebut disebut agar Nurdin turun dan liriknya erat dengan sepakbola nasional.

Sudah jengah memang, andai itu benar untuk Nurdin Halid, melihat sepak terjang pengurus PSSI sekarang. Arogansinya sudah kelewat batas, sampai menghambat keinginan pemain. Prestasi nol, tapi dengan alasan demokrasi dan statuta PSSI, pengurusnya enggan mundur. Bahkan PSSI pun pernah dipimpin dari balik jeruji besi karena sang Ketua Umumnya jadi narapidana. Damn…..:(

Semoga mereka tak mendapat ancaman teror oleh oknum tak bertanggungjawab seperti yang Bona alami….
baca selengkapnya,,,

Gayus Halomoan Tambunan. Nama ini membuat semuanya terpana. Bukan karena prestasinya, tapi kelakuannya yang mencederai rasa keadilan. Semua geram dan marah padanya karena kekuatan uang ia gunakan untuk membeli hukum di negeri ini. Jaksa, hakim, polisi, petugas LP pun ia beli dengan gelontoran uang yang berasal dari hasil kejahatan korupsi.

Tak salah kiranya bila kita menjadikan Gayus sebagai Man of the Year 2010 untuk kebejatannya. Tindak-tanduknya telah melukai ratusan juta penduduk Indonesia. apalagi aparat penegak hukum pun berkelakuan sama. Siapa lagi yang bisa diharapkan kalau begini?

Fenomena korupsi dan suap a la Gayus ini menggugah seniman yang bernama Bona untuk menciptakan sebuah lagu. Lagu yang berisi kritikan pedas atas penegakkan hukum di Indonesia. Lagu yang diciptakan dengan sederhana ini tak kalah dengan karya band terkenal. Musiknya mengikuti trend meski hanya menggunakan gitar saja sebagai pengiringnya.

Inilah tamparan bagi penegak hukum kita yang memang layak untuk mendapatkannya. Pujian? Sama sekali tidak untuk kasus ini karena nurani mereka sudah dibeli oleh Gayus sang anak bawang itu. Gayus juga layak mendapatkannya. Sayangnya, langkah untuk memiskinkan dia hanya jadi wacana saja. Malah, ada yang memfasilitasinya untuk “jalan-jalan” ke Bali dan luar negeri. Bedebah!

Langsung saja kita nikmati lagu “Andai Aku Jadi Gayus Tambunan” di bawah ini:


baca selengkapnya…