Posts Tagged ‘kota pahlawan’

lontong balap

lontong balap Kompas/Runik Sri Astuti (NIK) 22-05-2015

Kalau dengar kata “Surabaya”, bayangan hawa panas dan matahari sangat terik hampir pasti muncul. Semua orang yang pernah menjalani hidup di Surabaya hampir pasti bersuara senada: panas. Panasnya Kota Pahlawan ini jangan sampai membuat perut ikut “panas” gara-gara bingung cari tempat kuliner. Perut harus tetap dibuat “adem”. Karena itu, jangan ragu untuk tetap melangkah ke Surabaya tanpa harus takut “kepanasan”.

Cari pusat kuliner di Surabaya memang agak susah, terutama khas Surabaya atau Jawa Timur. Meski tak ada pusat kuliner yang cocok buat perut, ternyata warung yang jual makanan khas Suroboyo atau Jawa Timur ternyata banyak sekali. Namun, meski banyak, lokasinya tersebar di berbagai sudut kota.
baca selengkapnya…>

Panas, menyengat, dan sumpek. Inilah gambaran awal Surabaya dulu ketika masih duduk di bangku sekolah dulu. Surabaya saat itu sangat kering, pepohonan dan taman sangat jarang. Bahkan, ketika pertama kali ke Jakarta, saya tak percaya jika sudah ada di ibukota. Apa benar Jakarta lebih hijau daripada Surabaya? Logikanya, Surabaya yang ibukota provinsi saja kerontang, bagaimana dengan Jakarta yang jadi ibukota negara? Surabaya pada awal dekade 2000-an terkenal dengan panasnya yang sangat menyengat.

Surabaya tak ramah untuk jadi destinasi wisata yang jauh dari keruwetan kota. Jalur hijau sangat minim dan taman-taman kota kondisinya cukup mengenaskan. Ruang publik sangat terbatas karena keberadaannya kurang mendapat perhatian dari pemerintah kota. Alhasil, ruang publik yang sejatinya hati bagi sebuah kota akhirnya terbengkalai sehingga mengurangi konektivitas masyarakat.
– baca selengkapnya…>