Posts Tagged ‘bendera’

“Hanya untuk kasus korupsi saja tak dihubung-hubungkan dengan kebangkitan PKI atau bahaya laten komunis.”

Beberapa hari terakhir merebak isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Berbagai komentar pun keluar dari masyarakat terhadap isu ini. Rata-rata mengajak semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten komunisme. Tak hanya itu saja, aparat keamanan dan pertahanan pun ikut turun gunung dengan otoritas yang mereka miliki.

Pemberitaan pun banyak mengabarkan tentang penangkapan terhadap orang yang memakai kaos bergambar palu-arit. Gambar yang diidentikan sebagai bendera PKI meski faktanya bukan. Mulai dari kaos merah bergambar palu-arit kuning hingga logo band luar negeri yang mengandung unsur “terkutuk” juga kena penertiban. Semua hal yang terkait palu-arit jadi sorotan.
baca selengkapnya…>

Iklan

Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH A. Cholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kapada bendera dan lagu kebangsaan.

Pernyataan Cholil ini dimuat dalam Tabloid Suara Islam edisi 109 (tanggal 18 Maret-1 April 2011). Ia menjawab pertanyaan pembaca dalam Rubrik Konsultasi Ulama. Si pembaca mengangkat kasus seorang temannya yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara tak mau hormat bendera saat upacara.

Cholil menyatakan bahwa dalam Islam, menghormati bendera memang tak diizinkan. Cholil merujuk pada fatwa Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian dan Riset Fatwa pada Desember 2003 yang mengharamkan bagi seorang Muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan.

Ada sejumlah argumen yang dikemukakan.

Pertama, memberi hormat kepada bendera termasuk perbuatan bid’ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah ataupun pada Khulafa’ ar-Rasyidun (masa kepemimpinan empat sahabat Nabi).
baca selengkapnya…

Kejuaraan Piala AFF akhir tahun lalu menyisakan sejuta kebanggaan. Kekalahan di babak final dengan agregat 4-2 atas Malaysia bukan ukuran kesuksesan perjuangan Tim Nasional. Dukungan tanpa lelah suporter dan masyarakat Indonesia jadi acuan keberhasilan itu. Semua bangga oleh gegap-gempita suporter dan perjuangan keras pemain meski menelan kekalahan dari negeri jiran.

Perjuangan Timnas menuju babak final bukanlah jalan mudah tanpa liku. Berbagai kepentingan ternyata mencoba memanfaatkan popularitas Timnas yang saat penyisihan begitu perkasa. Banyak pihak mempertanyakan adanya upaya politisasi oleh salah satu partai politik dengan “memaksakan” aktivitas di luar kepentingan pemain. Semua hanya bisa menduga dan memang sangat mudah untuk mematahkan kecurigaan itu.
baca selengkapnya…