Posts Tagged ‘Bangsa’

indonesia_satu_by_emilleart-d3ei67b

Amerika Serikat mengenal pakem kepemimpinan berdasarkan identitas pribadi, yakni: white, protestan, dan anglo-saxon. Pakem tersebut senantiasa menjadi rujukan dalam setiap pemilihan presiden. Meski demikian, hal tersebut bukanlah harga mati karena bukan atas dasar konstitusi, melainkan kultur politik belaka.

Presiden J.F. Kennedy bukanlah seorang Protestan, tapi penganut Katholik. Barrack Obama juga tak berkulit putih. Artinya, tradisi politik berdasarkan identitas sosial-kultural tersebut tak hilangkan hak warga negara untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, butuh kerja keras dan perjuangan lebih untuk itu.
baca selengkapnya…>

Ketika membaca berita tentang adanya kebijakan nilai TOEFL 600 bagi pegawai Kementerian Perdagangan (Kemdag), saya langsung teringat percakapan ringan dengan kawan dari Guatemala. Percakapan yang sangat penting dan bersumbu sangat dalam bagi saya sebagai anak Indonesia. Sangat emosional dan sentimentil sekali. Percakapan tentang sejarah kolonialisme di negara masing-masing dikaitkan dengan penggunaan bahasa nasional.

Pertanyaan kawan tersebut tak hadir tanpa alasan. Ia heran mengapa ketika bercakap-cakap dengan kawan dari Indonesia, bahasa kami “aneh”. “Aneh” karena tak gunakan Bahasa Inggris atau lainnya selayaknya negara eks-kolonial. “Apakah di Indonesia menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa nasional? Bahasa apa yang kamu gunakan?” tanyanya penuh antusiasme.
baca selengkaapnya…

Siapa yang tak kenal KH Wahid Hasyim? Dial ah tokoh pembaharu Nahdlatul Ulama. Juga tokoh nasional yang punya peran besar dalam proses pembentukan republik. Beliau merupakan jembatan kala perumusan Pancasila, terutama pada Piagam Jakarta. Tokoh muda yang selalu membawa inspirasi. Sayang, di usia masih relatif muda (39 tahun), ia harus menghadap-Nya (1914-1953). Belum sempat mencicipi nikmat kemerdekaan dalam waktu lama.

Apa yang dilakukan KH Wahid Hasyim sangat inspiratif. Memberikan pencerahan tersendiri tentang makna kebangsaan di tengah pluralitas masyarakat. Juga memberikan warna baru bagi pendidikan Islam di Indonesia. Seorang pemuda yang punya antusiasme besar atas republik ini. Untuk itu, laporan khusus Majalah Tempo edisi 18-24 April 2011 tentang KH Wahid Hasyim bisa kita nikmati bersama pada link di bawah ini.
baca selengkapnya…