Posts Tagged ‘Amerika Serikat’

indonesia_satu_by_emilleart-d3ei67b

Amerika Serikat mengenal pakem kepemimpinan berdasarkan identitas pribadi, yakni: white, protestan, dan anglo-saxon. Pakem tersebut senantiasa menjadi rujukan dalam setiap pemilihan presiden. Meski demikian, hal tersebut bukanlah harga mati karena bukan atas dasar konstitusi, melainkan kultur politik belaka.

Presiden J.F. Kennedy bukanlah seorang Protestan, tapi penganut Katholik. Barrack Obama juga tak berkulit putih. Artinya, tradisi politik berdasarkan identitas sosial-kultural tersebut tak hilangkan hak warga negara untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, butuh kerja keras dan perjuangan lebih untuk itu.
baca selengkapnya…>

Pembangunan tata dunia baru yang berkeadilan dan damai menjadi isu sentral pada penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika 60 tahun silam. Kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika dari imperialisme dan kolonialisme berdengung kencang. KAA membawa inspirasi besar bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk menuntut kemerdekaan dan kesetaraan. Dalam kurun waktu 30 tahun sejak penyelenggaran KAA, sebanyak 78 negara di kawasan Asia-Afrika memeroleh kemerdekaan.

Dasasila Bandung (Bandung Declaration) menjadi bukti nyata adanya semangat merdeka. Penghargaan tinggi terhadap kemanusiaan, perdamaian, dan kemerdekaan setiap bangsa. Inilah semangat dasar dari KAA yang masih memunyai relevansi dengan situasi ekonomi-politik dunia kontemporer. Kerjasama antar negara anggota KAA bukan sekedar bisnis biasa, tapi lebih kepada solidaritas antar-bangsa.
baca selengkapnya…

Sumber: ictwatch.com

Siapa yang tak tahu skandal water gate yang memaksa Presiden Amerika Serikat Richard Nixon mundur dari jabatannya? Skandal politik terbesar abad ke-20 ini sangat populer dan sering jadi perbincangan sampai sekarang. Nixon yang takut kebobrokannya terungkap akhirnya menyerah sebelum Kongres AS memutuskan untuk melakukan impeachment terhadap sang presiden. Dibalik skandal ini, ada sosok menarik yang sering luput dari perhatian, yaitu sang informan atau narasumber dua wartawan Washington Post Carl Bernstein dan Bob Woodward: Deep Throat.

Tulisan ini bukan untuk mengulas kembali skandal water gate yang kesohor dan mengguncang dunia. Lebih pada sang nara sumber Deep Throat yang penuh kesadaran dan bertanggungjawab memberikan informasi akurat terkait kecurangan Presiden Nixon. Keteguhan hati ketiga orang ini (Deep Throat, Carl Bernstein, dan Bob Woodward) yang selama 33 tahun menyimpan rahasia siapa sebenarnya Deep Throat layak diapresiasi. Namun, tiga tahun sebelum kematiannya (2005), Deep Throat akhirnya membuka jati dirinya, yaitu Mark Felt yang saat skandal water gate menyeruak ke permukaan menjadi orang nomor dua di Federal Bureau of Investigation (FBI).
baca selengkapnya…

VIVAnews – Tinggal beberapa hari lagi menjelang pemungutan suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada Selasa 6 November 2012. Dua kandidat, Barack Obama dan Mitt Romney, kini berupaya mencari suara dari negara-negara bagian yang disebut sebagai “battle states” atau negara bagian pertempuran.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat tidak terpilih berdasarkan popular vote seperti pada Pemilihan Presiden di Indonesia. Presiden Amerika Serikat terpilih berdasarkan mayoritas penguasaan electoral college.
baca selengkapnya…

Untuk kepentingan Republik, pemerintah memberikan monopoli dagang kepada seorang taipan film Amerika.

PADA 1947, Perdana Menteri Sjahrir meminta Sumitro Djojohadikusumo berangkat ke Amerika Serikat untuk menyiapkan jalan agar sengketa Indonesia-Belanda masuk dalam agenda Dewan Keamanan PBB. Sumitro tak punya paspor, apalagi uang. Dia menembus blokade Belanda menuju Singapura dan meyakinkan Konsulat AS di sana untuk memberikan visa. Dia juga mengatur penyelundupan kapuk dan kina untuk membiayai perjalanannya.

Satu kapal Amerika yang berusaha mematahkan blokade disita Belanda. Satu kapal lainnya berhasil membawa muatan ke New York tapi para bankir tak mau membayar $80.000 atas pengiriman barang-barang itu. Padahal, setiba di New York, Sumitro tak punya kontak dan uang tunai –hanya $20 di kantong.

Sumitro pun melibatkan firma hukum Delson, Levin, and Gordon di New York tanpa bayaran, yang kemudian menyerahkannya pada pengacara-pelobi Washington, Joseph Borkin –juga karena tertarik pada perkara itu dan tanpa kompensasi. Borkin lalu menghubungi Matthew Fox, taipan film Amerika yang jadi wakil direktur Universal Pictures.
baca selengkapnya…

Paman Sam adalah julukan negara adidaya Amerika Serikat, juga simbol negara. Siapa di balik nama itu masih tanda tanya.

BANYAK orang percaya Paman Sam benar-benar pernah ada. Dia tokoh sungguhan yang hidup awal abad ke-19.

“Paman Sam benar-benar pernah ada. Namanya Samuel Wilson dan dia merupakan seorang pengawas daging di sebuah perusahaan yang menyuplai daging untuk ransum tentara selama Perang 1812,” tulis Bill Lawrence dalam Fascinating Facts From American History.

Samuel Wilson diyakini lahir di Menotomy (kini Arlington), Massachussett, pada 13 September 1766. Dia pernah jadi tukang batu sebelum akhirnya bekerja sebagai pengawas di perusahaan milik pamannya, Elbert Anderson, pengusaha daging yang memasok ransum militer AS dalam Perang 1812. Saat itu AS, yang mendeklarasikan perang pada 18 Juni 1812, mencoba merebut Kanada dari tangan Inggris.
baca selengkapnya…

Kondisi bumi Palestina yang memanas memancing simpati hampir seluruh negeri. Tak ketinggalan Indonesia. Demonstrasi maupun pernyataan para tokoh muncul menghiasi media massa agar Pemerintah segera berbuat. Bertindak untuk mendesak PBB untuk melakukan suatu action untuk akhiri kebrutalan Israel. Dalam hal ini, keberadaan AS sebagai negara pendukung Israel juga dapat sorotan tajam karena mereka hanya berdiam diri, bahkan seolah-olah mengamini kebrutalan tersebut.

Sisi gelap konflik berkepanjangan di Timur-Tengah ini membuat warga Palestina harus menanggung penderitaan amat dalam. Penderitaan akibat teror dari negara lain penganeksasi guna merebut kekuasaan bumi Palestina. Korban tak berdosa berjatuhan akibat serangan membabi-buta tentara Israel. Penduduk sipil pun harus kehilangan kesempatan mereka untuk hidup dalam damai. Namun, mereka harus berada dalam desingan peluru setiap saat.
baca selengkapnya…