Inovasi Dalam Inovasi: Room for the River

Posted: 28 April 2015 in Arbiter
Tag:, , , ,

Elemen: Air

Kekokohan dan kegagahan bendungan di Belanda tak usah diragukan lagi. Belanda sebagai negara yang mayoritas tanahnya di bawah permukaan air laut sejak dulu berjuang menyiasati alam. Agar tak tenggelam, bendungan nan tinggi dan kokoh pun dibangun di banyak lokasi guna melindungi kehidupan masyarakat. Namun, sejak awal abad XXI, Belanda melakukan revolusi paradigma dalam pengelolaan air dengan drastis. Bendungan tak lagi ditinggikan, malah sebaliknya, air diberi keleluasaan untuk bergerak menyamping.

Keputusan untuk mengubah paradigma dalam pengelolaan air ini bukanlah keputusan mudah. Proses panjang harus dilalui, mulai dari penelitian awal, perencanaan , pembuatan kebijakan, rekayasa teknik dan sosial, hingga implementasi. Penelitian awal, pembuatan kebijakan, dan perencanaan merupakan proses paling panjang karena tahapan tersebut harus dilakukan dengan cermat. Bagaimana pun juga, proyek “revolusi paradigma” ini berimplikasi besar terhadap jutaan warga Belanda. Oleh karena itu, tahap awal ini harus benar-benar matang guna meminimalkan setiap potensi resiko yang ada.

Room for the river. Inilah program revolusioner dalam pengelolaan air yang dilakukan Belanda sejak 2006. Program ini merupakan refleksi dari banjir besar yang melanda wilayah Belanda pada 1993 dan 1995. Banjir ini merupakan negasi dari paradigma yang selama ini menjadi rujukan Pemerintah Belanda dalam mengelola air. Bendungan yang tinggi dan kokoh ternyata tak bisa mengalahkan energi atau kekuatan air. Bahkan, hidup berdampingan dengan air yang menjadi paradigma sejak dekade 1970-an tak cukup untuk menjinakan pergerakannya. Air tetap bisa menerobos dari sisi yang tak terlindungi atau setiap celah tanggul dan bendungan.

Upaya mengatasi banjir ini sangat penting bagi Belanda karena berdampak besar terhadap hajat hidup warganya. Sebagai gambaran, Sungai Rhine yang melintasi Belanda jika banjir melanda berpotensi menimbulkan kerugian senilai 165 miliar euro. Lebih dari sepuluh juta warga Belanda harus dievakuasi. Selain itu, kerusakan lingkungan dan penurunan jumlah flora dan fauna yang ada di Belanda sulit untuk dihindari. Harga yang sangat mahal untuk tak terus berusaha mencari solusi dalam pengelolaan air.

Program room for the river merupakan kerja jangka panjang karena bersifat adaptif. Meski demikian, Pemerintah Belanda memunyai target tertentu agar setiap capaian yang diraih bisa diukur dan dievaluasi. Proyek ini dimulai sejak 2006 dan ditargetkan selesai tahun ini (2015). Pemerintah Belanda menganggarkan dana senilai 2,3 miliar euro dengan target penambahan ruang untuk air di daerah aliran sungai (DAS) Ijssel, Rhine, Lek, Waal, dan 30 lokasi lainnya. Relokasi tanggul dan penggalian daerah serapan air menjadi contoh metode dalam implementasi program room for the water. Sebuah pekerjaan sangat besar yang menyedot energi serta sumber daya dengan jumlah tak sedikit ini. Dokumen “SPATIAL PLANNING KEY DECISION ROOM FOR THE RIVER: Approved Decision 19 December 2006 menyebutkan, “The package of measures proposed by the government for 2015 must be of use in the longer term and not thwart measures which might be needed later. These measures must be seen as a first step towards a more extensive, more robust river system, enabling additional steps to be taken if the design discharge increases further.”

Apa yang sedang terjadi di Belanda sangat bertolak belakang dengan logika umum dalam masyarakat. “Penaklukan” bukan lagi kata kunci dalam pengelolaan air untuk mencegah terjadinya banjir. Multikulturalisme dalam masyarakat dapat menjadi analogi untuk memahami gambaran bagaiamana room for the river bekerja. “In our country a lot of land is below sea level, and it is not always straightforward to stay dry. In the past, after a flood dikes were repaired and their levels were raised to just above the last known water mark. Structural measures were generally only taken after a major disaster. Since then, there has been a decisive change in approach. Population increases, high economic growth and climate change taught us that things must be done differently. Preventing floods is the top priority,” papar Direktur Jenderal Permasalahan Air Kementerian Transportasi, Pekerjaan Umum, dan Pengelolaan Air Kerajaan Belanda A. G. Nijhof.

Referensi:
TAILOR MADE COLLABORATION A CLEVER COMBINATION OF PROCESS AND CONTENT https://www.unesco-ihe.org/sites/default/files/13270-rvdr-brochure-governance-engels_def-pdf-a.pdf

Making room for innovation http://www.ruimtevoorderivier.nl/media/82844/factsheet_making_room_for_innovation.pdf

SPATIAL PLANNING KEY DECISION ROOM FOR THE RIVER http://www.ruimtevoorderivier.nl/media/21963/pkb%204%20approved%20decision%20h01-h086.pdf

Programme room for the river http://www.nna.niedersachsen.de/download/52074

Safety for four million people in the Dutch delta http://www.ruimtevoorderivier.nl/media/88721/rvdr_corp_brochure_eng__def._.pdf

Dutch Water Program Room for the River http://waterandthedutch.com/wp-content/uploads/2013/08/Room-for-the-River.pdf
Making Room for Making Room for the River http://www.pmi.org/learning/PM-Network/2014/making-room-for-the-river.aspx
Room for the River, the Netherlands http://www.royalhaskoningdhv.com/en-gb/projects/room-for-the-river-the-netherlands/1821
Room for the river report moves focus beyond big infrastructure
http://calgaryherald.com/news/local-news/room-for-the-river-report

Iklan
Komentar
  1. depalpiss berkata:

    hmmm menarik, kalu di Indonesia agak susah kali yah gan, nerapin prinsip seperti ini, tapi sich menurutku prinsip dasarnya yaitu satu “rasa takut” tanpa itu kadang kita ga berkembang, hmmm salah satu rejeki yang di berikan sang pencipta, rasa takut tinggal kita saja pinter2 memahaminya, hi hi just my other opinion! btw nice share gan salam ngeblog 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s