Teropong 2014: Pentingnya Reformasi Hukum dan Politik

Posted: 30 Januari 2014 in Hukum, Politik
Tag:, , ,

Waktu tak bisa dihentikan, 2013 pun harus meninggalkan kita semua. Beragam peristiwa telah terjadi pada 2013 dengan berbagai rona. Apa yang terjadi pada 2013 akan menjadi sejarah. Bukan sejarah beku, tapi akan selalu menjadi batu pijakan perjalanan 2014. Redaksi Suara Indonesia menyajikan beragam isu penting yang menjadi sorotan publik di tanah air pada 2013. Prediksi ringkas 2014 juga kami sajikan dengan basis peristiwa yang terjadi pada 2013 dan sebelumnya dengan isu utama: hukum, politik, sosial-budaya, dan politik luar negeri.

Persoalan hukum tetap menjadi perhatian utama publik di tanah air sepanjang 2013. Kasus korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan sengketa pemilihan kepala daerah mndominasi pemberitaan media massa tanah air. Terutama isu korupsi, media massa sering menjadikannya sebagai laporan utama karena terjadi secara massif dan merugikan perekonomian nasional.

“Korupsi adalah sumber utama kemiskinan sekaligus sebagai penghalang dalam mengatasi masalah tersebut,” ujar salah satu pendiri Transparency International Peter Eigen dalam sambutannya di press release indeks persepsi Korupsi.

Sepanjang 2013, ada lima pimpinan institusi yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, yaitu: Anas Urbaningrum (Ketua Umum Partai Demokrat), Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden Partai Keadilan Sejahtera), Rudi Rubiandini (Kepala SKK Migas), Irjen. Djoko Susilo (mantan Kakorlantas Mabes Polri), dan Akil Mochtar (Ketua Mahkamah Konstitusi) . Mereka ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK mulai dari hasil operasi tangkap tangan hingga pengembangan penyidikan. Selain itu, KPK dan Polri juga menetapkan beberapa tersangka dari beberapa kasus dugaan korupsi lainnya. Berdasar catatan KOMPAS, selama 2013, KPK menangani 70 kasus tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Jumlah ini naik 21 buah perkara dibanding 2012.

Dalam isu lingkungan, deforestisasi terus berjalan dengan massif. Pada 2013, alih fungsi hutan lindung terus berlajut. Hutan yang awalnya kaya dengan tumbuhan kemudian diubah menjadi dengan tanaman sejenis. Rencana alih fungsi hutan di Kepulauan Aru (Maluku) dan Jambi menjadi contoh dari sekian banyak upaya mengubah ekosistem tersebut. Bahkan, upaya tersebut seringkali dilakukan dengan pengusiran penduduk setempat dengan kekerasan. Korban terkini dari upaya tersebut, yaitu suku anak dalam di Jambi yang diusir dari tanah leluhurnya karena hutan yang mereka huni hendak dialihfungsikan untuk kepentingan industri.

Situasi politik di Indonesia pada 2013 diwarnai dengan berlangsungnya 167 pemilihan kepala daerah (pilkada). Pilkada yang berlangsung selama 2013 diwarnai dengan banyak drama, mulai dari tindak kekerasan hingga suap kepada pejabat negara. Politik domestik pada 2013 juga diwarnai dengan riuh-rendahnya persiapan partai politik peserta Pemilu 2014 dalam rekrutmen calon anggota legislatif (caleg). Kampanye politik pun pun berlangsung dengan massif oleh parpol dan caleg. Nuansa Pemilu 2014 sudah mulai tampak meski masih samar-samar. Namun, beragam polling tentang pasangan capres-cawapres silih berganti menghiasi layar kaca. Suasananya tak ubahnya dengan pentas idol yang ditayangkan di stasiun televisi. Persis pernyataan yang pernah dikeluarkan capres dari Partai Demokrat AS pada 2004, Al Gore. “The presidency is more than a popularity contest”.

Dalam konteks politik luar negeri, redaksi Suara Indonesia menitikberatkan pada kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dan Rusia, baik dalam skala bilateral maupun multilateral. Dalam skala bilateral, hubungan kedua negara ini terus membaik. Berbagai kerjasama terus dilakukan, bahkan frekuensinya meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini perlu menjadi catatan tersendiri pasca mendinginnya hubungan Indonesia dan Rusia yang terjadi pada 1965 dan mulai cair sejak 1998 (lebih jelasnya, lihat wawancara Suara Indonesia dengan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarusia). Nyanyian selamat ulang tahun yang didendangkan oleh Presiden Yudhoyono untuk Presiden Putin saat KTT APEC di Bali bisa menjadi salah satu petanda kehangatan hubungan antara Indonesia dengan Rusia.

Indonesia merupakan negara yang aktif dalam setiap pertemuan G-20 dan pada 2013 KTT organisasi internasional ini diadakan di St. Petersburg, Rusia. Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G-20 meski Human Development Index 2013 yang dirilis UNDP berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Keanggotaan Indonesia dalam G-20, oleh beberapa pihak, akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional. Di sisi lain, pendapat kontra juga tetap ada terhadap organisasi internasional ini. Keanggotaan Indonesia dan Rusia dalam APEC dan G-20 membawa semakin mempererat hubungan kedua negara ini.

Berkaca dari Sejarah: Indonesia 2014

Apa yang akan terjadi pada 2014 bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya (given). Beragam peristiwa pada 2014 tak akan pernah memunyai latar belakang dari kejadian pada 2013 dan sebelumnya. Berdasar catatan Suara Indonesia, peristiwa yang terjadi pada 2013 merupakan repetisi dari 2012, terutama untuk isu hukum dan lingkungan. Berbagai tindakan hukum dan protes dari masyarakat masih dianggap angin lalu saja. Walau repetisi sulit untuk dihindari, sejumput asa tetaplah ada. Political will dari pemimpin Indonesia menjadi penentu arah kemajuan dan melangkah menghadapi 2014.

Pelaksanaan Pemilu pada 2014 bisa menjadi sepenggal asa di tengah karut-marutnya penegakkan hukum dan ketidakpastian ekonomi global saat ini. Pemilu 2014, tentu saja, diharapkan mampu menjadi katalis yang akan membawa perubahan mendasar di Indonesia menuju jalan yang lebih baik. Namun, di tengah suasana oligarkhisme parpol, harapan tersebut tak boleh menjadi sekedar asa saja. Reformasi hukum dan politik harus mendapatkan tempat tersendiri jika perubahan fundamental diharapkan terjadi. Tanpa adanya reformasi hukum dan politik, 2014 berpotensi melakukan repetisi 2013 dan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam konteks politik luar negeri, khususnya hubungan Indonesia dan Rusia, perubahan politik di Indonesia tidak akan berpengaruh signifikan (lihat wawancara). Hubungan kedua negara bakal semakin mesra. Perlahan tapi pasti, kemesraan tersebut tampak dari meningkatnya kerjasama Indonesia dan Rusia di berbagai bidang. Kerjasama tersebut diharapkan saling menguntungkan kedua negara sehingga bisa berdampak pada rakyat di tiap-tiap negara.

Semoga 2014 membawa berkah tersendiri. Selamat Tahun Baru 2014.

Komentar
  1. Bernhard mengatakan:

    Memperhatikan perkembangan di Maret 2014, Menlu RI Marty Natalegawa menyampaikan pernyataan Pemerintah RI yang keberatan atas pengambilalihan Crimea yg merupakan bagian dari Ukraina kedalam bagian dari wilayah Federasi Rusia dan hal tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional. Sementara itu AS dan UE menerapkan sanksi terhadap Rusia.
    Tentunya pernyataan Pemerintah RI tersebut sedikit banyak akan berdampak pada hubungan bilateral kedua negara yang sebetulnya mulai mesra.

    • arief setiawan mengatakan:

      Sedikit atau banyak pasti ada dampaknya. Kalau alasan terkait hukum internasional, saya kira kurang tepat. Referendum kemerdekaan Kosovo yg sepihak berdasar keputusan Mahkamah Internasional pada 20 Juli 2010 dinyatakan tidak menyalahi hukum internasional. Menurut sayada alasan lebih besar lagi terkait sikap Indonesia dalam isu panas ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s