PLN Bersih: Listrik untuk Semua

Posted: 27 Oktober 2013 in Arbiter
Tag:, , ,

Ungkapan Lord Acton, “power tend to corrupt” memang cukup beralasan dan nyata adanya. Meski demikian, pernyataan tersebut bukanlah suatu aksioma jika institusi kekuasaan tersebut bersungguh-sungguh membangun sistem anti-korupsi. Sistem yang akuntabel dan transparan yang dilandasi nilai-nilai kejujuran. Ungkapan Lord Acton tersebut bisa saja “gugur” dengan sendirinya jika korupsi benar-benar dijadikan musuh bersama dan ada sistem pencegahan yang menyeluruh pada sebuah institusi.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa jadi contoh dalam hal upaya mencegah terjadinya korupsi. Program PLN Bersih harus mendapatkan apresiasi yang layak. Meski tidak menjamin 100 persen bebas korupsi, adanya upaya pencegahan yang sungguh-sungguh tersebut merupakan langkah awal dari menuju ke sana. Pastinya, hal tersebut bukanlah langkah ringan tanpa halangan, tapi penuh liku dan tantangan.Selain itu, juga menjadi sebuah proses tanpa pemberhentian terakhir.

Upaya nyata PLN dalam membangun sistem anti-korupsi, salah satunya, yaitu menjalin kerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII). Kerjasama tersebut dilakukan dalam kerangka membangun Pakta Integritas dalam tubuh perusahaan plat merah ini. Selain itu, beragam upaya perbaikan internal dilakukan dengan membangun sistem anti-korupsi. Tentu saja, perusahaan negara yang menguasai hajat hidup rakyat di bidang energi listrik ini memunyai alasan kuat untuk melakukannnya. Hampir bisa dipastikan, mereka belajar banyak dari sejarah masa lalu terkait korupsi atau buruknya pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Sindo Weekly No. 15, 13-19 Juni 2013 dalam berita bertajuk Korupsi Tak Kunjung Padam di PLN, dugaan korupsi di PLN masih merajalela. Pengadaan barang dan jasa di PLN masih menyimpan potensi besar terjadinya tindak pidana korupsi. Tak hanya itu saja, menurut hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2005-2011, ada 24 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memunyai potensi korupsi cukup tinggi. Dalam hal ini, PLN menduduki peringkat ke-5 dari 24 BUMN yang disebut BPK dengan potensi kerugian negara 556,5 miliar rupiah.

Pemberitaan di atas bukanlah prestasi yang patut dibanggakan, melainkan harus dibuang jauh dan tak boleh terulang kembali. Bagaimana pun juga, apabila PLN Bersih maka rakyat yang akan menikmatinya. Asumsinya, PLN Bersih maka pelayanan meningkat sehingga listrik yang sering mengalami pemadaman bergilir tidak lagi terjadi di masa mendatang. Lebih jauh lagi, seluruh wilayah Indonesia bisa menikmati listrik karena PLN melakukan serangkaian pengembangan agar bisa melayani seluruh wilayah Indonesia. Semua itu bisa terjadi apabila program PLN Bersih menjadi pedoman.

Listrik untuk Semua

Siapa pun pasti tidak bisa membayangkan jika PLN tak berbenah diri secara radikal dengan membangun sistem anti-korupsi ini. Listrik bisa saja sering padam akibat tiadanya upaya perbaikan atau penambahan daya pada pembangkit listrik. Pembangunan pembangkit listrik yang baru bakal jadi impian belaka. Bahkan, mimpi untuk bisa menikmati listrik di daerah pedalaman maupun perbatasan hanya akan jadi impian belaka. PLN akan semakin sulit memberikan pelayanan di seluruh wilayah Indonesia akibat adanya korupsi.

Banyak pihak menduga, seringnya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN akibat adanya korupsi. Dugaan tersebut dilontarkan oleh Jaringan Advokat Publik (JAP) beberapa pekan lalu. Menurut JAP, sering matinya listrik di Medan akibat pengadaan barang dan jasa 2009-2010 di delapan pembangkit listrik. Apabila dugaan itu benar, bahaya korupsi di tubuh PLN sangat besar dampaknya. Bahkan bisa memengaruhi perekonomian nasional akibat tidak memadainya pelayanan dari PLN.

Situasi rumit tersebut akan menyulitkan PLN dalam melangkahkan kaki menuju “Listrik untuk Semua”. Namun, adanya program PLN Bersih ini setidaknya memberikan secercah harapan bagi rakyat Indonesia yang saat ini belum bisa mendapatkan pelayanan dari PLN. Bahkan, bagi masyarakat yang sudah menikmati layanan PLN tapi sering mendapatkan gangguan berupa pemadaman. PLN Bersih merupakan langkah progresif guna meningkatkan pelayanan dengan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi.

Upaya pencegahan terjadinya korupsi di PLN dengan program PLN Bersih diharapkan bisa mewujudkan cita-cita bersma, “Listrik untuk Semua”. Cita-cita sederhana di Hari Listrik Nasional ke-68 ini semoga bisa terlaksana segera. Listrik untuk kesejahteraan tidak lagi hanya menjadi slogan. PLN Bersih akan memberikan andil besar dalam upaya pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Referensi
http://www.sindoweekly-magz.com/artikel/15/ii/13-19juni-2013/crime/102/korupsi-tak-kunjung-padam-di-pln
http://mizan.com/news_det/daftar-24-bumn-berpotensi-paling-korup.html
http://www.pln.co.id/?p=5127
http://akudanpln.blogdetik.com/tentang-pln-bersih-2/
http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/08/jaringan-advokat-publik-laporkan-dugaan-korupsi-di-pln

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s