Sengkuni

Posted: 13 Februari 2013 in Politik
Tag:, , , , , , , ,

Sengkuni Sumber: http://2brk.wordpress.com

Tokoh antagonis dalam epos Mahabharata, Sengkuni, sering disebut dalam beberapa hari terakhir. Ontran-ontran politik di tubuh Partai Demokrat menyebabkan sang Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum menyebut tokoh antagonis ini. Pastinya, ada yang hendak ia sampaikan dengan menyebut Sengkuni dalam konstelasi politik di tubuh partai penguasa ini. Sengkuni bukan sekedar nama, juga terkait dengan sifat.

“Hati-hati dengan pengadu domba!” Barangkali pesan itu yang hendak Anas sampaikan kepada para kader PD. Mengapa demikian? Dalam epos Mahabharata, Sengkuni atau Shakuni (dalam Bahasa Sansekerta) merupakan tokoh yang sangat licik. Dia pengasuh anak-anak Kurawa dan mendidik mereka dengan menanamkan kebencian yang amat sangat terhadap Pandawa. Sengkuni terus mengobarkan sikap permusuhan kepada Pandawa kepada anak-anak Kurawa tanpa henti, terutama yang tertua, Duryodana.

Kuatnya internalisasi Sengkuni menyebabkan tertanamnya rasa benci yang mendalam dari keturunan Kurawa. Bisa dikatakan, mereka menganggap Pandawa sebagai penyakit yang harus disingkirkan karena tidak ada baiknya sama sekali, apa pun caranya. Sengkuni menikmati peran ini dengan bertepuk tangan riuh rendah atas sikap Kurawa terhadap Pandawa, sempurna! Siapa sebenarnya Sengkuni itu? Menurut kisah Mahabharata, Sengkuni merupakan reinkarnasi dari Dwapara, dewa yang bertugas menciptakan kekacauan di bumi.

Tak hanya itu saja sebagai pengadu domba, Sengkuni juga sangat licik. Epos Mahabharata versi Jawa menceritakan kelicikan Sengkuni dengan sempurna. Dalam peristiwa minyak tala, pusaka peninggalan Pandu yang dititipkan kepada Drestarasta untuk Pandawa, Sengkuni bertindak curang. Drestarasta hendak melemparkan minyak tala yang jadi rebutan Kurawa tersebut. Namun, sebelum dilempar, Sengkuni menyenggol tangan Drestarasa sehingga minyak tala tumpah. Sengkuni langsung mencopot pakaiannya dan berguling-guling di atas tumpahan minyak tersebut. Alhasil, Sengkuni menjadi kebal terhadap jenis senjata apa pun karena bermandikan minyak tala.

Dari secuil kisah Sengkuni dalam epos Mahabharata tersebut dapat sedikit ditarik benang merah terhadap pernyataan Anas terkait ontran-ontran di tubuh PD saat ini. Dalam tafsiran saya, Anas hendak mengatakan secara tidak langsung tentang aksi politik beberapa petinggi PD. Ia menggunakan Sengkuni sebagai perumpamaan atas aksi beberapa petinggi tersebut. Jika itu benar, Mahabharata bukan sekedar kisah pewayangan, tapi nyata-nyata terjadi dalam kehidupan.

Saya tidak bermaksud membela atau memberikan apologia untuk Anas. Lebih dari itu, pernyataannya tentang Sengkuni dalam memaknai ontran-ontran politik di tubuh PD sangat menarik. Penggunaan tokoh pewayangan untuk memotret keadaan yang dialaminya sangat relevan dalam kenyataan. Sengkuni tak hanya ada dalam epos Mahabharata atau yang perasaan yang dialami Anas. Sengkuni ternyata hidup di mana-mana. Ia terus memecah belah persaudaraan dan kesatuan dengan beragam justifikasi. Dia menggunakan segala macam cara untuk mempengaruhi orang lain agar memusuhi lainnya. Tak lupa pula, bertindak licik untuk mendapatkan kekebalan seperti yang didapat Sengkuni dari minyak tala.

Kisah pewayangan memang penuh dengan simbol, tanda, dan diskursus. Orang-orang Jawa pun banyak yang mempercayai, wayang bukanlah gambaran fisik tapi sifat manusia. Sengkuni hidup “kekal” dalam diri manusia yang penuh dengan kebencian, iri, haus kuasa, dan rakus. “Dia” hanya bisa dibunuh dengan kepercayaan atau bunuh diri dengan mengurungnya dalam sangkar kedamaian dan ketenangan. Sengkuni oh Sengkuni…

Iklan
Komentar
  1. wah anas gak jadi turun nih, apakah popularitas PD bisa merosot terus? gimana nih kang?

    • arief setiawan berkata:

      turun atau ga, elektabilitas PD hampir pasti turun. So, Rapimnas sepertinya ga ngefek buat dongkrak elektabilitas 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s