Perayaan Natal: “Eto Rossiya”

Posted: 27 November 2012 in Arbiter
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tiap 25 Desember, hampir semua umat Nasrani di dunia bersukacita merayakan Natal. Inilah hari yang ditunggu untuk dirayakan dengan penuh kebahagiaan. Keluar dari terkaman rutinitas meski hanya sebentar. Paling tidak, ketika merayakan Natal tak perlu terbenani apa pun untuk keesokan harinya. Namun, bayangan indahnya Natal tiap 25 Desember harus dibuang jauh-jauh bagi mereka yang sedang di Rusia.

Perayaan hari besar umat Nasrani di Rusia beda dengan tempat lain. Perayaan Natal bukan pada 25 Desember, tapi tiap 7 Januari. Inilah beda Nasrani di Rusia dengan belahan bumi lainnya. Mayoritas warga Rusia memeluk kepercayaan orthodoks, beda dengan Protestan maupun Katholik. Mereka juga tak “berafiliasi” secara hierarkis dengan Vatikan. Masing-masing punya otoritas sendiri untuk kebaikan umatnya. Inilah kepercayaan, tak ada yang berhak untuk mengintervensi.

Perbedaan perayaan kelahiran Isa Al Masih di Rusia ini menjadikan mereka yang terbiasa merayakan Natal tiap 25 Desember harus mengikuti arus. Tak ada, kalau di indonesia, tanggal merah untuk 25 Desember. Semua berjalan seperti biasa seperti hari-hari lainnya. Bahkan, perayaan tahun baru masehi jauh lebih gegap gempita daripada 25 Desember. Namun, Natal 2011 yang jatuh pada hari Minggu sedikit menolong mereka yang terbiasa merayakan Natal tiap 25 Desember. Mereka bisa merayakan (ibadah/misa) di hari libur tanpa harus mengorbankan aktivitas lainnya.

Semua bersorak gembira ketika Natal tiba, termasuk WNI di sekitar Moskow. Pada 24 Desember malam diselenggarakan Misa yang dilanjutkan dengan resepsi perayaan Natal di KBRI di Moskow. Mereka tampak bahagia sekali dengan hadirnya Natal yang senantiasa ditunggu. Air muka penuh dengan kegembiraan sangat kentara sekali. Namun, jangan ditanya bagaimana dengan ujian. “Pokoknya sekarang hepi-hepi dulu. Ujian urusan besok (Senin harus ujian),” katanya.

Natal tepat hari Minggu bukan berarti tanda penuh kelegaan Seorang kawan dari Pantai Gading merasa Natal kali ini biasa-biasa saja. Maklum, ia tak bisa merayakan Natal dengan lepas. Dia harus menghadapi ujian semester keesokan harinya. Tak bisa meninggalkan rutinitas di tengah “hantu-hantu” soal ujian. “Natal di sini biasa-biasa saja. Meski Natal, saya harus tetap belajar karena besok harus menghadapi ujian semester,” terangnya.

Sang kawan dari Pantai Gading ini sangat memahami kultur di Rusia. Dia sadar, Natal di Rusia beda tradisi di tanah airnya. Natal di tanah airnya sama dengan belahan dunia lainnya, 25 Desember. Tak bisa menyalahkan siapa pun karena tak bisa “merayakan” Natal dengan lepas. Masih ada tanggungan esok hari yang harus dihadapi. Seraya menghibur diri, sang kawan ini hanya bisa menegaskan sesuatu dalam Bahasa Rusia, “Eta Rossiya! (ini Rusia!)”. “Ya, ini Rusia Bung. Anda tepat sekali,” jawab ku berusaha menghiburnya.

Tulisan lama tentang Natal 2011 di Rusia…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s