VIVAnews – Tinggal beberapa hari lagi menjelang pemungutan suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada Selasa 6 November 2012. Dua kandidat, Barack Obama dan Mitt Romney, kini berupaya mencari suara dari negara-negara bagian yang disebut sebagai “battle states” atau negara bagian pertempuran.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat tidak terpilih berdasarkan popular vote seperti pada Pemilihan Presiden di Indonesia. Presiden Amerika Serikat terpilih berdasarkan mayoritas penguasaan electoral college.

Electoral college berjumlah 538 yang berdasarkan jumlah anggota Kongres Amerika Serikat (435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 100 senator) serta tiga suara dari District of Columbia, Ibukota Amerika Serikat. Dari jumlah itu, maka suara yang harus diperoleh seorang calon untuk menjadi Presiden AS adalah minimal 270 electoral college.

Jumlah anggota DPR ini berbeda di masing-masing negara bagian, yang ditentukan berdasarkan populasi penduduk. Jadi, jika satu negara bagian memiliki 5 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 2 senator (karena setiap negara bagian diwakili 2 senator), jumlah electoral college yang dimiliki negara bagian tersebut adalah 7. California merupakan negara bagian terbesar, memiliki 55 electoral college.

Selanjutnya, di tingkat negara bagian ini, pemilihan dilakukan secara popular vote. Jika yang menang calon dari partai A, semua electoral college di negara bagian tersebut dikuasai partai A. “The winner takes all,” kata Rob Snyder, Presiden Young Democrats of America, organisasi sayap pemuda Partai Demokrat AS, dalam sesi diskusi yang diikuti jurnalis VIVAnews, Arfi Bambani Amri, di Washington DC, AS, Rabu 31 Oktober 2012.

Dengan ketentuan “The winner takes all” ini, terbuka kemungkinan seorang calon Presiden bisa memiliki lebih banyak popular vote, namun kalah banyak dalam memperoleh electoral college. Kejadian ini terjadi saat calon Presiden dari Partai Republik, George W Bush, melawan calon Presiden dari Partai Demokrat, Al Gore, pada 2000. Bush memiliki electoral college lebih banyak yakni 271, walaupun Gore memiliki popular vote lebih banyak.

Kemenangan tipis Bush ini ditentukan setelah ada sengketa yang sangat menentukan di negara bagian Florida. Namun, Mahkamah Agung AS akhirnya menetapkan putusan yang membuat Bush memenangi pemilihan.

Menurut Ben Jourdan, staf American Council of Young Political Leader, meski terkesan tidak demokratis, jika dilihat dari sisi keterwakilan negara bagian akan sangat menentukan. Electoral college membuat negara-negara bagian yang memiliki populasi kecil mendapatkan keterwakilan yang layak di DPR atau Senat.

Nah, masing-masing partai memiliki negara bagian “tradisional”. Seperti Demokrat misalnya, secara tradisional selalu menang di negara bagian seperti California, New York dan Maryland. Sementara itu, Republik memiliki negara bagian seperti Texas, Mississippi, dan Alabama.

Lalu, bagaimana dengan peta penguasaan negara bagian di pemilihan 2012 ini? Tunggu tulisan berikutnya. (art)

Sumber gambar dan tulisan: Dikutip tanpa editing dari VIVANEWS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s