Es Teh Hangat

Posted: 14 September 2012 in Arbiter
Tag:, , , , , ,

Pasti bukan hal asing jika di sekitar kita banyak hal kontradiktif. Sesuatu yang seharusnya terjadi, tapi nyata dalam perkataan. Ketika saya makan di Warteg dan pinggir jalan, sesuatu yang aneh seringkali muncul. Sangat sederhana, tapi cukup membuat perut sakit gara-gara tertawa terlalu lama.

“Mbak, saya minumnya es teh anget ya…”. Itulah ucapan yang saya dengar ketika sedang makan di sebuah warteg. Gara-gara ini, aku tertawa geli dalam hati. Sampai-sampai, tempe goreng yang jadi idolaku harus ditunda dulu untuk disantap. Bagaimana bikin es teh tapi tetap dalam kondisi hangat? (pikir sendiri saja ya).

Pernah pula saya menemukan penjual yang meladeni pelanggannya dengan es kopi panas (bisa jadi menu baru nih!). Wah, bagaimana ya rasanya minuman seperti itu? Layak dicoba nih kayaknya 🙂 . Saat itu saya sedang tepat di depan sang penjual minuman ini. Kemudian datang orang memesan kopi. Kalau minum kopi di pinggir jalan pastinya bukan minta es kopi, tapi kopi panas. Apa yang terjadi? Kopi panas yang sudah diseduh tersebut diberi es. Rasanya rame kali ya?

Banyak sisi menarik dalam kehidupan sehari-hari yang sering luput dari perhatian kita. Dua cerita di atas barangkali bisa mewakili menariknya hal kecil yang sering terabaikan. Penuh kontradiktif, jujur, dan menyegarkan. Itu bukan sesuatu yang konyol karena hampir pasti hal tersebut di luar kesadaran para pelakunya.

Ayo, teguk terus es tehnya selagi panas….. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s