Purnama Berbalut Rindu: Jejak Penantian (3)

Posted: 12 Juni 2012 in Arbiter
Tag:, , , , , , , , , , ,

“Menunggu sebulan itu terasa lebih lama dibandingkan berbulan-bulan”

Tinggal satu purnama lagi. Penantian pun berada di penghujung perjumpaan. Setelah sekian lama berpisah, penantian sudah menunggu di depan pintu. Tinggal satu purnama lagi setelah melewati beberapa bulan yang tampak sempurna ini. Sangat indah.

Tak ada kata-kata yang bisa mewakili bagaimana rasanya menunggu sebulan ini. Menunggu sebulan itu terasa lebih lama dibandingkan berbulan-bulan. Setiap hari dihitung dengan seksama, tampak panjang juga hari-hari yang harus dilewati. Padahal, matahari dan bulan kemarin masih sama dengan apa yang ada di hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s