Pesan Damai Hari Perempuan Sedunia

Posted: 12 Maret 2012 in Sosial-Budaya
Tag:, , , , , , , , , ,

Banyak perempuan Rusia menenteng seikat mawar di jalanan Moskow sejak tiga hari terakhir. Mereka sedang merayakan sesuatu tonggak sejarah bagi kaumnya, hari perempuan sedunia yang diperingati tiap 8 Maret.

Pesan perdamaian tampak kentara dalam perayaan tahunan yang selalu jadi hari libur nasional negeri beruang merah ini.

Apa yang terjadi di Rusia pada 8 Maret 1917 memberikan ilham tersendiri bagi perempuan sedunia. Mereka menentang kebijakan perang Tsar yang menewaskan sekitar 2 juta tentara Rusia pada Perang Dinia I.

Mereka tak ingin lagi kehilangan anggota keluarganya akibat perang. Perang hanya menghasilkan kehilangan dan kesedihan.

Semangat dari akar lahirnya hari perempuan sedunia tersebut perlu dijadikan renungan di tengah ketidakpastian situasi politik dunia saat ini.

Ketegangan akibat embargo minyak Iran dan niatan Israel menyerang negeri 1000 Mullah tersebut tak membawa malapetaka bagi perdamaian dunia secara umum.

“Roti dan Perdamaian”

Pesan utama dari demonstrasi kaum perempuan di Rusia pada 1917 sangat jelas, perdamaian. Slogan “roti dan perdamaian” menggerakkan mereka untuk turun ke jalan dan membuat sejarah.

Karena itu, hari perempuan sedunia tahun ini kiranya bisa mengukir sejarah baru dengan latar semangat masa lalu.

Ketegangan politik akibat sikap Israel terhadap Iran dan embargo pembelian minyak Iran dari Uni Eropa bakal sudah membuat getir umat manusia di berbagai belahan bumi.

Harga minyak melambung yang diikuti dengan meroketnya harga kebutuhan dasar lainnya. Ini belum perang, masih dalam fase adu urat nadi saja.

Sikap Israel yang hendak melakukan serangan sepihak terhadap Iran seperti yang ditegaskan PM Israel Benjamin Netanyahu (Suara Merdeka, 07/03/12) membawa implikasi sangat buruk jika itu benar-benar terjadi.

Ekonomi dunia bakal terpuruk dan rakyat biasa lah yang bakal menerima dampak terbesar dari aksi tersebut.

Tak bisa dibayangkan apa yang bakal terjadi jika Israel benar-benar melakukan aksinya. Hampir mustahil bakal hanya melibatkan dua negara yang sedang berseteru itu, sangat mungkin akan menyeret lainnya dalam masing-masing front.

Krisis ekonomi bisa semakin parah dan menyebar ke semua negara di dunia.

Perang Irak dan Afghanistan yang terjadi pada awal abad ke-21 dapat jadi cerminan betapa hal itu sangat menyengsarakan. Jutaan warga Irak dan Afghanistan harus menderita akibat bom-bom yang dijatuhkan di kota mereka.

Hampir 10 tahun berlalu, kedua perang tersebut masih menyisakan derita amat dalam sampai sekarang.

Menurut Joseph Stiglitz dalam bukunya The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict (2008), AS menghabiskan dana senilai tiga triliun dolar Amerika sejak invasi dilakukan pada 2003.

Sedangkan Inggris menghabiskan dana sekitar 270 triliun rupiah untuk menyokong AS di Afghanistan dan Irak (www.tempo.co, 29/10/11). Dana sebesar itu bisa digunakan untuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan gizi anak-anak di seluruh dunia.

Belum lagi jumlah korban jiwa dari kedua belah pihak dan kerugian yang dialami Irak dan Afghanistan akibat invasi tersebut. Sangat besar harga yang harus dibayar jika Israel tetap pada pendiriannya terhadap Iran.

Para pemimpin dunia yang hendap meletupkan kembali bara perang seyogyianya mengincipi terlebih dahulu “roti dan perdamaian” yang disuguhkan kaum perempuan pada 1917 silam. “Roti dan perdamaian” tersebut tak akan pernah basi dan lekang dimakan zaman.

Refleksi atas peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini bisa jadi pendorong bagi para pemimpin yang berada dalam lingkarang konflik tersebut untuk meresapinya.

Sangat penting untuk meresapi kembali suasana kebatinan kala perempuan meneriakkan perdamaian di Rusia. Bagaimanapun juga, kaum perempuan tak ingin lagi kehilangan suami dan anak lelakinya dalam perang yang memuakkan.

Dimuat di www.detik.cm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s