Tukang jagal. Pikiran kita hampir pasti langsung tertuju pada seseorang yang berprofesi sebagai penyembelih hewan untuk konsumsi. Namun, ini beda. Tukang jagal satu ini tak meneteskan darah siapa pun. Kegeraman saja yang bakal hinggap kala mengingatnya.

Semua tahu kan PSSI? Ya, “tukang jagal” baru dalam jagat olah raga dan juga semangat nasionalisme. Apa yang mereka penggal? Tentunya, rasa mememiliki dan kebanggaan atas tanah air. Siapa yang tak ada di gerbong mereka maka disingkirkan sejauh mungkin. Membela Merah-Putih di pentas internasional ditutup rapat. Jagal nasionalisme.

Kala PSSI dipimpin Nurdin Halid, semua pemain LPI dilarang membela Timnas. Alhasil, banyak pemain berkualitas yang bertarung di LPI hanya bisa berharap dipanggil Timnas. Bermain menggunakan seragam Timnas dengan lambang Garuda di dada. Pongah dan menggeramkan kebijakan aneh PSSI kala itu.

Ketika Nurdin Halid tak jadi Ketum PSSI dan digantikan Djohar Arifin, harapan baru muncul. Tak ingin mengulang kesuraman yang sama seperti sebelumnya, jadi “tukang jagal” nasionalisme. Semua bersorak dan berpesta. Pecinta sepakbola inginkan semua dirangkul. Pokoknya, pemain sepakbola di tanah air punya kesempatan membela Timnas. Entah darimana asal klubnya.

Ternyata harapan itu buyar. Pengurus PSSI hasil “revolusi” melakukan tindakan sama seperti pendahulunya. Mereka jadi “tukang jagal” juga. Hanya pemain yang bertanding di LPI saja berhak membela Timnas. Sama saja seperti pendahulunya yang dilengserkan, “pembunuh” nasionalisme dan “pembunuh” harapan insan sepakbola Indonesia.

Apa yang bisa diharapkan dari organisasi yang isi kepala orang-orang didalamnya hanya berniat jadi “tukang jagal”? Semoga “tragedi Bahrain” tak terulang lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s