“Blok Amendemen Konstitusi”

Posted: 27 Desember 2011 in Politik
Tag:, , , , , , ,

Masyarakat akan selalu bertanya ketika kita duduk di jabatan publik, terutama jika menjadi wakil rakyat, apa yang akan dikerjakan dalam 100 hari pertama (?) Jika menjadi anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD), hal pertama yang akan saya lakukan yakni memperjuangkan amendemen UUD 1945. Amendeman UUD 1945 merupakan titik tolak dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di daerah, salah satunya, dengan optimalisasi kewenangan DPD.

Tentunya bukan jadi hal mudah untuk mengamendemen konstitusi. Perlu penggalangan kekuatan yang massif agar agenda tersebut bisa terlaksana, baik level atas maupun bawah. Semua elemen masyarakat harus dikerahkan agar kepentingan daerah bisa diperjuangkan lebih optimal dengan penguatan kelembagaan DPD dari sisi fungsi dan kewenangannya. Inilah langkah strategis yang akan saya tempuh jika menjadi anggota DPD meski pun itu jadi perjuangan sangat berat.

Penggalangan kekuatan dari kelompok pemuda dan mahasiswa jadi langkah strategis untuk memulainya. Sosialisasi massif keberadaan DPD terhadap dua kelompok tersebut akan lebih digiatkan. Demi kepentingan masyarakat di daerah, sinergi kekuatan ini jadi mutlak diperlukan. Inilah langkah pertama yang akan saya lakukan jika menjadi anggota DPD, merangkul kekuatan pemuda dan mahasiswa untuk amendemen konstitusi.

Amendemen konstitusi bukanlah sesuatu yang ahistoris bagi Indonesia. UUD 1945 saat ini sudah diamendemen sebanyak empat kali. Artinya, konstitusi bukanlah sesuatu yang sakral dan harus dipertahankan dalam jangka waktu tak terhingga. Suatu peraturan harus bisa selaras dengan dinamika masyarakat karena regulasi sifatnya statis. “Hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum,” tegas Begawan Sosiologi Hukum Indonesia, (Alm.) Prof. Satjipto Rahardjo.

Hukum harus hidup dalam masyarakat. Karena itu, hukum harus selaras dengan dinamika yang sedang terjadi pada masyarakat. Begitupula konstitusi, bukan barang haram untuk diamendemen. Sinergi semua elemen masyaarakat jadi hal sangat penting untuk dilakukan. Merangkul kekuataan mahasiswa dan pemuda untuk mendorong amendemen ke lima UUD 1945 merupakan langkah strategis guna mempperkuat kewenangan DPD ke depan.

Sosialisasi pentingnya amendemen di kampus akan saya galakkan. Begitu juga dengan mengundang mahasiswa ke kantor DPD untuk memperkenalkan lebih jauh lagi lembaga senat ini. Tak hanya sosialisasi formal, bentuk informal juga akan saya galakkan guna membentuk “blok amendemen konstitusi”. Di dalamnya juga berisi elemen pemuda yang nantinya akan mendesakkan amendemen UUD 1945 dengan fokus masalah penguatan kewenangan DPD dan pasal-pasal yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Pentingnya menggandeng pemuda dan mahasiswa untuk amendemen UUD 1945 sudah terbukti keabsahannya. Lahirnya era reformasi yag dibidani oleh pemuda dan mahasiswa pada 1998 silam membuktikan, kekuatan elemen ini tak bisa diremehkan. Kekuatan ini bisa menjadi motor bagi perubahan secara mendasar di Indonesia. Dari sinilah “perang” wacana akan terus saya gulirkan. Amendemen ke lima UUD 1945 adalah suatu keniscayaan yang harus diperjuangkan.

Sinergi dengan pers jadi sesautu yang harus dilakukan pula. Membangun wacana amendemen harus dilakukan secara kontinyu. Pers punya peran penting bagi DPD sebagai mitra untuk tujuan ini dengan tetap berjalan pada koridor kode etik profesi mereka. Menggandeng kelompok pemuda, mahasiswa, dan pers akan jadi agenda 100 hari pertama saya jika menjadi anggota DPD. Tak lupa pula melakukan upaya politik lainnya sebagai bagian perjuangan dari atas agar MPR bisa mengagendakan amendemen konstitusi guna penguatan kelembagaan DPPD dan kesejahteraan rakyat.

Iklan
Komentar
  1. rizky andwika berkata:

    saya stju dngn hal menggalang kekuatan pemuda dan mahasiswa, tapi saya sebagai anak muda yg tentunya sbagai mahasiswa, memandang bahwa pemuda zaman sekarang terhitung sedikit yg peduli dngn negara, bukan sdikit lbh tepatnya, mayoritas anak muda zaman sekarang hanya senang dgn yg mreka senangi, ya sbnernya saya wajari hal tsb kna nama nya anak muda. saya liat orang2 sekitar saya bnyk yg pduli dngn negara ini, tapi tdk ada yg bergerak, mksdnya malah lbh suka mengkritik lwt twiter, toh di twiter yg liat hnya tmen2 mreka bkn msyrkat luas. bkn dgn sperti anda contohnya yg menyuarakan lwat tulisan2. dan lbh lagi doktrin dari negara zionis sudah akut di Indnesia, saya miris mlihat ini. yg membuat msyarkt semakin senang dngn khdupan yg diisi dngn hiburan2 semata. ya intinya juga sebenrnya peran dari pemimpin, saya dukung anda bung kalo mau terjun. hehe. caiyo. ntar saya jadi juru kampanyenya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s