Berharap Pada Pansel Pimpinan KPK

Posted: 5 Agustus 2011 in Hukum
Tag:, , , , ,

Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK periode 2011-2015 harus lebih cermat. Apa yang terjadi pada KPK periode 2007-2011 tak boleh terulang lagi, salah satu pimpinan jadi terpidana tindak pidana. Pansel harus lebih akomodatif terhadap masukan dari masyarakat agar KPK tak lagi goyang seperti ketika Ketua KPK Antasari Azhar jadi tersangka pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnaen pada 2009 lalu.

”Yang paling bertanggung jawab atas tercorengnya nama KPK adalah Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK periode 2007-2011”, ujar wartawan kawakan Karaniya Dharmasaputra pasca penetapan Antasari Azhar sebagai tersangka.

Apa yang dikemukakan Karaniya dalam hal ini bukanlah tanpa alasan. Sejumlah peristiwa sebelum dan ketika DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan jadi latar belakangnya. Empat orang wartawan melaporkan Antasari Azhar telah memberikan segepok uang pecahan USD 100 kepada mereka. Menurut Karaniya, uang tersebut dikatakan Antasari sebagai uang transpor dan mereka menolaknya.

Tak berhenti di sini, Karaniya mengambil inisiatif melaporkan hal ini kepada Pansel Calon Pimpinan KPK saat itu. Meski telah ditemui 3 orang anggota Pansel, nama Antasari tetap lolos dan laporan kepada Jamwas Kejaksaan Agung juga tak ditindaklanjuti. Bahkan, para pegiat anti-korupsi sudah wanti-wanti agar Antasari tak diloloskan dalam seleksi calon pimpinan KPK saat itu dengan alasan, yang bersangkutan diduga terkait banyak kasus.

”Secara resmi kami sudah menyurati panitia seleksi agar mencoret Antasari Azhar sebagai calon pimpinan KPK. Jejak rekam dia banyak cacat,” kata salah satu Aktivis ICW, Adnan Topan Husodo.

Sejarah berkata lain. Antasari Azhar terpilih jadi pimpinan KPK. Bahkan, ia terpilih untuk jabat sebagai Ketua KPK periode 2007-2011. Sejumlah gebrakan pun dilakukan. Salah satunya, menetapkan besan Presiden SBY, Aulia Pohan, sebagai tersangka kasus aliran dana BI dan menjerat beberapa anggota DPR yang tersangkut korupsi. Namun, perjalanannya tak mulus setelah Polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 2009.

Dari rangkaian peristiwa di atas, Pansel Calon Pimpinan KPK saat ini punya peran besar dalam menjaga kredibilitas lembaga anti-korupsi ini. Kesalahan dalam proses seleksi di tingkat Pansel bisa berdampak besar terhadap KPK yang dua tahun ini terus digoyang beragam isu miring. Tentu saja, proses uji kepatutan dan kelayakan di DPR harus juga jadi perhatian serius. Deal-deal politik berpotensi terjadi dalam proses ini. karena itu, pemilihan pimpinan KPK dalam tahap ini harus bisa bebas dari kepentingan politik dengan memperhatikan integritas para calon yang lolos seleksi.

Proses rekrutmen pimpinan KPK tak boleh mengulangi kesalahan atau kelemahan sebelumnya. Apa yang menimpa antasari, terlepas dari kontroversinya, perlu jadi pembelajaran tersendiri. Pansel Calon Pimpinan KPK harus lebih cermat dan teliti terhadap track record para calon. Begitupula DPR. Lembaga yang berwenang memilih para pimpinan KPK ini harus meletakkan kepentingan politik mereka dalam proses ini. jika tidak, gonjang-ganjing seputar para pimpinan KPK akan terus berlangsung seperti sekarang. (Dari berbagai sumber)

Tulisan ini dimuat di arahkita.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s