Indonesia Berdandan: Kecantikan dalam Budaya

Posted: 27 Juni 2011 in Sosial-Budaya
Tag:, , , , , , , ,

Cantik. Inilah kata sakti yang bisa membius kaum pria dan berusaha mendefinisikan apa itu cantik. Kulit putih, langsing, wajah oval, bebas jerawat, dan tinggi semampai seringkali jadi kriteria seorang perempuan dinilai cantik. Namun, rumus kecantikan tersebut ternyata tak berlaku bagi beberapa suku di Indonesia. Mereka punya ukuran tersendiri dalam mendifiniskan apa itu cantik.

Rumusan atau kriteria cantik saat ini banyak dipengaruhi oleh media massa, terutama iklan. Beberapa iklan, terutama di televisi, memberikan gambaran bagaimana seseorang “layak” dinilai cantik. Siapa yang tak tahu Sandra Dewi atau Tamara Bleszinsky? Hampir semua dari kita pasti mengatakan mereka berdua cantik (tapi masih kalah cantik dengan istri atau pacar kan?). Kedua artis tersebut merupakan contoh kecantikan zaman posmodern sekarang, tapi tak berlaku bagi beberapa suku di Indonesia.

Sandra Dewi

Tamara Blezynsky

Bagi masyarakat suku dayak di pedalaman Pulau Kalimantan, seorang perempuan tak harus berkulit putih atau tinggi semampai untuk bisa dikatakan cantik. Tak perlu punya rambut panjang yang indah terurai. Mereka punya ukuran sendiri tentang apa itu cantik. Cantik bagi masyarakat suku dayak harus ditandai dengan panjangnya (ke bawah) ukuran daun telinga. Semakin panjang ukuran daun telinga, berarti dia jelita. Mereka pun berusaha untuk terus memanjangkan daun telinganya agar tampak paling cantik.

Memanjangkan telinga bagi perempuan suku dayak bukanlah tanpa arti. Identitas fisik tersebut tak hanya bertujuan agar bisa tampak lebih cantik. Mereka melakukan hal itu juga untuk melatih kesabaran. Sabar dalam menghadapi segala macam tantangan dan ujian dalam menjalani kehidupan karena proses memanjangkan dauh telinga tersebut harus bertahap. Filosofi ini senantiasa dipegang teguh sebagai upaya mempertahankan adat istiadat.

Perempuan Dayak

Beda dengan suku dayak, suku mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, punya kriteria sendiri tentang kecantikan. Bagi suku mentawai, seorang perempuan dianggap cantik bila ia memunyai dua tanda, yaitu: titi (tato) dan gigi runcing. Banyaknya tato di sekujur tubuh jadi penanda kecantikan, ditambah dengan gigi seri yang dibuat runcing. Dua syarat ini dipenuhi, maka semakin cantik lah perempuan dalam perspektif suku mentawai.

Budaya penitian ini tak lepas dari budaya berburu suku mentawai. Bagi seorang pria, tato melambangkan keperkasaan dari setiap mereka berhasil membunuh musuh atau berburu binatang di hutan, mereka menadainya dengan melakukan penitian pada keluarganya yang perempuan dan sudah cukup umur. Bagi perempuan, tato bermakna gaya yang idealnya dimiliki dan juga menyangkut status sosial. Tak lupa pulla, agar terlihat lebih cantik maka gigi seri harus diruncingkan. Semakin banyak tato dan bergigi runcing, berarti kecantikannya bertambah dan terlihat molek.

Proses Pembuatan Tato Suku Mentawai

Bila kita menyodorkan foto Sandra Dewi atau Tamara Bleszinsky kepada laki-laki suku dayak di pedalaman dan suku mentawai, kemungkinan besar mereka tak akan tertarik. Mereka tak akan kagum dengan kecantikan kedua artis top ibukota ini seperti kita semua (secantik apa pun mereka, tetap lebih cantik istri atau pacar sendiri kan?). Mereka kalah cantik dibandingkan para perempuan yang daun telinganya memanjang ke bawah (suku dayak) dan penuh dengan tato serta bergigi runcing (suku mentawai).

Fenomena di kedua suku di Indonesia ini merupakan contoh keanekaragaman budaya yang harus dilestarikan. Tak bisa kita memaksakan budaya kita kepada mereka atau siapa pun. Mereka bukan primitif atau terbelakang, tapi hanya sekedar punya cara pandang beda dengan kita. Pemaksaan untuk memeluk agama, yang katanya, diakui pemerintah tak boleh dilakukan lagi seperti dulu. Begitu pula soal kecantikan. Cantik tak harus seperti yang ada di iklan televisi atau media massa lainnya. Cantik itu ada di hati kita masing-masing.

Referensi:

http://yohanesss.multiply.com/photos/album/355/Ukuran_kecantikan_yang_berbeda-beda#

http://senbudbemui2011.tumblr.com/

http://www.bungoteboekspres.com/berita-2374-gigi-diruncing-seluruh-tubuh-penuh-tato.html

http://mentawaieksotis.blogspot.com/2011/01/mentawaisurga-di-barat-sumatera.html

Tulisan ini dimuat di Kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s