Medan Prijaji: Motor Pergerakan Indonesia

Posted: 27 Juni 2011 in Politik
Tag:, , , ,

Tirto Adhi Soerjo

Berjuang untuk kemerdekaan tak harus dengan angkat senjata. Jalan lain dalam perjuangan untuk meraih kemerdekaan ditempuh oleh RM Tirto Adhi Soerjo. Ia menggunakan pena sebagai senjata dan mengisinya dengan amunisi mematikan, kata-kata. Tirto membangun imaji sebuah bangsa yang dengan multi-etnis ini dengan kata-kata, yakni Bahasa Indonesia. Bahasa yang mampu mempersatukan nusantara hingga sekarang dengan segala keanekaragamannya.

Lahirnya surat kabar Medan Prijaji pada 1 Januari 1907 merupakan tonggak awal pembentukan identitas ke-Indonesia-an sebagai suatu bangsa. Medan Prijaji jadi surat kabar pertama yang seluruh pengelolaannya dilakukan oleh pribumi dan menggunakan bahasa melayu (Indonesia) dalam pemberitaannya. Medan Prijaji jadi lompatan besar dalam pergerakan kemerdekaan saat itu karena Tirto menjadikan surat kabarnya sebagai sarana untuk membangun pendapat umum tentang situasi kekinian.

Penggunaan bahasa melayu dalam Medan Prijaji menjadikannya lebih membumi. Jadi bacaan alternatif disamping beragam surat kabar berbahasa Belanda. Apalagi pemberitaannya seringkali membuat gerah para pejabat Hindia Belanda dan bangsawan karena berisi kritik tajam. Salah satunya pada edisi 11 Mei 1911 di Medan Prijaji yang menurunkan berita tentang tuduhan penyalahgunaan kekuasaan oleh Bupati Rembang, R. Adipati Djojodiningrat (suami RA Kartini). Alhasil, pengasingan harus ia terima sebagai konsekuensi dari ketajaman kata dalam berbagai tulisannya di Medan Prijaji.

Penggunaan bahasa melayu di Medan Prijaji membentuk kesadaran baru sebagai sebuah bangsa yang kala itu belum memunyai entitas tunggal. Jeritan rakyat yang ia kabarkan dengan bahasa pribumi membuatnya, menurut Pramoedya Ananta Toer, jadi “sang pemula”. “Sang pemula” yang menegaskan adanya alat pemersatu dan jadi identitas sebagai sebuah bangsa. Apa yang dilakukan Tirto kemudian ditegaskan kembali dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 dengan mengakui Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa.

Pembuangan harus Tirto alami sebagai resiko yang harus ia tanggung akibat ketajaman penanya. Pada 1910 ia dibuang ke Teluk Betung, Lampung. Tak berhenti di sini saja, pada 1913 Tirto kembali dibuang ke Pulau Bacan, Maluku. Ia dibuang ke Pulau Bacan selama enam bulan karena terkena delik pers akibat menurunkan berita yang dianggap menghina Residen Ravenswaal dan Residen Boissevain. Dalam tulisannya, dua orang residen ini dituduh menghalangi putra R. Adipati Djojodiningrat menggantikan jabatan ayahnya.

Sepulang dari pembuangan di Pulau bacan, kesehatan Tirto terus menurun. Dalam kurun waktu 1914-1918, Tirto dilanda sakit sehingga aktivitasnya sedikit terganggu. Meski demikian, ia tak pernah berhenti. Berbagai aktivitas terus ia lakukan demi membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa merdeka. Dengan bahasa, Tirto membangun ke-Indonesia-an yang eksis sampai sekarang.

Jejak Medan Prijaji dengan Tirto Adhi Soerjo sebagai punggawanya punya jasa besar dalam membangun entitas Bangsa Indonesia. Penggunaan bahasa melayu (Indonesia) di surat kabarnya berdampak besar bagi kelanjutan perjuangan merebut kemerdekaan. Melahirkan sebuah kesadaran baru tentang Indonesia yang dikejawantahkan dalam Bahasa Indonesia. Ia sadar, perjuangan tak harus di medan tempur karena kata juga bisa jadi senjata yang tak kalah mematikan.

Referensi:

blogor.org/2010/01/25/rm-tirto-adhi-soerjo/

sejarahbangsaindonesia.wordpress.com/2011/04/14/raden-mas-tirto-adhi-soerjo/

felixbillypradeta.blogspot.com/2011/04/mengenal-tirto-adhi-soerjo.html

Tulisan ini dimuat di Kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s