Osama, Pemakaman, dan Lautan

Posted: 3 Mei 2011 in Sosial-Budaya
Tag:, , , , , , , , , , ,

Sumber: www.republika.co.id Jasad Osama bin Laden dibuang ke laut. Ini lah sisi keji perlakuan terhadap manusia meski sudah tak bernyawa. Sangat menyalahi martabat kemanusiaan karena sudah jadi hak bagi setiap orang untuk dikebumikan dengan layak sesuai keyakinannya. Walaupun yang hendak dikubur itu tersangka terorisme paling dicari atau penjahat paling kejam di dunia sekali pun.

Terorisme diberantas dengan terorisme. Inilah hipotesa yang bisa saya berikan dalam konteks dibuangnya jasad Osama di laut. Apa yang dilakukan AS terhadap jasad Osama jelas-jelas melanggar hak asasi manusia. Meski Osama dituduh jadi pelaku bom menara kembar WTC pada 11 September 2001 silam, ia tetap memunyai hak yang melekat pada dirinya. Jasadnya harus tetap dikebumikan dengan layak.

Keputusan membuang jasad Osama ke laut bagi saya sangat prematur. Alasan adanya aturan dalam Islam (agama yang dianut Osama) yang harus menguburkan seseorang maksimal 24 jam setelah meninggal atau tak ada negara yang mau jadi tempat peristirahatan terakhirnya, terlalu mengada-ada. Masih banyak alternatif lain sebagai cara untuk menguburkan jasad Osama.

Pemakaman jasad Osama di suatu tempat pasti menimbulkan kekhawatiran adanya mobilisasi massa. Atau minimal kuburannya jadi prasasti bagi lainnya untuk menggelorakan ekstremisme yang bahayakan umat manusia. Apa yang dilakukan rezim Suharto terhadap jenazah Sukarno bisa jadi rujukan dalam hal ini. Wasiat Sukarno untuk dimakamkan di Batutulis tak diizinkan rezim, takut menginspirasi gerakan massa. Karena itu, makamnya dijauhkan dari pusat kekuasaan, Blitar. Jasad Osama pun bisa diurus seperti ini. Paling ekstrem, dikubur di suatu tempat rahasia untuk memenuhi haknya sebagai manusia yang memeluk suatu keyakinan.

Osama bin Laden dikabarkan tewas setelah pasukan khusus AS, Navy Seal, melakukan serangan selama 40 menit di kota Abbotabad, Pakistan. Hasil tes DNA memastikan jenazah yang ditemukan tersebut milik Osama. Ini merupakan hasil pencarian panjang selama 10 tahun sejak Bush Jr. berkuasa di AS.

Alasan kondisi darurat tak bisa diterapkan dalam hal ini. Sederhananya, jasad Osama bisa dikebumikan di daerah tempat ia disergap oleh pasukan AS. Hal itu pun bisa dilakukan secara rahasia dengan tetap menghormati keyakinan yang ia peluk. Karena itu, model pemberantasan terorisme dengan model seperti ini tak bisa diulangi lagi. Menjawab terorisme dengan aksi teror bukanlah jawaban tepat, malah bisa semakin menyuburkannya.

Pembuangan jasad Osama ke laut juga timbulkan pertanyaan dan spekulasi. Mengapa harus dibuang ke laut? Apakah benar itu jasa Osama bin Laden? Ini lah pertanyaan yang harus siap dijawab oleh AS. Pertanyaan ini pantas saja muncul karena ketiadaan bukti fisik jenazah Osama. Apalagi, sudah beberapa kali Osama dikabarkan meninggal, entah karena sakit atau tewas akibat serangan militer.

Terorisme tak bisa dibalas dengan aksi teror. Terorisme harus diberantas karena telah bahayakan kehidupan. Namun, para tersangka terorisme itu manusia, mereka juga memunyai hak seperti kita semua walau hanya berupa jasad saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s