Beri Aku Udara Segar

Posted: 12 Maret 2011 in Arbiter
Tag:, , , , ,

Ketika masuk ke pusat perbelanjaan (mall) atau gedung perkantoran, terutama bagi yang bawa kendaraan, ada sosok manusia sering terlupakan. Siapakah gerangan? Ya, petugas parkir yang senantiasa menjaga kendaraan kita agar selalu dalam keadaan aman. Tanpa lelah, mereka terus melayani pelanggan dengan kondisi sekitar yang sangat menyedihkan.

Apa yang menyedihkan dari sekitar ruang parkir mall dan gedung perkantoran tersebut? Tentunya banyak hal yang sangat menyedihkan tersedia di sana. Hawa panas dan menyengat, hampir kita jumpai di setiap lahan parkir yang ada di dalam gedung. Namun, mereka terus bertahan dengan kondisi buruk seperti itu.

Seringkali kita begitu tergesa-gesa untuk keluar dari tempat parkir ketika kendaraan sudah ada di tempatnya dengan benar. Tergesa-gesa bukan karena dikejar waktu, tapi akibat sirkulasi udara yang buruk di tempat itu. Apalagi ketika berada di basement. Langkah seribu hampir pasti kita ambil agar bisa sesegera mungkin menghirup udara segar dan terbebas dari bau menyengat asap kendaraan.

Namun, bagaimana dengan petugas parkir yang dengan setia duduk manis mencatat nomor kendaraan kita ketika masuk dan memeriksa karcis parkir dan STNK saat keluar? Mereka tetap bertahan di dalam ruang pengap yang minim hawa segar tersebut. Penuh peluh dan terus menahan bau menyengat dari asap kendaraan.

Kira-kira, berapa gram gas CO2 dan CO yang mereka hirup setiap kali bertugas? Bisa kita bayangkan sendiri, ketika berada di tempat parkir, kita sering dibuat sesak olehnya. Perpaduan antara buruknya sirkulasi udara dan asap kendaraan yang tanpa henti kita hirup. Itu hanya dalam hitungan menit saja. Bagaimana dengan para petugas parkir tersebut yang selama berjam-jam harus menghirup udara tak sehat dan panas nan menggerahkan itu? Tak bisa dibayangkan.

Apalagi fasilitas bagi petugas parkir tersebut seringkali apa adanya. Sekedar meja dan kursi atau box layaknya tempat pembelian tiket pertunjukkan. Sirkulasi udara yang buruk harus mereka “nikmati” selama bertugas. Beragam gas beracun dari kendaraan bermotor harus mereka “nikmati” dengan sepenuh hati. Tak ada pilihan lain. Andaikan punya pilihan, barangkali mereka bakal berseru, “beri aku udara segar tanpa asap knalpot.”

Dimuat juga di Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s