Berkah Kekokohan Pengurus PSSI

Posted: 27 Januari 2011 in Arbiter
Tag:, , , , , , , , , ,

Dosa besar Presiden Suharto tak akan diketahui publik andaikata ia menolak jadi presiden pada 1992. Begitu pula uang rakyat Tunisia yang diduga dicuri Ben Ali dan keluarganya. Misteri itu tak akan terungkap bila ia tak haus kekuasaan. PSSI juga begitu. Ucapan terima kasih harusnya kita berikan pada Ketua Umum PSSI sekarang, Nurdin Halid. Atas jasanya, sepakbola nasional mengalami progres cukup menggembirakan meski belum tampak. Berkat kekokohannya dalam mempertahankan jabatan meski miskin prestasi dan penuh masalah, sepakbola nasional mengalami kemajuan sangat berarti dari sisi sumber pendanaan.

Apa jadinya bila Nurdin Halid langsung menuruti kehendak pecinta bola tanah air? Dana APBD yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan bakal terus jadi sumber utama pendanaan klub peserta kompetisi. Ratusan miliar rupiah bakal mengalir begitu saja meski dana APBD sejatinya untuk kesejahteraan rakyat. Bukan sebagai sarana agar rakyat melupakan persoalan dengan sekedar pertaandingan sepakbola saja.

Wacana agar klub sepakbola tak gunakan dana APBD memang belum bisa direalisasikan sekarang. Namun, keinginan kuat untuk menuju ke arah ideal tersebut sudah ada tandanya saat ini. Desakan masyarakat agar klub tak gunakan APBD untuk pembiayaan mendapat angin segar. Barangkali hal ini tak terjadi bila kontroversi kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI tidak mencuat.

Inilah berkah nyata dari kontroversi kekokohan Ketua Umum PSSI ini untuk tetap berkuasa, bahkan diduga menggalang dukungan untuk periode selanjutnya. Sebelum kontroversi soal kepemimpinan di PSSI menguat, keberadaan klub yang menggunakan APBD untuk operasionalnya tak banyak yang mempermasalahkannya. Selain itu, transparansi bakal tak jadi salah agenda utama PSSI jika sorotan pada pengurus di kalangan terbatas saja.

Terlepas Indonesia miskin prestasi selama kepemimpinan Nurdin Halid, wacana yang timbul akibat kontroversi ini sangat membantu percepatan kemajuan sepakbola nasional. Disamping itu, dana APBD juga bisa terserap maksimal sesuai dengan peruntukkannya, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pengungkapan borok PSSI ke publik oleh sejumlah pihak jadi candu untuk peningkatan sepakbola nasional. Dugaan pengaturaan pertandingan, wasit, korupsi, amburadulnya pengelolaan organisasi , dan politisasi sepakbola menjadikan kita semua bisa tahu isi dibalik tirai penutup PSSI. Bisa mengetahui permaianan kotor di luar lapangan seperti yang dilaporkan Majalah Tempo. Sangat mencederai sportivitas dan semangat olahraga yang sesungguhnya.

Tak selamanya kekokohan Nurdin Halid untuk tak mundur sebagai Ketua Umum PSSI membawa berkah. Bagaimana pun juga, perubahan di PSSI harus dilakukan sesegera mungkin dilakukan untuk menggapai progres selanjutnya. Arogansi yang selama ini hinggap di tubuh pengurus PSSI tak boleh terus berlangsung. Perubahan mendasar harus dilakukan agar penyakit lama tak kambuh lagi demi kemajuan sepakbola nasional.

Sumber gambar: ini dan ini

Dimuat juga di Kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s