Pengarahan dan Direktif pada Pembukaan Rapat Pimpinan TNI dan Polri 2011

Posted: 24 Januari 2011 in Politik
Tag:, , , , , , , , , ,

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN DAN DIREKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
PEMBUKAAN RAPAT PIMPINAN TNI DAN POLRI TAHUN 2011
BALAI SAMUDERA, 21 JANUARI 2011

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para Menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut dan Kepala Staf Angkatan Udara, para unsur pimpinan dan pejabat utama jajaran TNI dan Polri,

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Pada kesempatan yang baik dan insya Allah penuh berkah ini, saya mengajak saudara semua untuk sekali lagi, memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan TNI dan Polri yang telah mengundang saya untuk bisa bertatap muka langsung dengan para jenderal, laksamana dan marsekal jajaran TNI dan Polri, guna menyampaikan instruksi dan arahan saya.

Namun sebelum saya menyampaikan arahan dan instruksi itu, atas nama negara dan pemerintah, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara semua dan seluruh prajurit dan anggota, baik TNI maupun Polri atas kerja keras dan pengabdiannya selama ini dalam rangka menyukseskan pembangunan nasional dan dalam rangka saudara semua menjalankan tugas-tugas negara yang telah diatur dalam Undang Undang Dasar maupun undang undang yang berlaku.

Meskipun di sana-sini masih ada kekurangan, tetapi sejarah telah mencatat bahwa kerja keras saudara telah ikut mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh negeri ini dan juga ikut memajukan kehidupan bangsa kita. Sekali lagi, terimalah ucapan terima kasih dan penghargaan saya dan sampaikan pula ucapan yang sama kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri.

Saudara-saudara,
Ada tiga hal yang saya sampaikan. Pertama, menyangkut perkembangan dunia dan implikasinya terhadap Indonesia. Saya yakin Menteri Luar Negeri dan para menteri terkait sudah mengangkat tentang perkembangan dan dinamika global ini. Namun akan saya garis bawahi hal-hal yang fundamental dan benar-benar berimplikasi terhadap kehidupan bernegara dan pembangunan yang kita lakukan, baik langsung maupun tidak langsung, baik dalam jangka pendek, jangka sedang maupun jangka panjang.

Yang kedua, saya ingin menyampaikan misi, agenda dan prioritas pemerintah tahun 2011, karena dalam implementasinya, banyak yang dapat dikontribusikan oleh jajaran TNI dan Polri untuk keberhasilan tugas-tugas pemerintah itu. Sedangkan yang ketiga, saya tutup nanti dengan sejumlah instruksi khusus saya kepada saudara semua, jajaran TNI dan Polri.

Saya ingin mulai dengan agenda yang pertama, yaitu perkembangan dunia dan implikasinya terhadap Indonesia. Untuk kita ketahui, pada tahun 2011 ini, jumlah penduduk dunia mencapai 7 miliar manusia, bahkan 2045 berarti 3-4 tahun dari sekarang penduduk di dunia akan mencapai jumlah 9 miliar manusia. Tiap hari penduduk bumi bertambah 150 ribu dan ini akan terjadi untuk jangka waktu 40 tahun ke depan. Akibatnya, dalam bentangan waktu 40 tahun ke depan, kebutuhan manusia akan pangan, itu akan meningkat 70% dari kebutuhan sekarang ini. 20 tahun dari sekarang, kebutuhan energi akan meningkat 60% dari apa yang dikonsumsi dewasa ini. Ini memiliki makna yang dalam, dalam rangka memenuhi kebutuhan umat manusia sejagad.

Implikasi terhadap pangan di dunia, karena 7 miliar manusia menginginkan pangan yang cukup. Golongan menengah atau middle class di negara-negara berkembang dan emerging economy juga meningkat, mereka mengkonsumsi lebih banyak pangan. Oleh karena itu, arti dari 7 miliar manusia tahun ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan atau food security pada tingkat dunia. Yang bisa terjadi demand atau kebutuhan naik, supply atau apa yang bisa ditawarkan, yang dihasilkan bisa terjadi gap atau mismatch.

Kalau terjadi mismatch, demand atau kebutuhan lebih tinggi dari apa yang bisa di-supply pada tingkat dunia, harga akan terus naik. Sekarang pun di tingkat dunia, harga-harga pangan naik. Ini tentu berkaitan dengan fundamental perekonomian global. Belum karena perubahan iklim, iklim banyak negara-negara yang mengalami gagal panen. Output atau produksi pertanian, baca pangan juga terganggu.

WTO, Doha Development Agenda, Doha Round, satu sistem internasional yang diharapkan bisa mengatur perdagangan internasional, termasuk keperluan negara-negara berkembang untuk mendapatkan pasar pada tingkat global, ini juga belum berhasil kita rampungkan. Ini juga menambah persoalan yang ada. Dan apa yang terjadi sekarang ini, karena ketidakpastian yang ada di dunia, negara-negara yang lazimnya mengekspor pangan, memilih kebijakan-kebijakan tertentu atau kebijakan yang lebih nasionalistik, dengan demikian tentu komoditas pangan yang bisa dibeli di pasar-pasar global juga bisa menurun atau terganggu. Ini direct implication terhadap keperluan dan ketahanan pangan pada tingkat global.

Mari kita lihat implikasinya terhadap energi dunia, energy security. Sama dengan pangan tadi, keperluan terhadap minyak dan gas, dan listrik akan terus meningkat, tetapi supply itu belum tentu bisa mengimbangi demand yang ada. Hukum ekonomi mengatakan sekali lagi, manakala demand lebih tinggi dari supply, maka harga akan terdongkrak naik. Khusus minyak belum kita menghitung faktor spekulasi pada international trading, ada electronic trading yang juga menambah keruwetan atau kerumitan dari tata harga minyak pada tingkat dunia. Cadangan migas tentu makin menurun, karena konsumsi yang cukup besar.

Timur Tengah yang menjadi sumber utama minyak dan gas memiliki kerawanan geopolitik dan sampai sekarang merupakan kawasan yang terobek keamanan dan perdamaiannya, meskipun tidak semua negara mengalami seperti itu. Belum karena perubahan iklim dan pemanasan global sekarang, ada tekanan, ada international pressure agar negara-negara mengembangkan green energy. Ini juga tentu menambah kompleksitas permasalahan pada tingkat dunia.

Saudara-saudara,
Masih berkaitan dengan new realities and trends pada tingkat global ini. Saya akan mengajak saudara semua memahami apa arti perkembangan global ini bagi keamanan dan perdamaian dunia, satu domain yang saudara geluti dan satu isu yang menjadi perhatian TNI dan Polri. Kalau kita ikuti apa yang terjadi pada tingkat dunia ini, sebelum kita disadarkan bahwa jumlah manusia telah mencapai 7 miliar tahun ini, maka konflik yang ada itu sudah membentang di sepanjang spektrum. Di samping the existing conflicts, saya sebutkan nanti, apakah yang bersifat traditional threat ataupun non-traditional threat, juga muncul sumber konflik baru tiada lain, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, kemungkinan konflik antar bangsa karena memperebutkan sumber-sumber pangan, sumber energi, termasuk air.

Saya sampaikan agar saudara bisa membuat long-term estimate dan long-term strategic planning seperti apa kira-kira bentuk konflik di masa depan. Di samping the existing conflict itu masih terjadi di banyak tempat di dunia kita. Misalnya, masih terjadi interstate conflict dan juga intrastate conflict, masih ada ketegangan antara Barat dengan Islam atau dunia Barat dengan dunia Islam. Muncul sekarang gerakan yang disebut demokratisasi gelombang keempat, kita mencermati perkembangan di Timur Tengah dewasa ini misalnya.

Kemudian kejahatan transnasional tidak menyusut, bahkan makin canggih metode yang digunakannya. Ancaman terorisme masih riil. Kemiskinan dunia masih ada yang juga berkonotasi dengan keamanan dan ketertiban masyarakat dunia. Penyakit menular atau communicable disease atau diseases juga masih menjadi ancaman ditambah yang terjadi hampir di semua penjuru dunia tahun-tahun terakhir ini adalah bencana alam. Itu semua adalah non-traditional security threat. Korbannya belum tentu kalah dengan korban sebuah peperangan ataupun pertempuran. Sebuah tsunami bisa melenyapkan ratusan ribu. Banjir besar bisa menjatuhkan korban puluhan ribu yang belum tentu lebih sedikit daripada peperangan ataupun pertempuran yang kerap terjadi dalam perang-perang konvensional.

Saudara-saudara,
Yah kita atau dunia kita telah menghadapi realitas dan kecenderungan baru. Kalau kita jeli mengikuti apa yang terjadi pada 5 tahun terakhir ini saja, dari krisis pangan 2007-2008, dari krisis perekonomian global 2008-2009 dan krisis-krisis dalam skala yang lebih kecil, maka kita mengatakan ada pergeseran besar, big shake pada dunia kita.

Dulu yang menjadi pilar perekonomian global misalnya Eropa dan Amerika Utara. Ketika terjadi krisis 2008-2009, tidak lagi kedua kawasan besar dan kawasan maju itu menjadi penyangga dan sabuk pengaman dari perekonomian global, muncul sekarang Asia, dipelopori Asia Timur. Itu juga pergeseran kekuatan ekonomi, big shake yang belum tentu semua siap dan nyaman menghadapi kecenderungan dan realitas baru ini.

Kerapnya dunia mengalami krisis, krisis ekonomi termasuk, krisis politik, krisis lingkungan, maka benar-benar kita menghadapi great uncertainty, ketidakpastian. Kita diintip oleh banyak ketidakpastian sekarang ini. Sementara itu, persoalan yang kita hadapi sering tidak sederhana, sangat kompleks, tali-temali, kait-mengait antara satu persoalan dengan persoalan yang lain, maka salah satu kecenderungan dan realitas itu adalan complexity, kompleksitas dengan permasalahan yang dihadapi oleh dunia.

Mari kita camkan dalam pikiran kita, dunia tempat kita hidup ini mengalami pergeseran-pergeseran besar, penuh dengan ketidakpastian dan permasalahan yang kita hadapi sangat kompleks.

Dari semuanya itu, mari kita lihat sekarang apa implikasinya terhadap negeri kita. Indonesia sekarang ini tengah atau sedang melakukan reformasi dan berada dalam masa transisi, sekaligus sesungguhnya kita tengah menjalankan transformasi yang besar, yang fundamental. Dari kacamata tahapan-tahapan pembangunan 5 tahun sekarang ini, kita juga tengah berupaya meningkatkan pembangunan kita yang bersendikan 3 pilar. Satu, kita ingin mempercepat pembangunan ekonomi kita, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tolong dibaca dalam satu konteks, jangan dilepas, meningkatkan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Yang kedua, kita telah memilih jalan demokrasi. Oleh karena itu, pilar yang kedua ini, semua yang kita lakukan mestilah sesuai dengan kaidah-kaidah demokrasi yang bermartabat. Sering saya katakan salah satunya, kita menjunjung kebebasan atau freedom, tetapi kebebasan itu disertai dengan kepatuhan kepada aturan dan hukum, rules of law.

Sedangkan pilar yang ketiga adalah yang menjadi dambaan seluruh rakyat Indonesia, kita ingin benar-benar makin ke depan mendapatkan keadilan bagi semua, justice for all. Ini pilar yang akan diterjemahkan dalam kebijakan, strategi, program aksi, anggaran dan sebagainya. Tidak lepas-lepas, ada kaitan satu lain secara koheren, secara holistik. Dan dengan cerita awal saya tadi, Indonesia yang tengah melaksanakan reformasi, transformasi, dan dalam keadaan transisi plus menyukseskan pembangunan tiap 5 tahunan itu berada dalam ruang dunia yang tidak vakum, yang tidak statis, tetapi dinamis dan dinamika, serta perkembangan itu membawa pengaruh dan implikasi terhadap negeri kita. Ini harus kita pahami.

Pikiran cerdas kita kemudian adalah bagaimana kita bisa merespon perkembangan global itu, agar agenda besar kita, misi besar kita itu betul-betul berhasil. Oleh karena itu, sebagai bangsa, saudara semua adalah pimpinan, pimpinan puncak dan pimpinan teras di jajaran TNI dan Polri harus mengetahui bahwa sebagai bangsa menghadapi dunia seperti ini. Kita betul-betul harus adaptif, harus antisipatif, dan harus inovatif. Tiga hal itulah yang membikin sebuah bangsa bukan hanya survive, tetapi akan terus maju.

Saya juga ingin menggarisbawahi, di samping tiga hal itu, perlunya bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makin antisipatif, makin adaptif, dan makin inovatif adalah kita harus menyatukan mindset kita, melihat, memahami apa yang terjadi di tingkat global dan di tingkat nasional dan kemudian bekerja keras. Hanya dengan itu, termasuk kerja keras kita semua, bangsa ini makin ke depan akan makin kuat, di samping kuat juga siap menghadapi persoalan global apa pun, termasuk goncangan dan krisis dan juga kita akan memiliki ketahanan, menjadi lebih resilient di dalam menghadapi persoalan dunia dewasa ini.

Saudara-saudara,
Contoh, 5 tahun ini, kita sungguh ingin meningkatkan perekonomian kita agar kesejahteraan rakyat juga terus dapat kita tingkatkan. Itu semua memerlukan prasyarat, precondition, memerlukan back-up atau dukungan, memerlukan kontribusi dari semua aspek dan bidang kehidupan. Misalnya, ya politik harus stabil, demokrasi memang harus makin mekar di negeri ini, tetapi tidak boleh politik kita terguncang-guncang, sehingga semua program pemerintah pusat maupun daerah, provinsi, kabupaten, dan kota tidak bisa dijalankan. Sosial harus ada ketertiban sosial, public order, public security, yang bagus, dengan demikian semua kegiatan juga bisa dilaksanakan dengan baik.

Hukum harus tegak, tanpa tegaknya hukum ya menjadi rimba raya negara kita, tidak mungkin semua bisa kita jalankan dengan baik. Dan kemudian yang menjadi fungsi dan domain saudara, kedaulatan kita, sisi pertahanan kita terjaga dan keamanan dalam negeri juga bisa kita pelihara dengan baik. Jadi nyata sekali bahwa prakondisi dan back-up dari segi-segi kehidupan yang lain diperlukan, misalnya untuk memastikan pembangunan ekonomi berjalan dengan baik dan kemudian kesejahteraan rakyat kita dapat kita tingkatkan.

Saudara-saudara,
Itulah bagian pertama. Itulah dunia kita. Itulah perkembangan dan dinamikanya dan implikasinya kira-kira seperti itu terhadap negara kita.

Bagian kedua, sama kalau saudara ingin melaksanakan tugas atau operasi selalu berangkat dengan tugas pokok. Tugas pokoknya apa. Divisi dalam serangan tentu memiliki tugas pokok, demikian juga Kepolisian dan jajaran TNI yang lain, maka silakan dilihat misi, agenda, dan prioritas pemerintah tahun 2011. Ini tertuang dalam RKP Tahun 2011 dan APBN 2011, bukan ngarang-ngarang, ambil sana, ambil sini. Ini sudah menjadi undang-undang APBN 2011. RKP juga telah kita kukuhkan dalam peraturan presiden.

Tugas pokok kita, misi pemerintah adalah melaksanakan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, yang berkeadilan. Ada yang mengkritik yang dikejar hanya pertumbuhan, no. Sejak 2005, kita selalu pertumbuhan yang berkeadilan, growth with equity, pro-growth, pro-job, and pro-poor policy. Konsekuen kita. Kita tuangkan pula dalam semua program dan anggaran, didukung oleh pemantapan tata kelola good governance berlaku pula bagi jajaran TNI dan Polri. Dan kemudian kemudian sinergi pusat dan daerah. Tidak boleh masing-masing berjalan dengan keyakinan dan iramanya sendiri-sendiri, mesti harus ada sinergi, pembangunan nasional, pembanguna provinsi, kabupaten dan kota, makin sinergis makin banyak yang dicapai. Itu misi.

Sasaran, sebagaimana saudara melaksanakan operasi ofensif tentu ada sasaran-sasaran, objectives. Di sini kita ingin mencapai pertumbuhan ekonomi pertumbuhan ekonomi 6,4% tahun ini. Kita ingin inflasi kita pada kisaran 5,3%. Kita ingin penganguran kita bisa kita turunkan menjadi 7%. Kita ingin kemiskinan kita turunkan lagi dari sekarang ini. Ini sasaran yang harus kita perjuangkan habis-habisan. Negara mana pun, pemerintah mana pun, tentu punya rencana, punya sasaran. Dan pada akhir 2011 nanti, setelah kita evaluasi di antara sekian puluh sasaran itu, hampir pasti banyak yang dicapai, bahkan lebih dari itu, hampir pasti pula ada yang tidak sepenuhnya kita capai. Itu lumrah, terjadi di negara mana pun dan itu bukan kebohongan. Karena ini kita punya rencana, punya sasaran, kita jalankan, akhir tahun kita evaluasi, mana yang kita tercapai, mana yang tidak. Rencana, target.

Untuk mencapai sasaran-sasaran itu, maka kita memerlukan resources. Sebuah brigade ingin menyerang pertahanan musuh, tentu memerlukan sumber daya, prajurit itu sendiri, satuan-satuan, bantuan tembakan, logistik, banyak sekali yang diperlukan agar tugas pokok berhasil, sasaran dapat direbut begitu ibaratnya. Maka dari segi financial saja, sumber daya itu banyak, tapi, antara lain, sumber daya finansial, maka kita menyediakan dana 1.229,6 triliun yang belanja negara ini, spending atau expenditure ini naik 9,2% dari tahun lalu.

Saudara barangkali ingin tahu berapa pendapatan negara dan hibah tahun 2011 yang kita tuangkan dalam APBN kita. Itu salah itu, angkanya bukan 1.229,6 T, tapi 1.104 koma sekian triliun. Coba cek apa namanya keliru di situ. Oleh karena itu, defisitnya menjadi 124,66 triliun atau 1,8%. Defisit ini kita jaga makin turun, makin turun, kita menuju ke anggaran berimbang atau balanced budget. Pendapatan dan hibah yang paling baik sama dengan apa yang kita belanjakan.

Negara yang defisitnya besar, banyak mengalami krisis, Eropa, termasuk Amerika sendiri dalam batasan itu dan banyak negara. Kita belajar dari masa lalu dan belajar dari negara lain di dunia. Oleh karena itu, ini menjadi penting untuk memastikan bahwa kita memiliki anggaran yang sehat, yang kredibel, yang bisa mencapai sasaran.

Sedangkan prioritas, untuk diketahui saja pada tahun 2011 ini adalah, satu, reformasi birokrasi dan tata kelola. Dua, pendidikan. Tiga, kesehatan. Empat, penanggulangan kemiskinan. Ini penting, pemerintah sejak 2004 tidak pernah tidak memprioritaskan penanggulangan kemiskinan itu. Saya katakan, dengarkan baik-baik, di sini banyak pers, juga bisa menyimak kata-kata saya. Bahwa dengan kerja keras kita, angka kemiskinan tahun-tahun terakhir ini bisa kita turunkan, pernah naik, ketika harga minyak naik sekitar tahun 2006, kemudian turun kembali.

Itu angka yang mengukur bukan pemerintah, tapi lembaga yang oleh undang undang diberikan amanah untuk mengukur, termasuk lembaga-lembaga dunia yang melakukan fungsi yang sama. Meskipun kemiskinan itu secara bertahap dapat kita turunkan, tetapi dengan angka 13% itu juga masih besar, dari 237 juta manusia kita. Kita pun belum puas, kita pun masih harus bekerja keras, agar makin susut lagi. Itu tugas kita, itu yang kita lakukan. Tentu saja 13% dari 237, masih ada kantong-kantong kemiskinan, masih ada yang ekstrem kemiskinannya, itu yang kita berikan bantuan namanya PKH atau BLT bersyarat. Itu contohnya.

Kemiskinan ini sendiri juga sangat dipengaruhi oleh bergejolak. Kalau terjadi inflasi pada tingkat global, memukul perekonomian kita, kita kena imbasnya, tentu berpengaruh pada kemiskinan. Ingat, saya tidak pernah mengatakan di negeri kita sudah tidak ada kemiskinan lagi, tidak pernah. Masih ada dan jumlah itu masih besar, meskipun ada penuruhan secara sistematis.

Yang kelima, ketahanan pangan, sangat penting. Keenam, pembangunan infrastruktur. Yang ketujuh, perbaikan iklim investasi dan iklim usaha. Yang kedelapan, energi. Yang kesembilan, lingkungan hidup dan pengelolaan bencana. Yang kesepuluh, pembangunan daerah tertinggal, terdepan, terluar dan baca konflik. Dan yang kesebelas, tetap kita menghidupkan kebudayaan, mengembangkan kreativitas dan memacu inovasi teknologi.

Saya tidak ingin menguraikan di sini, yang penting saudara tahu misi pemerintah tahun ini apa, sasarannya seperti apa, prioritasnya juga seperti apa.

Para pimpinan dan pejabat teras jajaran TNI dan Polri yang saya cintai dan saya banggakan, saya ingin masuk pada bagian ketiga atau bagian terakhir dari pengarahan dan pembekalan saya hari ini. Pertama, saya ingin memberikan arahan dan instruksi yang berkaitan dengan penggunaan anggaran pertahanan, termasuk anggaran TNI dan anggaran Polri.

Alhamdulillah, dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Anggaran dan Pendapatan Belanja, maka anggaran untuk saudara, TNI dan Polri juga terus kita tingkatkan. Baca, peningkatannya dari tahun ke tahun. Saya ingin anggaran yang sudah kita tingkatkan itu, yang itu output dari kerja keras kita semua, utamanya dalam pembangunan ekonomi, bisa dioptimalkan dan pastikan penggunaannya tepat sasaran. Saya ulangi sekali lagi, hentikan praktik-praktik penggelembungan biaya atau mark-up dalam pengadaan alutsista maupun non alutsista. Apabila ada kasus yang sangat tidak bisa saya berikan toleransi, saya akan meminta BPKP, BPK dan KPK untuk turun. Saya ingatkan sekali lagi pada hari ini.

Berikutnya lagi, konsistenlah dengan apa yang sudah direncanakan dan diprogramkan, jangan sampai pejabat baru datang, rencananya berubah. Ada rekanan menawarkan sistem A, berubah yang sudah kita susun. Saya minta konsisten. Saudara yang mengendalikan pihak-pihak yang memberikan jasa, kadang-kadang diperlukan dalam pengadaan barang sesuai dengan peraturan berlaku. Tetapi saudara yang mengontrol bukan dikontrol oleh interest-interest lain. Dan saya garis bawahi lagi, yang bisa diproduksi dalam negeir, belilah hasil industri nasional kita. Saya akan melihat secara dekat implementasi dari anggaran ini, karena saya juga dalam sidang kabinet, dalam semua, ingin terus meningkatkan anggaran saudara.

Kekuatan pertahanan kita tertinggal dibandingkan negara-negara sahabat masih di belakang, di bawah, utamanya alutsista dan non alutsista. Perlengkapan Polri juga banyak yang harus kita bikin lebih modern. Oleh karena itu, kalau sudah seperti itu habis-habisan kita cari sumber untuk meningkatan anggaran, gunakan anggaran itu dengan baik.

Yang kedua, menyangkut hukum dan pelanggaran HAM. Saya senang, saya bersyukur, saya berterima kasih kepada jajaran TNI dan Polri sebab tahun-tahun terakhir ini, sejak tahun 2004, tidak ada pelangaran HAM berat, no gross violation of human rights. Ini sejarah, ini babak baru bagi Indonesia. Harus kita jaga sejalan saudara menghormati demokrasi dan menjunjung tinggi hak-hak azasi manusia.

Saya prihatin, ada kasus-kasus pelanggaran hukum dan disiplin yang terjadi di Papua, meskipun skalanya kecil, dan itu bisa terjadi di negara mana pun, oleh tentara mana pun, tetapi saya minta segera ditertibkan. Berikan sanksi bagi yang bersalah, sebab itu bukan kebijakan saudara, bukan kebijakan para jenderal, marsekal dan laksamana, bukan kebijakan pemerintah, tapi itu insiden. Yang penting secara transparan dan akuntabel diselesiakan dengan baik. Sepertinya kecil hanya melibatkan satu bintara II, tamtama, dampaknya sampai dunia, sampai PBB, sampai Eropa, sampai Amerika dan sebagainya. Merugi, habis waktu untuk menjelaskan dan mengatasi itu.

Kemudian pendidikan dan latihan untuk memahami, menjalankan hukum perang, Konvensi Jenewa, menjunjung hak-hak azasi manusia, itu harus dilatihkan terus-menerus, tanggung jawab kapten dan letnan untuk terus menjelaskan latihan-latihan, drill, supaya prajuritnya, anggotanya betul-betul mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, the don’t and the don’ts.

Dalam pertempuran tidak boleh menghancurkan rumah ibadah, kecuali rumah ibadah itu digunakan musuh untuk menembaki kita. Ya kita selesaikan si orangnya itu, tapi kita hormati, kita junjung tinggi rumah ibadah. Ini contoh saja.

Penduduk sipil, yang bukan combatant, ya diberlakukan seperti penduduk sipil. Berbeda dengan tentara musuh, berbeda dengan penjahat. Ini contoh lagi. Silakan digladikan regu, kelompok, latihan, ditunggui. Saya sebagai presiden masih harus bicara ini, karena kesalahan satu bintara, dua tamtama sampai Presiden Republik Indonesia untuk menjelaskan kepada dunia. Asal tahu saudara-saudara. Padahal itu kejadian satu kali di tengah perubahan besar di negeri kita sejak tahun-tahun terakhir ini dalam era reformasi ini. Pendidikan dan latihan.

Kalau saya suatu saat berkunjung ke satuan, saya ingin tanya seorang kopral, seorang prajurit dan tidak tahu apa-apa, yang salah perwiranya. Tapi kalau sudah dilatihkan, mereka sudah tahu, tetep melakukan pelanggaran, yang bersangkutan yang salah. Pada command responsibility, tanggung jawab komando, tanggung jawab perwira. Jalankan, jangan terganggu lagi oleh kejadian-kejadian kecil, kecil yang sepatutnya tidak harus terjadi.

Yang ketiga, penanganan bencana alam. Musuh kita, ancaman hampir setiap hari ada adalah bencana alam. Saudara tahu dari dulu bahwa keadaan geografi kita rawan terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi, ditambah dengan climate change sekarang, banjir datang di seluruh dunia, taufan, badai, kemarau panjang, musim basah yang luar biasa, yang ekstrim. Oleh karena itu, BNPB akan kita diperkuat. Perwira aktif TNI dan Polri akan kita tugaskan. Dan itu juga menjadi insentif karier. Seorang mayor, letkol, kolonel yang berhasil dalam menjalankan tugas penangulangan bencana tanggap darurat harus diberikan insentif karier, dipromosikan. Dua tahun di situ, promosi. Dengan demikian, bukan yang mau pensiun, bukan yang alih status, tapi juga diisi oleh perwira atau personil aktif, baik dari TNI maupun Polri.

Bencana setiap saat datang. Siapkan kesatuan saudara, stand by force juga harus siap. Laksanakan operasi yang profesional. Operasi tanggap darurat sama dengan operasi militer yang lain, military operation other than war. Waktu cuaca sangat buruk, lewat laut tidak tembus, kemudian sudah mulai ada krisis untuk pengan dan kebutuhan dasar di Mentawai waktu itu, saya baru pulang dari Vietnam, datang ke sana langsung dan kemudian malam hari. Masih ingat, saya perintahkan lakukan air drops dan dilaksanakan dengan cepat dan berhasil. Senang saya, bangga saya TNI kita waktu itu cepat melaksanakan air re-supply dengan air drops, bisa. Jadi apa yang saudara lakukan operasi miiter untuk perang dapat atau sama persis dengan apa yang harus dilakukan untuk operasi militer selain perang, contohnya yang tadi itu. Civic mission.

Saya senang di Wasior, Marinir turun, Zeni tempur kita turun dan sebagainya, begitulah. Di Merapi juga begitu kemarin dan di banyak tempat. Saya bangga karena setiap saya datang ke daerah bencana, pasti yang lebih datang duluan TNI dan Polri, kemudian baru PMI, Tagana dan lain-lain, jaga itu. Binter, itu juga bisa dilakukan di daerah bencana. Dan siap-siap saya akan tugasi tim untuk berangkat ke Australia nanti. Saya kira menlu sedang mengkoordinasikan untuk bersama-sama tentara Australia membantu Australia dalam mengatasi banjir.

Dulu tentara Australia sangat besar darat, laut, udara membantu kita di Aceh, di Nias, dan di tempat lain, bahkan tujuh orang tentaranya gugur di Nias karena membantu Indonesia. Kita tentu harus punya sikap yang sama, bantu-membantu, tolong-menolong di antara negara bersahabat.

Yang keempat, tugas pemeliharaan perdamaian. Telah menjadi kebijakan pemerintah, kita akan terus berpartisipasi peace keeping mission di berbagai wilayah dunia. Kalau ada tawaran, saya akan mengatakan Indonesia siap, setelah kita cek di lapangan. Namanya peace keeping, kondisinya harus relatif kondusif bagi pelaksanaan peace keeping, bukan peace making, bukan peace enforcing, bukan. Dan diminta atau disetujui oleh negara itu dan aturan-aturan lain. Setelah memenuhi syarat semua akan kita kirim ke mana pun.

Ini policy kita dan menjadi keputusan saya sejak tahun 2005. Mengapa? Alhamdulillah, operasi mengatasi gangguan keamanan di dalam negeri sudah jauh mengecil. Saya ingin saudara semua, prajurit-prajurit kita memiliki pengalaman operasi dalam bentuk yang lain, peace keeping mission. Agar tambah pengalamannya, tambah wawasan, berinteraksi dengan tentara dan polisi negara bersahabat. Dengan demikian, tentu baik untuk meningkatkan profesionalitasnya. Mari kita siapkan dengan baik.

Oleh karena itu, apa yang saya instruksikan kepada menhan, segera dirampungkan itu kawasan Santi Dharma namanya di Sentul. Tahun, akhir tahun ini akan saya resmikan pembangunan tahap pertama. Kemudian tahun 2013 akan saya resmikan lengkap. Di situ ada satu wilayah yang luas, bisa dilaksanakan kegiatan untuk peace keeping training, pendidikan, latihan, sekolah, bisa untuk stand by force-nya, satuan mekanis barangkali di situ, sekaligus bisa untuk latihan lawan terorisme.

Kita punya JCLEC di Semarang, itu lebih banyak pendidikannya, di Sentul nanti akan lebih banyak latihannya. Kemudian yang keempat, bisa digunakan untuk drill dan latihan tanggap darurat bencana. Jadi four in one, satu kawasan, saya sebut kawasan Santi Dharma dan kemudian bisa digunakan untuk semua itu. Setelah punya itu, pastikan semua berjalan dengan baik.

Dulu 1995-1996, saya bertugas di Bosnia sebagai Komandan Pengamat Militer PBB dan juga merangkap Pimpinan Kontingen Indonesia, banyak sekali anggota kita yang tidak lulus. Tidak lulus bahasa Inggris, tidak lulus mengemudi dan kemudian balik ke Indonesia, tentaranya ada, polisinya ada. Betul. Karena kita tidak punya daerah untuk latihan yang persis seperti yang dihadapi di depan. Negara lain mengapa banyak lulus, sudah latihan di negerinya. Mari kita persiapkan diri agar ke mana pun, kita enggak ada masalah. Indonesia selalu diacungi jempol dalam tugas peace keeping. Terima kasih, bangga saya kepada saudara-saudara, mari kita jaga dengan cara mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Yang kelima, penanggulangan terorisme. Terorisme masih merupakan ancaman riil. Apa yang dilaksanakan oleh Kepolisian yang banyak hasilnya, teruslah dilaksanakan, pikirkan anggarannya. Saya lihat masih kurang anggaran yang diperlukan oleh satuan khusus untuk itu kemudian diolah nanti dengan pemerintah untuk mendapatkan anggaran yang setimpal atau yang sepadan. Deradikalisasi juga penting dilakukan, sudah ada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) kita berharap dengan para tokoh agama, para ulama betul-betul bisa melaksanakan tugas deradikalisasi ini.

Itu justru peran utama yang sangat mengemuka untuk membimbing umat, membimbing siapapun agar kita tidak radikal dalam arti melawan hukum dan melakukan kekerasan. Kemudian intelijen lapangan, intelijen territorial juga harus dijalankan dengan baik. TNI harus senantiasa siap untuk berkolaborasi dengan Kepolisian sesuai dengan undang-undang dan rules of engagement, ada aturannya.

Yang keenam, disiplin dan integritas jajaran TNI dan Polri. Tema dari rapim ini juga ada yang good governance. Misi pemerintah dalam RKP 2011 juga good governance. Saya ingin betul-betul saudara menjadi contoh dan memberi contoh terhadap ini semua. Masih ada oknum yang menyimpang, yang tidak bisa menjaga integritas dan disiplinnya, berikan sanksi, termasuk sejumlah oknum di jajaran Kepolisian yang kemarin melaksanakan penyimpangan, berikan sanksi. Dengan demikian, kepercayaan rakyat kepada Kepolisian tetap terjaga dan juga kepada kita semua, termasuk jajaran TNI, ada kesalahan-kesalahan, disiplin integritas juga berikan sanksi.

Jangan karena jiwa korsa kita melakukan sesuatu yang salah, budaya yang salah. Jangan cederai reformasi. Kalau membela anak buah, belalah dengan cara memberikan bantuan-bantua agar semuanya menjadi adil, menjadi adil, itu caranya membantu.

Yang ketujuh atau yang terakhir adalah kesejahteraan prajurit dan anggota Polri. Saudara-saudara, ini bukan retorika, ini bukan janji-janji kosong, ini bukan kebohongan, kesejahteraan prajurit tiap tahun kita dinaikkan, gaji dan yang lain-lain. Remunerasi telah kita berikan. Remunerasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan prestasi. Sampaikan kepada seluruh jajaran TNI dan Polri. Ini tahun keenam atau tahun ketujuh, gaji presiden belum naik. Betul. Tapi memang saya niati, saya ingin semua sudah mendapatkan kenaikan yang layak, yang tepat, dan adil. Oleh karena itu, tolong dilaksanakan dan diimplementasikan dengan baik peningkatan kesejahteraan rakyat itu.

Dan satu masalah perumahan, masalah perumahan tolong diatasi dengan baik. Pengalaman sekarang ini carry over dari apa yang terjadi sekian belas tahun yang lalu. Oleh karena itu, hidupkan tabungan wajib perumahan, hidupkan skema atau cara-cara anggota kita suatu saat bisa mendapatkan rumah yang pas, yang layak, sesuai dengan penghasilannya dan itu akan mengurangi permasalahan perumahan di kelak kemudian hari. Saya tahu tidak mudah. Di sini harus menegakkan aturan, di sana diperlukan metode yang lebih persuasif dan sebagainya.

Saya serahkan penuh kepada Panglima TNI dan Kapolri dan saudara semua untuk menyelesaikan masalah itu sebaik- baiknya. Yang penting jangan nanti pimpinan TNI 15 tahun lagi dari sekarang dan juga Polri harus mewarisi masalah karena kita tidak menata dan tidak menertibkan dengan baik.

Itulah para jenderal, laksmana dan marsekal, pimpinan TNI dan Polri yang menjadi instruksi dan direktif saya. Laksanakan dengan baik, agar negara ini bertambah aman, bertambah damai, bertambah adil, bertambah demokratis dan bertambah sejahtera.

Selamat bertugas.
Wasslamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s