Duka Sepakbola Nasional (Investigasi Majalah Tempo)

Posted: 24 Januari 2011 in Arbiter, Hukum
Tag:, , , , , , , , , , , , ,

Tak aneh bila PSM Makassar, Persibo, dan Persema pindah jalur ke LPI. Karut-marut kompetisi yang diselenggarakan PSSI (ISL) ternyata jadi penyebabnya. Gayus tak sendirian dalam hal ini, banyak yang sepertinya dengan ranah beda. Sepakbola nasional ternyata diwarnai permainan kotor a la Gayus Tambunan dengan penggunaan kekuatan uang dan kekuasaan.

Sepakbola nasional selayaknya berduka. Investigasi Majalah Tempo menemukan beberapa keganjilan dalam kompetisi. Suap, jual-beli wasit, gratifikasi, dan pengaturan pertandingan jadi sesuatu yang “biasa” di setiap pertandingan. Pantas saja bila sepakbola nasional cenderung mundur dibandingkan era 1980-an atau sebelumnya.

Inilah tanda duka sangat nyata bagi kemajuan sepakbola nasional. Pertandingan sepakbola yang seharusnya menarik jadi penuh rekayasa. Sepakbola tak lagi dengan sportivitas, tapi semangat hanya ingin meraih kemenangan dengan segala macam cara. Sayangnya, PSSI dalam hal ini cenderung diam saja dengan fenomena ganjil ini.

Sangat pantas bila beberapa klub menyeberang ke LPI guna bisa menikmati indahnya sepakbola. Tanpa ada permainan uang, bermain dengan sportif, dan tercipta banyak gol indah di setiap pertandingan. Semua itu hanya jadi harapan di tengah karut-marut pengelolaan klub dan sepakbola secara nasional. Sepakbola kita sudah teracuni uang, bukan dalam arti industrialisasi, akibat salah urus.

Pilihan sepertinya hanya tinggal satu, mereformasi PSSI. Menjadikan induk olahraga sepakbola ini lebih transparan dan kredibel. Tak bisa dibiarkan seperti yang terjadi saat ini. Aturan harus ditegakkan dengan konsisten dan PSSI tak boleh lagi diatur dari balik jeruji besi seperti dulu. Tanpa itu semua, kejayaan sepakbola nasional hanya akan jadi kenangan tanpa bisa mewujudkannya lagi di masa mendatang.

Hasil investigasi Majalah Tempo:

Kompetisi dengan Spesialis Blunder dan Kado Penalti

Dana Ajaib Raja Penalti

Uang Aman Pemimpin Lapangan

Aneka Akting Lapangan Rumput

Nirwan Bakrie: Wasit Memang Agak Rawan

Sumber gambar: ini

Iklan
Komentar
  1. […] This post was mentioned on Twitter by Arief Setiawan, Arief Setiawan. Arief Setiawan said: PSSI tak ada duanya deh @Duka Sepakbola Nasional (Investigasi Majalah Tempo): http://t.co/phKoxcp […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s