Pidato Presiden: Pengantar pada Sidang Kabinet bidang Polhukam

Posted: 18 Januari 2011 in Politik
Tag:, , , , , , , , , , , , ,

TRANSKRIPSI
PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA
SIDANG KABINET BIDANG POLHUKAM
KANTOR PRESIDEN, JAKARTA
17 JANUARI 2011

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu”alaikum warahmatullahi wabaraktuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara wakil presiden dan para peserta Sidang Kabinet yang saya hormati, Alhamdulillah, hari ini kita kembali melaksanakan Sidang Kabinet bidang politik, hukum dan keamanan dengan agenda penegakan hukum, utamanya topik utama dalam Sidang Kabinet kita hari ini adalah penegakan hukum untuk kasus Saudara Gayus Tambunan dan juga kasus Bank Century.

Sidang Kabinet ini, kita laksanakan sebagai satu update katakanlah atau untuk mendengarkan progress report, laporan kemajuan, dalam upaya penegakan hukum terhadap kasus-kasus yang saya sebutkan tadi. Disamping itu, dalam perkembangannya sebagaimana kita ketahui ternyata, pelanggaran dan kejahatan yang terjadi bukan hanya kejahatan atau yang disebut dengan mafia peradilan dan juga mafia perpajakan, tetapi menyentuh juga kejahatan di bidang keiimigrasian, yang tentu saja ini mesti mendapatkan atensi dan penanganan yang sungguh sangat serius.

Saya juga mendengar, akhir-akhir ini, sorotan dari masyarakat luas terhadap penegakan hukum, utamanya kasus Gayus Tambunan juga makin tajam dan mengemuka, karena masyarakat juga menganggap masalah ini serius dan nampaknya mereka tidak cukup mendapatkan penjelasan atas langkah-langkah penegakan hukum yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh para penegak hukum. Penjelasan yang efektif, penjelasan yang relatif lengkap, dengan demikian, masyarakat luas mengikuti apa yang dilakukan oleh keseluruhan jajaran penegak hukum.

Dalam sidang kabinet ini, pertama-tama saya akan meminta nanti para pejabat terkait untuk melaporkan dan menjelaskan semua langkah penegakan hukum yang sedang dilakukan. Apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai, masalah dan hambatan apa yang dihadapi, serta bagaimana mengatasi masalah serta hambatan itu. Berturut-turut nanti saya akan meminta mulai dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamaanan, kemudian Kapolri, Jaksa Agung, Menteri Hukum dan HAM, Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, dan Kepala PPATK.

Saudara-saudara,
Sebagaimana yang saya sampaikan pada tanggal 10 Januari yang lalu, dihadapan rapat kerja pemerintah di awal tahun 2011, saya katakan waktu itu bahwa meskipun ada sejumlah prestasi dalam pemberantasan narkoba, misalnya, pemberantasan terorisme, dan kejahatan yang lain, tetapi saya masih prihatin dan kita semua juga prihatin, ternyata dalam upaya pemberantasan korupsi masih ada masalah-masalah yang mendasar, termasuk keterlibatan para penegak hukum itu sendiri, oknum penegak hukum itu sendiri dalam upaya pemberantasan korupsi. Tentu saja ini membuat permasalahan makin melebar dan makin serius. Oleh karena itu, tidak ada solusi lain sebagaimana tekad kita semua untuk lebih mengintensifkan penegakan hukum, utamanya pencegahan dan pemberantasan korupsi ini.

Saudara-saudara,
Saya juga mengikuti percakapan di ruang publik, di wilayah masyarakat luas tentang, saya baca di beberapa media, sudah saatnya Presiden turun langsung dalam penegakan hukum atas kasus Gayus Tambunan ini misalnya. Saya ingin menegaskan sekali lagi ke hadapan seluruh rakyat Indonesia bahwa meskipun saya tahu ada wilayah kedaulatan hukum yang harus saya hormati sesuai dengan Undang Undang Dasar, undang undang, dan ketentuan hukum itu sendiri. Misalnya, dalam proses penegakan hukum, ada itu domain atau wewenang dari para penyelidik, dan penyidik, penuntut umum, majelis hakim, pembela atau pengacara, tetapi dalam upaya pemberantasan korupsi ini, saya tentu akan tetap involved, akan masuk untuk memastikan semua simpul, semua lembaga bekerja dengan benar, bekerja secara efektif, dan tentunya sungguh-sungguh seperti yang sesungguhnya selama ini saya jalankan selaku Presiden Republik Indonesia.

Saya tahu batasnya, kapan saya harus menghormati kedaulatan hukum, dan kapan yang saya harus menangani secara langsung untuk tujuan yang baik. Seperti dulu ketika terjadi silang pendapat yang amat luas di lingkungan masyarakat luas tentang kasus Saudara Chandra dan Saudara Bibit. Saya harus involved, harus masuk, harus ikut mencari solusi yang baik, baik tentunya untuk kepentingan bangsa dan negara. Peran dan fungsi seperti itu akan terus saya lakukan, demi berhasilnya penegakan hukum ke depan ini, termasuk atau utamanya dalam upaya pemberantasan korupsi.

Saudara-saudara,
Itu yang ingin saya sampaikan sebagai pengantar. Nanti diakhir sidang kabinet ini, saya akan mengeluarkan instruksi khusus, utamanya kepada para penegak hukum yang berada di bawah kepemimpinan dan koordinasi saya, karena banyak simpul penegak hukum yang di luar kepemimpinan, tanggung jawab, dan kewenangan saya. Meskipun sebagai kepala negara, saya ingin semua berkolaborasi demi berhasilnya pemberantasan korupsi di negeri ini.

Demikian pengantar saya, dan setelah ini berturut-turut saya berikan kesempatan mulai dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Terima kasih.

*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan

Sumber: ini

Iklan
Komentar
  1. joko berkata:

    GARING. NGGAK ADA GREGETNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s