Kelor. Pohon dengan nama latin Moringa oliefera Lamk ini senantiasa dikaitkan dengan kematian. Hampir setiap orang pasti membayangkan hal seram bila melihatnya. Terutama orang jawa, kelor sering digunakan untuk ritual kematian. Memandikan jenazah atau mempermudah seseorang yang sulit meninggal. Namun, dibalik itu semua, ada kelezatan tiada tara di setiap helai daunnya.

Bagi mayoritas masyarakat, menjadikan daun kelor untuk sayur berkuah serasa agak tabu. Tentu saja bukan karena beracun atau membahayakan kesehatan, tapi akibat penggunaannya sering untuk ritual kematian. Bagi masyarakat di daerah tapal kuda, Jawa Timur, daun kelor punya kenikmatan tersendiri. Jadi sayur segar yang sangat nikmat untuk jadi santapan di pagi atau siang hari. Sungguh tak terbayangkan kenikmatannya.

Masyarakat Lumajang, Jawa Timur, jadi pengguna abadi daun kelor. Tak hanya untuk ritual kematian, juga jadi santapan nikmat nan murah meriah. Belum bisa dikatakan ke Lumajang kalau belum menikmati segarnya sayur kelor dengan kuah bening ini. Bahkan, seorang teman sampai penasaran dengan jangan kelor khas Lumajang.

“Ini ya jangan kelor. Enak sekali dan baru kali ini saya menyicipinya,” kata seorang teman ketika menyantap jangan kelor.

Rasa penasaran teman tadi pun terobati juga. Di daerah asalnya, kelor tak dimasak untuk makanan, tapi hanya dipakai ketika memandikan jenazah atau mempermudah seseorang yang sulit meninggal. Orang dekat sang teman ini pun sampai penasaran dengan jangan kelor yang sangat dirindukan oleh hampir semua perantauan dari Lumajang.

“Wah, kelor kan biasanya dipakai untuk memandikan jenazah. Apa saja bumbu untuk membuat jangan kelor? Saya penasaran sekali,” katanya.

Jangan kelor lebih nikmat lagi bila disantap dengan pasangan serasinyanya. Nasi jagung, dadar jagung, ikan asin, dan mendhol tempe merupakan pasangan serasi baginya. Tentu saja, kata orang, biar lebih nikmat, jangan lupa menambahkan sambal terasi (saya ga pernah nyoba kalau yang ini, soalnya emoh sama sambal). Nyamleng. Begitu lah orang jawa seusai menyantap makanan yang sangat lezat. Apalagi menyantap jangan kelor kala matahari sedang terik. Wow…serasa di Vladivostok…(lebay ah..hehe).

Kepingin mangan jangan kelor karo iwak mendhol (Ingin makan jangan kelor sama lauk mendhol),” teriak seorang teman di jejaring sosialnya.

Tak hanya daun, buah kelor juga bisa untuk sayur berkuah seperti saudaranya. Buah kelor yang biasa di sebut klenthang ini juga sangat nikmat. Tentu saja jadi sayur berkuah. Namun, racikan bumbu dan rasanya beda dengan jangan kelor. Begitupula ketenarannya, jauh di bawah jangan kelor. Meski demikian, rasanya tak kalah jauh dengan saudara tuanya itu. rasanya agak masam karena jangan klenthang ini diracik dengan buah asam agar lebih segar.

Selain untuk sayur, masih banyak lagi fungsi kelor. Salah satunya untuk obat tradisional dan mengatasi kekurangan gizi. Bijinya juga bisa untuk teknologi tepat guna penjernihan air. Namun, saya tak akan membahas soal itu di sini. Cukup dengan cerita tentang betapa nikmatnya jangan kelor dan klenthang a la Lumajang. Meski demikian, beragam variasi juga bisa ditemui di berbagai daerah terkait pengolahannya. Perlu kiranya untuk mengenalkan jangan kelor ke seantero dunia (Yakpo carane yo? Nang Antartika iso urip ta wit e?) untuk menggenapi peribahasa: dunia tak selebar daun kelor…

Sumber gambar 1: ini

Iklan
Komentar
  1. Aku lagi berkata:

    Jgn salah, ga cuma di lumajang aja, di kawasan timur indo jg ada lhoo…tp kykna ga disayur bening, t4na di kupang kalo ga salah *lupa*

  2. Aku lagi berkata:

    Oya, lbh komplet lg kalo anda nulis resep jangan kelor n iwak mendhol jg, ditunggu!

  3. Dominguest berkata:

    mantab

  4. undick berkata:

    Slurup..ngiler kepengen jangan kelor oom. Karo iwak klothok, sambel terasi, dadar jagung tambah mendhol. Suipp

  5. cak_nder berkata:

    jangan kelor ditambah pelasan (pepes) tongkol,, wih tambah mantab,,
    salam dari banyuwangi,, yang juga jangan kelor jadi makanan sehari2 di sana,, jangan klenthangnya juga,,..

  6. adinda satya berkata:

    Jangan bening kelor bumbune sm dg jangan bening laine {bawang merah, naeang purtih, kunci, garam dan sdikit gula}

  7. adinda satya berkata:

    Jangan bening kelor bumbune sama dengan bumbu jangan bening laine, kunci, bawang merah, bawang putih, garam dan sdikit gula, mudah kan????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s