Polemik PSSI vs LPI akhirnya “berhasil” menyeret pelatih Timnas, Alfred Riedl, untuk terlibat. Riedl pun turut beraksi atas ancaman tak bisa masuk Timnas bagi pemain yang berlaga di LPI. Dia pun akhirnya patuh juga pada PSSI, tak memanggil pemain yang tampil di LPI. Sangat ironis karena ia telah terkontaminasi arogansi PSSI.

Penolakan pemanggilan pemain yang berlaga di LPI untuk Timnas U-23 memunyai alasan sama dengan PSSI. LPI belum direstui PSSI dan ia pun memutuskan hanya membawa pemain yang berkompetisi resmi PSSI. PSSI dengan alasan statuta FIFA dan organisasinya tak memanggil mereka meski harus mengompas hak setiap warga negara untuk membela Tim Merah Putih.

Apa yang dilakukan PSSI dan Riedl pada dasarnya ahistoris. Alasan tak dipanggilnya pemain yang berlaga di LPI hanya akal-akalan saja. Siasat untuk menutupi kebobrokan dan ketidakberdayaan PSSI dalam memajukan sepakbola nasional. Bahkan secara hukum positif nasional, mereka memunyai hak untuk membela Timnas meski PSSI melarang. Peraturan Pemerintah terbaru, nomor 22 Tahun 2010 tentang Program Indonesia Emas (Prima) menyatakan, atlet bisa mengajukan sendiri ke Prima asalkan memunyai prestasi internasional.

Selain itu, dalam banyak kasus, pemain yang berlaga di ajang internasional tak semunya memunyai klub. Bintang Ghana pada Piala Dunia 2010, Stephen Appiah, tak punya klub berlaga di ajang bergengsi itu. Stephen pada 2009 keluar dari Bologna dan baru mendapatkan klub pada Agustus 2010. Younghusband bersaudara juga tak punya klub ketika berlaga di Piala AFF kemarin. Duo Filipina ini bisa tampil dengan ciamik dan tanpa masalah seperti alasan PSSI dan Riedl.

Mantan kapten Timnas, Bima Sakti, juga pernah mengalami hal sama. Pasca bermain di Helsingborg, pemain jebolan Primavera ini tak terikat kontrak dengan klub selama dua tahun (1996-1998). Nyatanya, ia tetap bisa tampil di berbagai ajang kejuaraan internasional membela Timnas Indonesia. Ia membela Timnas pada Piala Dunhill 1996 di Malaysia, Piala Asia 1996, dan SEA Games 1997.Sangat aneh bilamana PSSI dan Bang Riedl menggunakan alasan aturan FIFA untuk menghambat pemain yang berlaga di LPI. Karena itu, aroma dendam dan diskriminasi sangat terasa dalam keputusan ini. Inilah wajah PSSI kita

Tak boleh Diam

Gonjang-ganjing yang terjadi saat ini harus diakhiri. Arogansi PSSI tak boleh diteruskan. Diskriminasi terhadap atlet perlu dapat shock therapy agar hak setiap warga negara/orang terlindungi. Aturan ini tak boleh berlangsung karena, menurut Pramoedya Ananta Toer, dengan melawan kita tak sepenuhnya kalah.

Banyak cara bisa dilakukan agar arogansi PSSI berakhir. Aturan hukum tentang Prima perlu diimplementasikan sesegera mungkin. Kiranya, pemain yang berlaga di LPI dan memunyai kualitas mumpuni untuk membela Timnas perlu didorong untuk mengikuti Prima. Sangat menarik bila ini dilakukan dan sang atlet bisa membela Timnas. Berjuang membela merah putih sekaligus menampar kepongahan PSSI.

Langkah lain perlu juga diambil sebagai upaya serius memperbaiki sepakbola nasional. Dengan menggunakan aturan yang ada, tuntutan hukum sangat penting untuk dilakukan. Adanya diskriminasi dalam olahraga dapat jadi sasaran utama tuntutan hukum ini. Semua cara perlu diambil, apa pun hasilnya kelak. Jadi sebuah tanda atas ketidaktundukkan kita terhadap arogansi semacam ini. Sekaligus, juga jadi sarana untuk menampar PSSI dan sikap Riedl yang membebek itu.

Jangan ada diskriminasi pada olahraga. Tak usah gubris aturan gila PSSI. Bang Riedl, kau melatih saja dengan tenang tanpa gangguan. Ikuti kata hatimu dalam pemanggilam pemain Timnas U-23. Tak usah ikut campur dengan “sinetron” buatan PSSI ini. Latih, latih, dan latih mereka agar Indonesia bisa berjaya dalam sepakbola.

Hidup sepakbola nasional! Hidup Timnas (bukan PSSI-nya lho!!!)

Referensi:
http://bola.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2011/01/05/brk,20110105-304038,id.html
http://bola.kompas.com/read/2011/01/08/16030395/Tondo.Ancaman.FIFA.Salah.Alamat
http://bola.kompas.com/read/2011/01/08/21085175/Bima.Gugat.Pelarangan.Pemain.LPI.Masuk.Timnas
http://www.antaranews.com/berita/1281324283/stephen-appiah-dikontrak-cesena

http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/01/08/185920/1542399/76/nurdin-pernah-intervensi-pertandingan-dari-balik-jeruji-besi

Sumber Gambar: http://beritasore.com/news/wp-content/uploads/2010/12/Riedl.jpg

Iklan
Komentar
  1. […] Langkah hukum ini harusnya dilakukan oleh para pemain yang berlaga di LPI. Setiap warga negara pada dasarnya berhak dan wajib dalam membela tanah air. Bermain sepakbola untuk Timnas merupakan salah satu wujud ikut serta dalam bela negara dalam arti luas. Langkah PSSI dalam hal ini harus juga diajukan ke meja hijau karena telah merampas hak konstitusional warga negara. Setiap warga negara berhak untuk bisa bermain bagi Timnas. Aturan yang dipakai PSSI dalam merampas hak pemain pun pada dasarnya absurd (lihat artikel ini). […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s