Suporter Sepakbola Indonesia, Bersatulah!

Posted: 2 Januari 2011 in Arbiter
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,

Kegagalan Tim Nasional Indonesia menjadi juara Piala AFF akhir tahun lalu menambah daftar hitam sepakbola nasional. Gelar juara yang sudah lama tak disandang Indonesia menambah kegalauan kita semua. Kegagalan ini bukanlah tanpa sebab, ada faktor di balik layar yang mempengaruhinya. Bukan juga karena pemain, tapi akibat kegagalan organisasi sepakbola nasional (PSSI) dalam melakukan pembinaan dan pengelolaan. Indonesia pun miskin prestasi selama pengurus PSSI sekarang menjabat.

Di balik kegagalan kemarin, ada hikmah yang bisa dipetik. Ya, kekuatan pemain ke-12 yang begitu antusias dan penuh semangat dalam mendukung Timnas di setiap pertandingan. Tak peduli hasil yang akan diraih, tetap mengobarkan semangat para pemain. Namun, kejuaraan Piala AFF tersebut juga menghasilkan kontradiksi, arogansi dari PSSI. Suporter dibelenggu kebebasan berekspresinya dengan kasar. Dipaksa patuh pada satu orang, siapa lagi kalau bukan Nurdin Halid. Sang Ketua Umum PSSI secara de jure (secara de facto, para suporter/pecinta sepakbola nasional tak menginginkannya lagi-tolong koreksi bila pernyataan ini salah).

Jadwal kompetisi yang amburadul, pembinaan pemain asal-asalan, dan buruknya kinerja organisasi merupakan wajah PSSI saat ini. bahkan, PSSI pun bisa dikendalikan dari balik bui sehingga sangat aneh dan ganjil. Dengan berbagai dalil, keadaan ini dipertahankan. Apa yang akhirnya terjadi pun menjelma juga, Indonesia miskin prestasi di kancah internasional. Kenangan Indonesia di era 1950-1980-an sebagai kekuatan dahsyat sepakbola Asia hanya jadi catatan saja. tak usah Asia, untuk ASEAN saja masih harus tertatih-tatih. Sungguh ironis.

Paradoks ini senantiasa dipertahankan oleh pengurus PSSI sekarang. Mereka tak mau mundur meski miskin prestasi. Malah tanpa malu ingin terus menjabat sampai akhir hayat. Sejumlah regulasi gila pun dikeluarkan untuk menutupi ketidakmampuannya. Salah satunya, pemain yang berlaga di LPI tak berhak masuk Timnas Indonesia. Ya, apalagi yang bisa dibuat pengurus PSSI selain mengambil tindakan “koersif” untuk bertahan. Mirip dengan rezim Suharto saat berkuasa, menekan lawannya agar diam. Namun, tetap ada kekuatan yang tak bisa membisu: para pecinta sepakbola nasional.

Kita Satu

Dalam sepakbola nasional, tak bisa dielakkan, kita punya “pujaan hati” sendiri-sendiri, entah itu Viking, Bonek, Aremania, The Jack, Pasoepati atau apa pun itu. Seringkali gesekan terjadi di antara kita, para suporter. Sayangnya, itu terjadi juga di luar lapangan hingga menimbulkan kerugian material dan jatuhnya korban jiwa. Kondisi demikian tentunya sangat merugikan persepakbolaan nasional. Upaya untuk mengakhiri konflik antar suporter ini harus dilakukan untuk menyatukan kekuatan melawan arogansi PSSI.

Suporter sepakbola Indonesia pada dasarnya hanya satu. Ya, satu meski masing-masing punya preferensi beda. Perbedaan idola ini harusnya tak jadi halangan untuk memajukan sepakbola nasional, bukan malah merusaknya. Mari jadikan konflik ini sebagai sejarah. Jadi catatan untuk melangkah ke depan agar sepakbola Indonesia bisa berjaya lagi di tengah kepongahan pengurus PSSI saat ini. Tak ada pilihan lain untuk meruntuhkan rezim Nurdin Halid selain kekuatan suporter sepakbola nasional.

Apa yang terjadi ketika Timnas bertanding di Kejuaraan Piala AFF lalu merupakan bukti nyata kekuatan itu. Semangat suporter sepakbola nasional bak oase di tengah keringnya prestasi selama satu dekade lebih ini. kekuatan tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya dukungan masyarakat terhadap sepakbola. Tak perlu lagi kita saling menyerang karena dia Bonek/The Jack/Viking/Pasoepati/Aremania/apa pun juga. Semangat mendukung Timnas harus kita usung untuk merobohkan tembok rezim pengurus PSSI sekarang.

Rezim PSSI akan sangat sennag bilaman kita terus berkonflik. Kekuatan besar kita jadi tak padu bak pisang dalam satu tandan. Aremania, Bonek, Pasoepati, Viking, The Jack, Delta Mania, dan semua suporter di Indonesia harus bersatu. Tanpa itu, prestasi yang sering kita dambakan bakal hanya ada dalam mimpi saja. Rezim pengurus PSSI sekarang akan terus bertahan dan kita akan tenggelam. Hanya itu saja pilihannya. Bersatu untuk terbit menantang atau berperang agar tenggelam. Pengurus PSSI sekarang harus turun. Suporter Sepakbola Indonesia , Bersatulah!

Sumber gambar:
1. INI
2. INI
3. INI
4. INI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s