Sinetron a la Gayus

Posted: 19 November 2010 in Arbiter
Tag:, , , ,

“Paling enak jadi Gayus. Tak usah kerja keras tapi duitnya banyak dan tidak perlu n aik kereta yang sumpek seperti ini,” ujar seorang penumpang kereta api yang tak kebagian tempat duduk menghibur diri. Gayus bukan sekedar nama, lebih dari itu. Tak sekedar identitas dengan nama Gayus Halomoan Tambunan. Gayus sudah menjadi simbol korupsi sejak kasus mafia pajaknya muncuk ke permukaan. Gayus saat ini bukan orang biasa, sudah jadi ikon amoralitas dalam masyarakat.

Gayus jadi bintang, melebihi super star sesungguhnya. Namanya terus disebut dan senantiasa jadi pembicaraan luas hingga presiden pun turut nimbrung. Semuanya ikut bingung dengan fenomena Gayus ini. Namun, banyak yang yakin, kasus Gayus ini hanyalah puncak dari gunung es. Masih banyak kasus serupa yang tak muncul ke permukaan.

Gayus tak lagi sekedar nama atau istilah tanpa makna. Istilah “gayus” sudah jadi trade mark tersendiri untuk menyebut suatu penyimpangan, korupsi. Namnya juga sudah jadi “fashion” di tanah air, apalagi kalau bukan wig. Semakin terkenal saja dia dan bertambah pula makna yang melekat pada nama “Gayus.” Tentu saja hal ini harus dibedakan dengan pemilik nama Gayus lainnya, seperti Ketua BK DPR, Gayus Lumbuun.

Gayus…Gayus…Teruslah mengoceh dan berulah selama di tahanan biar semakin terbuka saja borokmu. Juga borok lainnya…Biar rating semua sinetron di semua stasiun televisi kita hancur. Kalah dengan ketenarannmu yang memalukan itu…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s