Dialog “YES”, Debat “NO”

Posted: 22 September 2010 in Arbiter
Tag:, , ,

Seringkali kita mendengar suatu perbincangan untuk mendebatkan suatu agama. Entahn dalam kehidupan sehari-hari atau internet atau media lainnya. Kata ini seolah-olah sakti untuk membuktikan apakah suatu ajaran agama lebih benar dibandingkan lainnya. Ya, inilah realitas yang terjadi saat ini.

Debat agama. Kalimat ini sejatinya cukup menggelikan bagi saya pribadi. Apa yang hendak diperdebatkan dari agama? Perbedaannya kah atau klaim sebagai satu-satunya jalan menuju surga, atau lainnya? Sangat sumir mengingat dalam ajaran suatu agama memunyai perbedaan sangat signifikan, yaitu cara memahami Yang Maha Kuasa.

Tiap-tiap keyakinan (agama) memunyai cara pandang sendiri untuk menuju Tuhan-nya. Tentu saja, mereka memunyai cara tersendiri yang satu sama lain berbeda. Apalagi bila diakitkan dengan persoalan transenden. Cara pandang dan aplikasinya berbeda dan hal itu bukanlah sesuatu yang layak untuk diperdebatkan karena tak akan ada titik temunya.

Masalah aqidah. Inilah sesuatu yang sejatinya tak perlu untujk diperdebatkan. Biarkan masing-masing berjalan sesuai keyakinannya tanpa perlu dibantah dengan berbagai argumen muluk-muluk. Perlu diingat, memperdebatkan hal ini sama halnya dengan mengasah pedang permusuhan karena masing-masing punya perspektif sendiri beserta landasan kuat untuk mengimplementasikannya.

Debat dalam konteks agama sangatlah kontraproduktif. Hanya menghabiskan tenaga karena tak akan melahirkan sesuatu yang konstruktif. Bisa saja malah melahirkan permusuhan baru di kalangan umat beragama. Artinya, tak perlu membantah bahwa di ayat pada kitab suci A adalah salah karena menurut kitab suci B bukanlah begitu. Ya, itu cukup dipahami saja eksistensinya.

Oleh karena itu, multikulturalisme dengan saling memahami perbedaan adalah jawaban paling masuk akal terkait keberagaman agama. Jalan dialog untuk menemukan titik temu dalam persoalan tertentu adalah pilihan bijak. Terutama segala hal yang bisa menimbulkan konflik karena tak ada satu pun agama di dunia ini yang mengajarkan permusuhan. Hanya oknum gila kuasa saja yang menginginkannya, bukan ajaran agama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s