WMD a la Indonesia

Posted: 13 Agustus 2010 in Arbiter
Tag:, , , , , ,

Pada 2003 silam, dunia dibuat geger oleh ulah Paman Sam dengan sekutunya terhadap Irak. Invasi AS dan sekutunya dilancarkan dengan membabi-buta terhadap Negeri 1001 Malam ini. Jutaan warganya harus menderita kibat serangan ini dan kepemimpinan rezim Saddam Hussein pun runtuh akibat invasi. Begitupula monumen-monumen tentangnya.

Serangan AS di Irak membuat mata dunia terbelalak, marah. Protes atas serangan ini bermunculan hamper di semua negara, termasuk AS sendiri. Jutaan warga dunia berduyun-duyun memrotes kebijakan perang ini. Presiden Bush (AS) dan PM Blair (Inggris) jadi pusat caci maki karena kebijakan mereka terhadap Irak.

Irak yang sebelumnya tenang berubah total akibat serangan tentara AS dan sekutunya. Irak berubah jadi ladang pembantaian. Ribuan warga Irak tewas akibat bombardir tentara AS. Begitupula bagi para tentara AS, Irak adalah neraka. Di Negeri 1001 Malam ini, ribuan tentara AS meregang nyawa. Jumlahnya jauh lebih besar dari Perang Vietnam pada 1970-an.

Apa gerangan yang membuat AS dan sekutunya kalap terhadap Irak? Senjata pemusnah massal (weapon mass destruction-WMD) jadi alasan utama invasi. Irak di bawah kepemimpinan rezim Saddam Hussein dituduh memunyai senjata biologi. Senjata pemusnah massal tersebut dituduhkan ada meskipun laporan independen bentukan PBB menyatakan nihil. ”WMD” membuat Irak luluh-lantak hingga sekarang.

Di belahan bumi lainnya, dunia hanya diam ketika suatu negara memroduksi WMD secara massal dan legal. Tak ada reaksi apa pun dari dunia karena keberadaan WMD yang ia miliki. Dunia pun hanya membisu meskipun korban jiwa berjatuhan. Tentu saja, senjata ini cukup menakutkan meskipun berdenominator rendah. Dengan kata lain, senjata yang efektif dan efisien.

Apakah gerangan WMD yang hanya bisa membuat dunia membisu? Tabung gas 3 kg. Inilah WMD yang saat ini sedang disebar secara legal di rumah-rumah penduduk. Setiap saat dapat jadi ancaman karena rendahnya kontrol ketika produksi dilakukan. Dalam bahasa sederhana, standarisasi produksi tabung gas ”melon” ini sangat rendah. Ledakan pun akhirnya jadi ”sahabat” sehari-hari di tiap rumah penduduk.

Korban berjatuhan, masyarakat pun mempertanyakan kembali program konversi minyak tanah ke gas. Masyarakat membuang tabung gas ”melon” ke pelataran rumahnya. Bahkan, ada kampung yang menyelenggarakan pemilihan umum untuk menentukan apakah menggunakan minyak tanah atau gas. Hasilnya, mereka secara mayoritas memilih kembali menggunakan minyak tanah.

Senjata pemusnah massal bernama tabung gas LPG 3 kg ini untungnya tak mengubah konstelasi dan konstetasi politik global. PBB pun tak menurunkan tim independen untuk memantaunya. AS dan sekutunya yang penuh dengan phobia hanya diam saja. WMD yang satu ini memang bukanlah senjata militer. Namun, WMD menyerupai buah melon ini sama-sama mematikan dengan perlengkapan perang tersebut.

Iklan
Komentar
  1. james berkata:

    haha.. boleh juga tu analogi buah melonnya.. salam kenal coy..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s