(Dia Bernama) Hunbun

Posted: 26 Juni 2010 in Arbiter
Tag:, , ,

Sekilas tampak seperti seekor anjing. Tampang, air muka, dan bentuk tubuh sangat menyerupai salah satu hewan favorit untuk piaraan ini. Tak ada satu pun yang bisa menyangsikan kemiripannya. Namun, dugaan itu salah. Salah besar. Dia bukanlah seekor anjing atau hewan satu ordo atau menyerupai dirinya.

Dipandang dengan penuh perhatian tanpa mengerdipkan mata, jawaban atas pernyataan siapa dia baru bisa ditemui. Bukan anjing memang, tapi seekor beruang kecil yang manis dan lucu. Beruang yang tak menggambarkan kekuatan otot dan giginya kala sedang merobohkan batang pohon atau menagkap ikan untuk dimakan. Seeokor beruang kecil. Beruang kutub tepatnya.

Dengan baju berwarna pink dan scarf merah, beruang itu bebas berkeliaran. Bukan di kebun binatang atau taman safari. Beruang itu hanya duduk terdiam dengan anggun dan selalu menampakkan wajah ceria. Tanpa duka dan air mata, hanya senyum kecil tersungging dengan lucu. Dia tidak lagi menakutkan selayaknya kehidupan liar di film-film dokumenter tentang kehidupan fauna.

Beruang kecil berwarna putih tak kalah dengan ”Teddy Bear” yang telah melegenda itu. Namun, bisa saja mereka memunyai akar yang sama sebagai beruang dengan segala kesempitan hidup di alam liar. Harus bertarung dengan manusia yang memunyai segala macam taktik-upaya untuk mengalahkan kehidupan mereka. Manusia-manusia rakus yang ingin menguasai alam dengan mengandalkan ”keagungan” rasionalitas mereka.

Masih teringat kisah ”Teddy Bear” yang nasibnya beruntung karena jiwa besar sang Presiden AS, Roosevelt. Presiden yang gemar berburu ini menolak menembak seekor beruang yang tak berdaya karena sebelumnya telah diikat oleh para pengawal sang Presiden. Sayangnya, Roosevelt kala itu menolak menjadikannya sasaran tempat dan mememerintahkan kepada para pengawalnya untuk segera melepas. ”Teddy Bear” pun tercipta dengan inspirasi dari beruang naas itu.

Tentang beruang putih ini, ia bukanlah hasil tangkapan di alam liar. Bukan hasil berburu di habitatnya hidup, wilayah kutub utara nan beku. Ia hidup di wilayah tropis nan panas. Ia bisa bertahan memberikan hiburan tersendiri kepada siapa saja yang menatapnya. Baju warna pink dan scarf merah menjadi ciri khasnya. Dia sangat baik dan ramah kepada siapa pun, tak peduli dengan apa pun.

Beruang putih ini adalah teman baru. Teman yang selalu memberi senyum meski hanya dalam diam. Teman spesial karena memang bukan sembarangan asalnya. Kecil, imut, dan lucu dengan warna putih polosnya. Dia sangat baik karena memang hanya bisa mematung saja. Dia memunyai nama, Hunbun. Bukan akronim kata yang telah populer. Namun, itulah namanya, Hunbun…:)

Jakarta, Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s