Gunung Sawur: Menengok Semeru

Posted: 2 Juni 2010 in Arbiter
Tag:, , , , , ,

Bagi pecinta alam, tak lengkap bila belum menundukkan puncak Mahameru dengan kawah jonggring saloka-nya. Berbagai rintangan harus ditebas meskipun nyawa jadi taruhan seperti yang dialami Soe Hok Gie. Meninggal akibat menghirup gas beracun yang keluar dari kawah jonggring saloka. Namun, berbagai peristiwa naas tersebut bukanlah suatu halangan untuk terus menaklukkan “tiang” Pulau Jawa ini dengan segala resikonya.

Menikmati Gunung Semeru dari jarak dekat bukan berarti harus mendakinya. Masih ada cara lain, yaitu dengan menikmatinya dari pos pengamatan gunung api. Dari tempat yang jauh, semeru tampak megah, menjulang tinggi menembus awan. Semeru ada di depan mata, dekat sekali seakan-akan mudah sekali untuk menjangkaunya. Pemandaangan itu bisa dilihat di Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Semeru di Desa Sumber Mujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Hari itu ternyata tak seperti biasanya. Semeru sedang enggan menyapa karena kabut tebal menyelimuti. Apa daya, hanya deretan awan saja yang bisa dipandang setelah berrtahun-tahun merindukannya untuk bertemu. Apa boleh buat, hanya dingin dari ketinggian 800 mdpl saja yang bisa dinikmati sembari berharap awan segera menyingkir.

“Sudah tiga hari ini, sejak pagi hingga sore, semeru tertutup awan,” ujar petugas di pos pengamatan itu.

Apa daya, niatan untuk bisa menikmati pemadangan jarak dekat pun harus dibatalkan. Tak ada pilihan lain. Barangkali hal ini petanda bila semeru ingin dijenguk lagi di lain waktu, entah kapan. Melihat kawah jonggring saloka menyemburkan asap tiap 5 menit seperti biasanya. Ya, tunggu aku kembali di lain waktu!

“Juru Kunci” Semeru

Mata terus terjaga, terbebas dari rasa bosan, dan jauh dari pemukiman penduduk. Namun, semuanya harus terjadi agar bencana yang dahsyat bisa terdeteksi lebih dini. Itulah gambaran kehidupan para penjaga Pos Pengamatan Gunung Semeru. Ditemani sepi, para penjaga pos pengamatan tersebut hidup di puncak sebuah bukit, Gunung Sawur, dengan peralatan lengkap seismografi dan teropong pantau.

Tanpa mengenal rasa bosan, mereka terus memantau aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. Secara periodik, mereka harus melaporkan aktivitas gunung yang mereka amati ke kantor pusat Badan Vulkanologi di Bandung. Terus-menerus dan tak boleh berhenti. Tak hanya itu saja, mereka juga mengamati Gunung Bromo dan Gunung Lamongan terkait aktivitas vulkanik gunung berapi itu. “Di sini (Gunung Sawur) merupakan pusat regional untuk mengamati Gunung Semeru, Lamongan, dan Bromo,” ujar salah seorang petugas.

Dengan berbagai peralatan seismografi, baik manual atau computerized, gunung-gunung tersebut terus dipantau aktivitasnya. Terutama Gunung Semeru. Gunung ini mendapatkan perhatian lebih mengingat aktivitas semburannya terjadi terus menerus dalam rentang waktu sekitar 5 menit. Oleh karena itu, semua peralatan tersebut harus terus siaga agar apabila terjadi sesuatu bisa segera dilaporkan.

“Alat yang computerized tak bisa optimal karena aliran listrik sering mati. Namun, kita ada accu untuk mengoperasikan alat manual sehingga aktivitas pengamatan dapat terus berlangsung meskipun listrik padam,” papar petugas yang mengaku berasal dari Yogyakarta ini.

Bagi masyarakat luas, Gunung Sawur atau Lumajang memang masih asing di telinga khalayak. Dua nama ini baru mencuat ketika aktivitas Gunung Semeru sedang meningkat dan jadi pemberitaan di media massa. Semua tertuju ke Gunung Sawur karena semua data tentang aktivitas Semeru terekam di sana.

“Tahu Gunung Semeru kan? Ya, di sanalah Lumajang berada.”

Iklan
Komentar
  1. mimik lestari berkata:

    Jadi kangen kampungku…desa sumbermujur…!!!rindu masa kecil…rindu lereng semeru..tempat aku dilahirkan..!!!hiks…

  2. imam soepardi berkata:

    trims..gambar yg di berikan..saya tiap bulan singgah di sebelah g.sawur..sebab polres lumajang punya tower di sebelahnya…..

  3. any berkata:

    jadi pngen ngopi d sana lagi,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s