Melawan ACFTA: Keanehan (4)

Posted: 8 April 2010 in Ekonomi-Politik
Tag:, , , ,

Penerapan ASEAN-China Free trade Agreement (ACFTA) sejak 1 Januari 2010 telah menunjukkan dampaknya terhadap perekonomian nasional. Usaha Kecil Menengah (UKM), buruh, dan industri dalam negeri telah merasakan sedikit dampaknya. Beragam protes pun berlangsung atas penerapan perjanjian tersebut. Presiden Yudhoyono pun secara tak langsung mengakui adanya dampak negatif dari penerapan ACFTA. Bersama Perdana Menteri China Wen Jiabao, ia akan mencari jalan keluar terhadap sektor-sektor tertentu yang terkena dampak dari pelaksanaan ACFTA (Presiden Berjanji Mencari Jalan Keluar Dampak ACFTA, Kompas, 8/4).

Adanya pengakuan Presiden tentang dampak dari ACFTA ini menandakan keanehan tersendiri. Mengapa Pemerintah menandatangani perjanjian tersebut? Menjadi pertanyaan tersendiri bagi kita semua, ada apa dibalik penandatanganan perjanjian itu? Suatu kebijakan katastropis apabila dampaknya tak pernah diperhitungkan sebelumnya. Masyarakat pun jua yang akhirnya menajdi korban dari “keganasan” kebijakan tersebut. Inilah konsekuensi dari pemerintahan neoliberal yang menjadikan pasar sebagai acuan utama perekonomian nasional.

Sangat aneh bila suatu kebijakan strategis tak pernah diperhitungkan dampak ke depannya. Sampai-sampai, seorang Presiden harus mencari jalan keluar untuk memecahkan persoalan yang sebelumnya tak pernah dihitung. Padahal, persoalan tersebut sejatinya bisa dikalkulasikan jauh-jauh hari karena perdagangan bebas pasti membawa implikasi sangat besar terhadap perekonomian. Tentu saja, kesejahteraan rakyat dalam hal ini yang jadi taruhan dari perjudian atas nama arus besar perekonomian global.

Baru empat bulan berjalan, ACFTA telah membuat berbagai masalah. UKM banyak yang bergelimpangan, buruh mengalami keresahan, dan industri dalam negeri mengalami kemerosotan. Inilahwujud nyata dari nafas pasaryang saat ini jadi anutan pemerintahan Yudhoyono. Tampikan neoliberal yang ia tolak saat musim kampanye3 tahun lalu hanyalah omong kosong saja karena swejatinya bertolak belakang. Rezim neoliberal sedang berkuasa di negeri ini.

Nasib buruh pun jadi taruhan daeri penerapan ACFTA. Menurut Satgas ACFTA bentukan Menteri Tenaga Kerja dan transmigrasi, indikasi pelanggaran terhadap UU Tenaga Kerja nyata terjadi. ACFTA dikhawatirkan memunculkan banyak perselisihan dalam hubungan industrial karena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. (www.vivanews.com). Dengan demikian, potensi bertambahnya jumlah penduduk miskin akan semakin meningkat dengan adanya ACFTA. Dimana letak keuntungan dari penerapan ACFTA bila hal itu melahirkan kondisi demikian?

Bersambung…

Iklan
Komentar
  1. Thomas berkata:

    Bisa berbahaya kalo kita di dalam negeri nggak siap.

    • arief setiawan berkata:

      siap atau tidak, pasar bebas tetap berbahaya. Melanggengkan homo humini lupus akibat sifat homo economicus manusia…

  2. stres berkata:

    cing..cing. kapan see sakjane perjanjian ACFTA iku ditandatangani? posisi Indonesia iku yo opo nang ASEAN? Posisi ASEAN karo Cino iku yo opo? dalam konteks perdagangan tentu..

    Gali iku disik, golek motiv lah..
    pembahasan ACFTA gak iso melok2 media, media kan baru gembar-gembor tentang ACFTA ketika ACFTA mulai diberlakukan, tapi perjanjian iku dewe kapan digawe. yo opo situasi saat iku, itung2ane yo opo, strategis dan potensi yo..

    keberpihakan karo wong cilik gak iso maneh gae coro2 sing cuman ndelok penampakan kasat mata.. ayo mbot, saiki awakdewe wes gak kuliah maneh, kudu luwih jeru maneh!!

  3. Aku berkata:

    Jangan lihat dari 1 sisi, jgn ngejudge pemerintah scr spihak gt, plajari jg alasan2 pemerintah menandatangani pjanjian itu n pertimbangan2 apa saja shg kptsn itu diambil

  4. UH berkata:

    Si “Aku” memang goblok dan tidak punya “keberpihakan nilai”, masih ada juga orang kayak gitu ya, Aneh..
    keren bung Arief, mahasiswa skrg tidak banyak lagi paham fenomena apalagi mau vokal melawan ketidakadilan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s