ACFTA Terindikasi Langgar UU Tenaga Kerja

Posted: 3 Maret 2010 in Ekonomi-Politik

VIVAnews – Satuan Tugas (Satgas) Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang dibentuk Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menemukan beberapa indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan terkait dengan penggunaan tenaga kerja asing.

“Indikasinya sudah kami lihat dari perbandingan permintaan izin untuk tenaga kerja asing dan kenyataannya di lapangan,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu 3 Maret 2010.

Pelaksanaan ACFTA dipandang banyak kalangan akan mengganggu sektor ketenagakerjaan terutama jika diikuti dengan maraknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.

Penolakan ini datang bukan hanya dari kalangan serikat pekerja, tapi juga
para pengusaha. “Selaku menakertrans saya bertanggungjawab atas berkurangnya kesempatan kerja, jika banyak tenaga kerja asing,” ujarnya.

Oleh karena itu, bila kajian sudah diselesaikan, kementerian akan mengkaji lagi (review) apakah aturan penggunaan tenaga kerja asing perlu dilakukan perubahan.

Dalam laporan awal Satgas ACFTA kepada menakertrans disebutkan bahwa pelaksanaan ACFTA dikhawatirkan memunculkan banyak perselisihan dalam hubungan industrial karena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Jika pemerintah tidak melakukan beberapa persiapan dan peningkatan kapasitas pekerja, hal itu bisa mulai dirasakan pada semester kedua tahun ini.

“Pengusaha perlu melakukan beberapa pendekatan khususnya terkait dengan masalah hubungan industrial antara lain menyiapkan strategi pengamanan sosial ketenagakerjaan,” ujar Muhaimin.

Menakertrans menambahkan, momentum itu harus diikuti dengan kerja sama yang lebih erat antara pengusaha dan pekerja agar industri nasional dapat berkembang di tengah persaingan ketat ACFTA.

Beberapa kalangan memperkirakan bahwa masuknya barang dan industri China ke dalam negeri akan mempengaruhi daya tahan industri nasional.

“Kementerian tenaga kerja akan terus melakukan pemantauan jangan sampai situasi ketenagakerjaan terganggu,” tuturnya.

arinto.wibowo@vivanews.com

Sumber: dikutip langsung tanpa perubahan dari www.vivanews.com

Iklan
Komentar
  1. Alexandre Pires berkata:

    Penggunaan tenaga aasing, bukan saja mempengaruhi Pasar tenaga kerja Lokal saja,tetapi akan berdampak kepada proses perputaran dilapangan, dimana pendapatan dari tenaga asing, secara langsung akan berpengaruh.Dan pada sudut padang lain, hal ini justru akan meningkatkan akan kemiskinan, dimana banyak tenaga kerja lokal harus di PHK, alias dirumahkan, karena tenaga kerja Lokal tidak dapat bercompetisi secara skill dengan tenaga kerja asing, yang level skill pada tahapan High skill sementara tenaga kerja Lokal hanya bermain pada level, low skill.
    Justru pemerintah sendiri tidak memiliki format penyelesaian masalah ketenaga kerjaan.
    Pires,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s