Catatan Tentang Polri

Posted: 4 November 2009 in Hukum

Pernyataan Kadivhumas Mabes Polri Irjen. Nanan Soekarna tentang kekerasan oleh polisi saat pemeriksaan membuat kaget. Kadivhumas menyatakan, kekerasan dengan cara digebuki saat pemeriksaan bukan zamannya lagi. Tentu hal ini sangat menggembirakan. Upaya reformasi ditubuh Polri terkait hak asasi manusia menuai kemajuan berarti. Layak untuk diapresiasi untuk hal ini.

Tak cukup berhenti disini saja. Tiba-tiba tanpa disengaja teringat laporan Amnesty International tentang kinerja kepolisian. Mereka meneliti aparat penegak hukum ini pada periode 2008-2009 dan dirilis Juni lalu. Rasa ingin tahu isi laporan itu tak terbendung lagi dan diwujudkan dengan mengunduhnya. Sekedar ingin mencocokan pernyataan Kadivhumas yang dilansir detik.com (4/11) itu dengan laporan yang berjudul : “URUSAN YANG BELUM SELESAI: AKUNTABILITAS POLISI DI
INDONESIA.”

Alangkah terkejutnya ketika membaca laporan eksekutif lembaga HAM itu. Pernyataan Irjen. Nanan Soekarna ternyata bertolak belakang dengan laporan Amnesty International akibat tindakan oknum-oknum tak bertanggungjawab. Tak hanya itu saja, banyak hal diungkap dalam laporan itu, termasuk korupsi . Singkat saja, berikut ringkasan item-item pelanggaran oleh polisi dalam Laporan Amnesty International :
1. Penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan polisi termasuk penggunaan kekuatan berlebihan yang kadang kala menyebabkan adanya penembakan yang mematikan
2. Banyak korban pelanggaran HAM, yang diwawancarai Amnesty International di bulan Juni- Agustus 2008 di Jakarta dan Jawa Barat, ditangkap dengan tuduhan pencurian ataukepemilikan narkoba dan dijadikan sasaran penyiksaan atau perlakuan buruk lain selama penangkapan, interogasi dan penahanan.
3. sistem pemerasan dan penyuapan menjadiciri penahanan polisi.
4. Para perempuan pekerja seks khususnya berisiko menghadapi kekerasan berbasis gender termasuk pelecehan dan serangan seksual oleh petugas polisi.
5. Pelanggaran oleh polisi muncul dalam situasi saat para tersangka tidak memiliki akses ke pengamanan hukum yang memadai selama masa penahanan dan interogasi
6. Pelanggaran-pelanggaran ini menunjuk kepada terus berlangsungnya masalah korupsi dalam dinas kepolisian yang didorong sebagian oleh kebutuhan mereka mendapat sumber tambahan.

Amnesty International tak hanya melaporkan pelanggaran oleh Polisi. Mereka juga memberikan rekomendasi kepada pihak kepolisian agar berbenah diri. Lebih menghormati HAM dan akuntabel dalam setiap tindakannya. Tentu saja, semua pihak pasti ingin agar Polri lebih baik ke depannya. Laporan Amnesty International tersebut selengkapnya dapat diunduh di link ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s