Babak Baru Cicak Vs Buaya

Posted: 31 Oktober 2009 in Hukum

Banyak umpatan kembali terlontar dan tak kunjung berhenti, malah semakin ramai. Tak luput pula ajakan untuk mendukung juga gencar tersebar. Polemik semakin menjadi setelah beberapa saat sempat “terhenti”. Perang cicak versus buaya memanas kembali setelah hotel prodeo “menyambut” dua orang pimpinan non-aktif Komisi Pemberantasan korupsi (KPK). Setelah Presiden mengumumkan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Polemik yang sempat memanas sebelum pengumuman menteri KIB II kembali hadir ke permukaan. Polri kembali menggulirkan bola panas lagi dengan menahan Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah. Namun, ada keganjilan dibalik penahanan kedua pimpinan non-aktif KPK sekarang. Mengapa tindakan itu diambil setelah pengumuman susunan KIB II, bukan sebelumnya?

Pertanyaan di atas sangat mudah untuk dijawab, prosedur hukum belum memadai saat itu. Jawaban tersebut memang absah untuk bergulir. Rentetan peristiwa yang terjadi sebelum Polri meresmikan penahanan bagi mereka berdua dapat jadi rujukan. Mulai terkait alasan penetapan jadi tersangka sampai adanya isu rekaman pembicaraan. Lebih gila lagi, alasan Polri menahan mereka: agar tidak menggalang opini publik dan mengadakan jumpa pers. (Berikut kronologinya)

Alasan penetapan tersangka dan penahanan yang oleh banyak pihak dinilai mengada-ada memunculkan opini bermacam-macam. Tentu saja, opini yang mengecam tindakan Polri. Polri seakan-akan (dituduh) merekayasa proses hukum tersebut karena minimnya alasan penguat mereka (lihat tulisan sebelumnya, “Bukan David Vs Goliath”). Ditambah lagi dengan adanya rekaman percakapan yang disinyalir erat dengan langkah hukum Polri. Tak pelak, opini kriminalisasi KPK karena melaksanakan tugas sesuai dengan UU No. 30/2002 tentang KPK menguat.

Telaah lebih dalam terhadap masalah ini akan menemukan konteksnya. Opini adanya upaya kriminalisasi tersebut cukup kuat dalam konteks kekinian. Kasus Bank Century yang patut diduga merugikan keuangan negara senilai 6,7 triliun rupiah dapat jadi rujukan. Langkah KPK yang berusaha menangani kasus tersebut dapat jadi pijakan. Banyaknya pejabat-pejabat teras yang patut diduga terlibat didalamnya merupakan landasan mengapa Polri mengambil tindakan tersebut.

Disamping itu, pejabat tinggi di Polri juga disebut-sebut dalam kasus itu. Tentu saja, dengan alasan yang kurang memadai dan kompleksnya permasalahan Bank Century menguatkan opini kriminalisasi terhadap KPK. Apalagi, tuduhan penerimaan suap oleh kedua pimpinan KPK juga tak menemukan bukti memadai. Semakin lengkap saja perihal sengkarut masalah ini. Lebih kompleks lagi bila mengaitkannya dengan Anggoro Widjojo yang sekarang jadi pembicaraan luas.

Tindakan Polri menahan dua pimpinan KPK melahirkan gelombang protes dari masyarakat. banyak tokoh negara yang bersimpati terhadap lembaga anti-korupsi ini. Masyarakat tak tinggal diam saja dengan keadaan ini. Gerakan mendukung dua pimpinan KPK meluas. Salah satunya di situs pertemanan facebook yang anggotanya berkembang sangat pesat. Andai saja ini pertandingan tinju, bisa dikatakan, Polri kena hook kiri dan kanan bertubi-tubi. Itu sudah jadi resiko mereka.

Mengenai rekaman percakapan yang dimiliki KPK, sangat menarik bila bukti tersebut dibuka di pengadilan. Tentu saja, banyak pihak menanti bagaimana sesungguhnya isi rekaman itu. Bila benar-benar berisi rekayasa kriminalisasi KPK, hal ini sangat menggelikan. Polri memang sedang bermain-main dengan masyarakat Indonesia. Bila hal itu tak terbukti, Polri bukan bebas melenggang saja. Mereka harus memunyai alasan kuat pemidanaan dua pimpinan KPK. Bukan sekedar karena alasan penyalahgunaan karena menyadap dan jumpa pers yang mengada-ada itu. Bila tidak, barangkaili mereka tinggal tunggu waktu saja untuk “dihakimi”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s