Kabinet Apologia: Menunggu Detik-Detik “Reshuffle”

Posted: 22 Oktober 2009 in Politik

Didiklah rakyat dengan organisasi, dan didiklah penguasa dengan perlawanan –Pramoedya Ananta Toer, Jejak Langkah-

Susunan kabinet pemerintahan baru ternyata mudah sekali ditebak siapa-siapa saja yang akan duduk di pos menteri. Seleksi yang dilakukan presiden beberapa waktu lalu pada dasarnya bisa dikatakan hanya formalitas belaka. Para menteri yang dipanggil untuk seleksi pada dasarnya sudah bisa dipastikan menduduki jabatannya tanpa harus bersaing dengan lainnya. Dugaan ini muncul karena presiden hanya memanggil satu orang saja untuk satu pos menteri dan hal itu terbukti kebenarannya.

Pengumuman susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II oleh Presiden pada Rabu 21 Oktober 2009 pukul 22.05 WIB sebenarnya tak menyajikan kejutan apa pun. Tidak membuat orang-orang yang menyaksikan di layar kaca turut merasakan ketegangan selayaknya pemerintahan-pemerintahan dulu ketika mengumumkan susunan kabinetnya. Teka-teki siapa menteri di satu departemen pada dasarnya sudah terjawab sebelumnya, tampak jelas dengan mata telanjang. Hanya ada satu atau dua saja kejutan yang mengagetkan karena sang menteri sebelumnya tak dipanggil untuk mengikuti seleksi.

Kejutan susunan KIB II ini hanya pada kompetensi personal yang dimiliki oleh sang menteri terkait jabatan yang hendak diembannya. Banyak departemen yang diisi oleh menteri dan kapasitas serta kapabilitasnya sebenarnya bukan pada posisi itu. Banyak didasari alasan politis, terutama pembagian “kue” kekuasaan sesama koalisi. Apologia tentang hal ini pun banyak mencuat. Mulai dari adanya reshuffle bila tak bekerja maksimal saat 100 hari pertama atau alasan klasik, belajar sambil berjalan. Membuat semakin tak menentu kondisi negeri ini bilamana semuanya hanya atas dasar coba-coba belaka.

Kejanggalan susunan KIB II tampak jelas dari rekam jejak para menteri yang semalam diumumkan itu. Salah satu contoh nyata adalah pos Menteri Kesehatan. Presiden Yudhoyono menunjuk Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai pengganti Siti Fadillah Supari. Doktor lulusan Harvard University ini, menurut Menkes sebelumnya, merupakan orang yang paling dekat dengan Namru. Memiliki akses luas untuk masuk atau keluar Namru. Menkes Fadillah Supari juga pernah memutasi yang bersangkutan. Menurut status salah satu teman di facebook, Menkes mengambil tindakan tersebut karena Endang Rahayu Sedyaningsih diduga menyelundupkan virus H5N1 ke luar negeri.

Jabatan Menkes hanya salah satu “masalah” yang harus siap dihadapi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Tak luput pula untuk posisi lainnya, banyak pos yang diisi bukan oleh orang yang memunyai kompetensi dibidangnya. Salah satunyaa adalah penunjukan Hatta Radjasa sebagai Menko Perekonomian. Sangat kontras dengan latar belakang teknik yang dimiliki lulusan ITB ini. Posisi Menhan juga menandakan sebuah permasalahan tersendiri. Purnomo Yusgiantoro yang banyak berkecimpung dibidang energi ditunjuk sebagai pengganti Juwono Sudharsono. Banyak perspektif bisa digunakan untuk melihat mengapa mantan Menteri ESDM ini ditunjuk sebagai Menhan.

Itu hanya segelintir permasalahan saja. Tentunya, masih banyak lagi teka-teki yang ada didalamnya. Kita akhirnya disuguhi dua opsi sikap terhadap pemerintahan saat ini. Maju sebagai kelompok “pro” atau memilih untuk berposisi “kontra” terhadap susunan KIB II, bahkan pemerintahan baru saat ini. Bukan hanya sekedar menunjukan sikap tak tegas dalam melihat sesuatu selayaknya beberapa partai politik yang masih enggan untuk mengatakan sebagai oposisi secara tegas.

Inilah susunan KIB II yang telah diumumkan Presiden secara resmi pada Rabu, 21 Oktober 2009 pukul 22.05 WIB, berikut biodata singkat masing-masing menteri di link ini.

1. Menko Politik, Hukum, dan Keamana: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Radjasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
13. Menteri Pertanian: Suswono
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan
29. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Pejabat Negara:
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan

Komentar
  1. Rumah Dijual mengatakan:

    Akhirnya, SBY mengumumkan juga para pembantu alias mentrinya. Kebanyakan muka-muka baru yang mudah-mudahan bisa membawa angin perubahan dalam pemerintahan SBY lima tahun mendatang. Tapi ada juga yang hanya pindah markas alias beralih menjadi menteri di lain departemen.

    Sebagai rakyat Indonesia, saya hanya berharap semua yang diangkat menjadi menteri dapat berlaku amanah dan bekerja dengan profesionalitas. Seluruh elemen bangsa ini menunggu kerja nyata anda sekalian dalam memajukan dan mensejahterakan Indonesia.
    Dijual Rumah</a

    • arief setiawan mengatakan:

      Pasti semuanya berharap seperti itu. Mereka bisa bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing, dan patuh terhadap konstitusi serta rakyat….

  2. Kartika Mayang Sari mengatakan:

    Selamat bagi para mentri yang terpilih
    Semoga bisa mengemban amanat negara dengan baik
    Semoga Indonesia menjadi lebih baik ke depan

    • arief setiawan mengatakan:

      Semoga bisa bertugas dengan baik dan mengemban amanat negara. Tak ada harapan agar reshuffle terjadi. Bila terjadi, bisa menandakan ada sesuatu dibaliknya, kecuali bila karena alasan politis….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s