Pagi Untuk Presiden

Posted: 20 Oktober 2009 in Politik
Tag:, , , , , ,

Makan nasi aking (Sumber: www.kompas.com)

Makan nasi aking (Sumber: http://www.kompas.com)

Jakarta pagi ini sungguh beda dengan hari-hari sebelumnya diwaktu yang sama. Jakarta pagi ini tak ubahnya deretan kendaraan yang memadati jalanan di satu titik. Kemacetan terjadi di titik-titik yang menghubungkan dengan sekitar gedung DPR/MPR. Pengalihan kendaraan terjadi untuk menyambut Jakarta hari ini.

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Itulah alasan mengapa pengalihan kendaraan terjadi. Semua jalanan yang melintasi sekitar gedung DPR/MPR untuk hari ini ditutup oleh aparat keamanan. Jalan Gatot Subroto di depan gedung DPR/MPR dan beberapa ruas jalan lain disekitarnya ditutup. Tak pelak, beberapa ruas jalan pun padat sehingga kemacetan tidak dapat dihindarkan.

Merambat dengan penuh kesabaran harus jadi perilaku pagi ini. Jalan Pakubuwono yang biasanya lancar saat pagi berubah penuh dengan kendaraan. Semuanya berebut mencari celah agar bisa dapat segera mencapai tujuan. Jembatan Semanggi pun padat. Daerah depan pasar Bendungan Hilir pun macet yang tak seperti biasanya. Pertigaan di pasar itu diberi tanda, ”ke arah Slipi.”

Fiuhhh…Cukup melelahkan juga melihat Jakarta pagi ini. Gara-gara ada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden banyak hal yang harus dikorbankan oleh masyarakat. Dengan terpaksa harus menikmati kemacetan yang tak biasanya terjadi. Seorang perempuan paruh baya tampak gelisah menunggu kendaraan umum yang biasanya lewat. ”Biasanya kalau jam segini tak semacet ini,” gerutunya.

Ditengah kemacetan tampak sekali wajah-wajah penuh gelisah orang-orang didalam kendaraan umum. Suhu yang lumayan tinggi membuat mereka harus berkipas-kipas ria. Entah jam berapa bisa sampai di tempat tujuan. Begitu pula orang-orang yang sedang mengendarai mobil pribadi. Kegelisahan juga tampak jelas pada air muka mereka karena macet akibat pengalihan ruas jalan disekitar gedung DPR/MPR.

Jakarta pagi ini menyambut dengan muka muram. Muka dengan penuh asap knalpot kendaraan di satu titik. Penumpukan kenadaraan terjadi. Demi lancarnya pelantikan sang Presiden dan Wakil Presiden, jalanan ”dibuat” macet. Tak tahu lagi mereka-mereka yang tiap hari harus melintasi jalan disekitar lokasi pelantikan. Barangkali mereka harus memutar lebih jauh lagi agar bisa sampai di tempat tujuan.

Selamat pagi semua. Selamat pagi Jakarta untuk macetmu. Selamat pagi juga untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Aku akan menyambutmu dengan tak diam saja. Aku menyambutmu dengan menagih hutang-hutangmu pada kami.

Jakarta, 20 Oktober 2009
Pada suatu pagi…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s