Sepatu

Posted: 4 Oktober 2009 in Arbiter

Sepatu. Barang ini dahulu jarang ku sentuh untuk memakainya. Hampir tak pernah kurasakan “penderitaan” memakainya tatkala sedang studi di Surabaya. Sandal jadi primadona dengan memakainya tiap hari. Jadi busana wajib dikala sedang melakukan berbagai aktivitas.

Awalnya sepatu jadi bagian dari diriku. Seminggu pertama merasakan bangku kuliah senatiasa melekat. Namun, ternyata tak bertahan lama. Banting stir gunakan sandal untuk kegiatan sehari-hari.

Kegetiran dengan alas kaki ini pernah kurasakan. Pada suatu waktu, hujan turun sehingga memaksaku memakai sepatu karena seorang sahabat butuh sandal yang ku kenakan. Tentu saja tak keberatan dengan ini. Namun, dugaanku salah besar. Sepatu membuatku tak konsen karena seisi kelas terheran-heran dengan barang yang ku kenakan ini karena, mungkin, baru pertama kali mengenakannya.

Suatu saat ketika kelas dimulai, seorang dosen menghampiri. Kami berbicang dengan berbisik tentang sepatu. Membicarakan alas kaki ini panjang lebar. Juga masa lalunya dengan penutup kaki ini. “Nikmati saja selagi mahasiswa. Nanti kau tak akan dapat mengulanginya karena tuntutan tanggung jawab,” ujar dosen itu kepadaku.

Aku hanya mengiyakan saja. Memang suatu saat aku akan melakukannya, entah kapan itu terjadi. Saat itu kusadari, hampir pasti tak bisa mengelaknya. Sepatu akan jadi bagian tak terpisah dalam mengisi hari-hariku.

Setelah sekian lama perbincangan itu, dunia lain harus dihadapi dengan pasti. Tak bisa menolak untuk mengenakan alas kaki ini. Hanya ada pilihan tunggal agar senantiasa memakainya setiap saat tatkala mengisi hari demi hari.

Memori lama muncul kembali. Aku pun langsung teringat dengan perkataan dosen soal sandal dan sepatu. Benar adanya, aku tak akan bisa menolak di masa depan. Kesadaran memori masa lalu menggugah untuk mengenangnya kembali. Apa yang dikatakan dosen saat kuliah dulu terbukti adanya. Aku tak bisa mengelaknya.

Jakarta, 7 Februari 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s