PULANG

Posted: 16 September 2009 in Arbiter

semeru-from-pronojiwoMatahari baru saja bangun ketika roda-roda bus melindas bumi Surabaya. Tak ada yang berbeda dengan pagi di tempat lainnya karena hangatnya sama dan memberi harapan kepada seisi bumi. Hanya kata takjub yang bisa diucap saat kota tujuan sudah mulai menampakkan diri diantara jejalan ingatan. Memunculkan kenangan hingga membuncah akan setiap inchi jalan yang dilindas itu.

 

 

Pagi nan cerah dan hawa dingin menyambut. Secangkir kopi menemani awalan saat kaki menginjak bumi Sawunggaling. Mengingatkan kembali kenangan yang sudah tertimbun diantara tumpukan peristiwa-peristiwa masa kini. Tiba-tiba hadir begitu saja memori itu meski tak pernah sengaja dipanggil. Tak lupa pula harapan tentang apa yang akan terjadi berikutnya saat menjalani hari.

 

 

Sifat nyata Surabaya mulai tampak dengan lantang. Kabut nan likang itu perlahan pasti hilang. Matahari pagi berubah menjelang pukul 09.00 WIB. Panas. Itulah yang bisa dikatakan untuknya, kota yang menamakan dirinya dengan nama “Kota Pahlawan” ini. Panasnya menembus setiap lapisan kulit beserta hawa panas yang menyertainya.

 

 

Menggenapi janji menjadi panggilan pertama dari kota ini karena sebelumnya telah disepakati. Randezvouz. Sebuah pertemuan ulangan yang hanya kami berdua ketahui, tanpa lainnya. Bercerita banyak hal tentang semua yang telah terjadi.Tentu saja terkait hal-hal yang sebelumnya telah dibicarakan. Namun, janji itu belum tuntas, dan itu akan selalu ku nanti untuk digenapi segera (terus semangat, jangan berhenti meski banyak rintangan!!!).

 

 

Menyisakan banyak kenangan kala gelap bersenandung. Perhelatan pernikahan itu membawa pada sebuah pertgemuan dramatis yang tak pernah digenapi hampir dua tahun lamanya. Melepas rindu dengan kawan lama pun terlaksana dengan banyak cerita tentang apa itu masa lalu. Banyak yang berubah, tapi kenangan masa lalu masih saja melekat. Ciri khas masing-masing tetap melekat membujur diantara tumpukan peristiwa masa kini.

 

 

Perhelatan itu membawa pada sebuah pertemuan antara masa lalu dan kini, tapi hanya kecil saja. Tak membawa dampak besar bagi siapa pun karena jumlahnya terbatas. Namun tetap saja, bisa jadi obat penawar rindu yang telah lama tak pernah kesampaian. Canda tawa terus menggema dengan segala macam “keanehan” yang tak pernah lekang. Apalagi bila menyangkut hal “sensitif” yang menghantui beberapa kawan. Sungguh gila, tak berubah sama sekali sedari dulu.

Surabaya dalam kenangan. Angkringan di depan kampus memanggil, berteriak keras menyapa, “ayo, kita bergabung!” Udara malam nan keras itu menaungi, tanpa pembatas, antara langit dan rambut di kepala. Cerita-cerita pun bermunculan silih berganti hingga hari berganti. Tak peduli hari berganti, cerita jalan terus tak ada kata bersambung didalamnya. Hanya ketahanan tubuh saja yang menjadi pembatas untuk diakhiri atau tidak.

 

 

Cerita yang muncul tak hanya tentang aktivitas masing-masing. Aroma-aroma “pemberontakan” masih tercium keras dengan diskusi-diskusi. Semakin keras saja bagi ingatan untuk kembali pada mindset awal sebelum semuanya ditinggalkan. Ternyata, banyak permasalahan yang terus menguntit, baik skala lokal maupun yang lebih luas lagi. Hari pun berganti dan pagi menjemput tapi mata ini enggan untuk beristirahat sejenak.

 

 

Pulang. Meninggalkan memori cukup mendalam. Pertemuan dengan seorang kawan yang sangat singkat itu sungguh membahagiakan. Selama empat tahun, wajahnya tak pernah muncul, hilang begitu saja. Pertemuan singkat itu mengakhiri semuanya, kehampaan selama bertahun-tahun itu. Luar biasa, semoga dapat berlanjut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s