LUMAJANG KOTA PERMAI

Posted: 16 September 2009 in Arbiter

Kabupaten_Lumajang_SealMendengar kata Lumajang, banyak orang yang tak mengenal Kabupaten di Jawa Timur ini. Mungkin karena berstatus kota kecil ini sehingga namanya sangat asing ditelinga orang. Bisa-bisa di peta Indonesia tak tertera, bahkan mungkin Jawa Timur juga! (malangnya nasibmu…). Setiap orang yang bertemu pertama kali denganku selalu mengatakan, “Lumajang itu dimana?” Huh…mang di peta ga tercantum, adanya cuma di peta Kabupaten Lumajang sendiri:(

Lumajang. Orang hanya tahu bila nama gunung tertinggi di Pulau Jawa (Semeru) disebut. Lumajang seringkali “terkenal” tatkala puncak mahameru dengan kawah jonggring saloka-nya sedang mengamuk. Mengucurkan lahar dan lava yang hampir tiap tahun terjadi. Selain itu, Lumajang bersembunyi di balik tabir ketenangan kota tanpa hiruk-pikuk manusia yang cepat.

Matahari tenggelam dan masuk ke peraduannya. Begitu pula kota ini. Juga tidur lelap bersama ketenangan. Bila ingin kuasai jalanan, jelajahi saja karena tak akan banyak yang menyambutmu. Jalanan hanya milikmu saat malam menjelang. Lalu-lalang kendaraan barang langka, hanya terpusat di kota saja.

Melintasi jalanan Lumajang, sejauh mata memandang, hanya akan disuguhi hijaunya sawah. Pabrik dalam skala besar di Kota ini hanya satu. Sisanya berbentuk UKM yang tersebar hingga pelosok. Mall? Jangan ke kota ini bila inginkan itu. Percuma, tak akan menemukannya meski empat penjuru mata angin ditelusur hingga tak ada satu sudut pun yang tersisa. Hanya ketenangan dan hijaunya daun yang ada.

Alam nan hijau dan sederhana jadi panorama. Apalagi bila menuju Ranu Pane, desa tertinggi di Pulau Jawa. Sepanjang lintasan, hutan belantara nan menawan menyambut dengan riang. Menyisir Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru pasti dilakukan. Jalanan membelah taman nasional itu untuk menuju kampung tertinggi tersebut. Juga segitiga Ranu yang berada di wilayah sebelah utara yang merupakan hasil erupsi gunung berapi beberapa ratus tahun silam.

Lumajang kota pisang. Hanya buah tersebut yang jadi ikon kota berbentuk mangkok ini. Ukuran “super” dan khas pisang agung ini membuat ketidakpercayaan muncul. Apalagi kalau bukan karena ukurannya yang jumbo dan khas ini. Sungguh permai nian alamnya meski jauh dari riuh-rendah keramaian kota.

Dibalik ketenangan kota kecil ini, sejarah telah mencatat hal kontras dengan keadaan sekarang. Ketenangannya ternyata menyimpan sejarah panjang pemberontakan paling menakutkan saat zaman Majapahit. Siapa tak kenal pemberontakan Nambi yang hampir saja meruntuhkan kerajaan nusantara ini. Ternyata darah pemberontak bersemayam didalamnya. Sekarang, darah itu sedikit demi sedikit memudar. Mungkin, sudah terlalu lelah untuk memberontak karena dulu sudah mati-matian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s