Pandemi virus A-H1N1 yang sekarang sudah merambah Indonesia berarti semakin menambah daftar panjang persebaran penyakit itu. Keberadaan manusia pun terancam dengan wabah yang awalnya berasal dari Meksiko ini dan menyebar ke seluruh belahan bumi lainnya. Persebarannya melebihi jenis flu lainnya yang pernah menggoncang tanah air, flu burung (avian influenza).

Ancaman terhadap manusia oleh virus A-H1N1 sudah bersifat nyata dan tak dapat dipungkiri lagi. Hal ini terbukti dengan jumlah korban meninggal akibat virus ini dan luasnya persebaran dampak yang diakibatkannya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) pun telah memberikan peringatan khusus terhadap ancaman terhadap manusia ini. WHO menjadikan pandemi virus A-H1N1 sebagai bagian dari Global Alert and Response (GAR) pada level 6.

Status GAR pada level 6 tentu saja berimplikasi secara menyeluruh bagi semua negara. Dalam hal ini, status demikian menandakan bahwa pandemi sedang terjadi di seluruh dunia dan semua negara dalam keadaan kejadian luar biasa (KLB) akibat virus A-H1N1. Status KLB ini secara otomatis melekat tanpa harus menunggu pernyataan resmi pemerintah suatu negara.

Pandemi Global

Persebaran yang luas dengan akselerasi tinggi penyakit ini menambah daftar panjang negara-negara pandemi virus A-H1N1. Berdasarkan catatan WHO, untuk periode 6-22 Juli 2009, sebanyak 21 negara mengonfirmasi untuk pertama kalinya mengalami pandemi. Negara-negara tersebut tersebar di semua benua sehingga semakin memperluas cakupannya.

Disamping cakupan persebaran cukup luas dan tingkat penularan yang tinggi, korban dari virus A-H1N1 ini juga cukup banyak. WHO dalam hal ini mencatat (per 27 Juli 2009), sebanyak 134.503 kasus di seluruh dunia dilaporkan terjadi. Sedangkan korban meninggal berjumlah 816 jiwa dengan jumlah terbesar di kawasan Amerika sebanyak 707 jiwa.

Tingginya kecepatan persebaran dan dampak yang diakibatkan oleh virus A-H1N1 dapat ditelisik dari laporan WHO sebulan silam. Catatan WHO per 26 Juni 2006 menunjukan, sebanyak 59.814 kasus terjadi akibat virus ini dengan jumlah korban meninggal berjumlah 263 jiwa. Angka yang cukup fantastis bila dilihat dari tingkat kecepatan jumlah kasus dan korban jiwa selama Juni-Juli 2009. Dalam satu bulan tersebut terjadi kenaikan kasus lebih dari 100 persen. Namun, sangat mencengangkan, korban jiwa akibat infeksi swine virus ini naik lebih dari 300 persen dalam kurun Juni-Juli tersebut.

Indonesia dalam hal ini juga tak luput dari masalah penyebaran virus A-H1N1. Virus yang sempat dikatakan Menteri Kesehatan akan sulit bertahan di daerah tropis ini ternyata tak seperti dugaan awal. Kasus infeksi virus influenza ini pun tak bisa ditolak lagi, menginfeksi beberapa penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan per 1 Agustus kemarin, sebanyak 520 orang WNI dinyatakan positif terinfeksi virus A-H1N1. Mereka tersebar di 16 propinsi di seluruh Indonesia.

Situasi pandemi seluruh dunia ini menyebabkan banyak aspek kehidupan terganggu. Begitu pula manusia, juga mengalami ancaman akibat penyebaran virus ini. Dalam hal ini, kesehatan sebagai public goods sedang mengalami “serangan” secara eksternal. Aksi-aksi global untuk menanggulangi masalah ini perlu mendapat perhatian segera. Akses-akses kesehatan kepada semua lapisan masyarakat perlu ditingkatkan agar ancaman virus A-H1N1 ini tak timbulkan korban lebih banyak lagi.

Tak cukup hanya melibatkan tataran negara saja. Masyarakat internasional juga perlu mendapatkan suatu penjelasan memadai mengenai penanganan dampaknya. Kearifan lokal masyarakat perlu juga mendapatkan tempat dalam upaya pencegahan agar semua pihak dapat berpartisipasi aktif dengan cara mereka sendiri.

Sekuritisasi

Luasnya persebaran virus A-H1N1 dan dampak yang ditimbulkannya memerlukan sebuah langkah khusus. Suatu langkah yang tak hanya dilakukan oleh satu atau beberapa negara saja. Semua pihak perlu memebentuk suatu koalisi besar melindungi keamanan manusia dalam wujud aksi global yang massif dan terorganisir.

Untuk menuju ke arah lebih jauh terkait upaya pencegahan, langkah radikal perlu ditempuh. Radikalisasi tersebut terkait soal sekuritisasi pandemi virus A-H1N1 sebagai suatu ancaman bagi keamanan. Tentu saja, bukan dalam konteks keamanan tradisional dengan pendekatan militer, melainkan dengan kerangka pendekatan kemanusiaan, melindungi keberadaan manusia. Melampaui konsepsi hak asasi manusia guna kepentingan perlindungan terhadap eksistensi manusia. Bagaimana melindungi kesehatan sebagai public goods sehingga bisa dinikmati semua pihak.

Sekuritisasi terhadap ancaman virus A-H1N1 ini merupakan langkah untuk “menghadang” jatuhnya korban jiwa yang lebih besar lagi. Semua elemen perlu dilibatkan dalam “perang” global melawan influenza ini. Langkah radikal ini perlu diambil agar kepentingan bersama dan individual bisa terpenuhi, serta untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Meski demikian, langkah radikal ini bukan berarti mengarahkan suatu pendegradasian kedaulatan negara-bangsa. Aksi global melawan virus A-H1N1 tetap dilaksanakan dalam lanskap lokal, tapi gerakannya bersifat luas dan menyeluruh. Negara-bangsa tetap menjadi pihak yang memastikan adanya upayanya nyata menanggulangi penyebaran virus ini.

Aspek keamanan manusia (human security) dalam “perang” global tersebut merupakan inti atau core dari selurung langkah yang ditempuh. Karena itu, sekuritisasi persoalan ini menjadi sangat penting. Sekuritisasi tersebut menyangkut penggunaan kerjasama dalam skala global untuk menanggulanginya.

Disamping itu, agenda sekuritisasi pandemi ini juga memerlukan suatu pola relasi (komunikasi) yang jelas. Dalam artian, masyarakat secara keseluruhan harus mendapatkan informasi yang cukup mengenai tentang apa itu virus A-H1N1. Tak lupa pula cara penanggulangannya apabila terjangkiti virus tersebut. Tanpa sekuritisasi, manusia yang tinggal di bumi dapat kehilangan kehidupan mereka dan menimbulkan degradasi terhadap kemanusiaan.

September 2009

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s