Setelah Ruyati dihukum mati di Arab Saudi, protes keras atas hukuman tersebut bermunculan dari berbagai tempat. Begitu pula ketika WNI di negara-negara lainnya terkena hukuman serupa (mati), kita semua bersatu menuntut agar pemerintah berusaha keras membebaskannya. Setidaknya, terpidana tidak dihukum mati. Namun, pernahkah ada protes atas pelaksanaan hukuman mati di tanah air segempita ketika WNI [...]
Arsip untuk ‘Sosial-Budaya’ Kategori
Hukuman Mati
Posted: 12 Maret 2012 in Sosial-BudayaTag:dualisme, hukuman, hukuman mati, konsistensi, koruptor, locus delicti, mati, narkoba, pedagang, sikap, WNI
Pesan Damai Hari Perempuan Sedunia
Posted: 12 Maret 2012 in Sosial-BudayaTag:benjamin netanyahu, damai, hari, hari libur nasional, internasional, perang, perdamaian dunia, Perempuan, pesan, roti, rusia
Banyak perempuan Rusia menenteng seikat mawar di jalanan Moskow sejak tiga hari terakhir. Mereka sedang merayakan sesuatu tonggak sejarah bagi kaumnya, hari perempuan sedunia yang diperingati tiap 8 Maret. Pesan perdamaian tampak kentara dalam perayaan tahunan yang selalu jadi hari libur nasional negeri beruang merah ini. Apa yang terjadi di Rusia pada 8 Maret 1917 [...]
Bahasa Menciptakan Bangsa: Indonesia
Posted: 4 Januari 2012 in Sosial-BudayaTag:bahasa, Bangsa, Indonesia, kemendag, mendag, toefl
Ketika membaca berita tentang adanya kebijakan nilai TOEFL 600 bagi pegawai Kementerian Perdagangan (Kemdag), saya langsung teringat percakapan ringan dengan kawan dari Guatemala. Percakapan yang sangat penting dan bersumbu sangat dalam bagi saya sebagai anak Indonesia. Sangat emosional dan sentimentil sekali. Percakapan tentang sejarah kolonialisme di negara masing-masing dikaitkan dengan penggunaan bahasa nasional. Pertanyaan kawan [...]
Lagu Darah Rakyat cukup terkenal pada masa revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Sebulan setelah proklamasi, 19 September 1945, lagu ini dinyanyikan dalam “demonstrasi” di Lapangan Ikada (kini Lapangan Monas, Jakarta). (Youtube.com)
Hilang 7 Tahun, Bocah Tsunami Jadi Pengemis
Posted: 24 Desember 2011 in Sosial-BudayaTag:7 tahun, aceh, anak, Korban, pengemis, Tsunami
7 tahun hilang bersama tsunami, Wati kini kembali pulang. Inilah kisah si bocah tsunami. VIVAnews – Meri Yulanda alias Wati, bocah yang menghilang tujuh tahun silam saat tsunami menghantam desanya di Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, ternyata dijadikan pengemis setelah dipingit oleh seorang janda di Banda Aceh. Wati yang sekarang telah berusia 14 [...]
Bagi sebagian besar orang Indonesia, peci atau kopiah bukanlah hal istimewa. Penutup kepala ini sangat familiar dan banyak ditemui di berbagi tempat. Namun, di belahan bumi lainnya, kopiah bukanlah sesuatu yang biasa. Keberadaannya memunyai makna tersendiri dan penegas ketokohan sesorang. Mereka yang mengenakannya disebut menyerupai sosok besar bagi Bangsa Indonesia. “You like Sukarno,” ujar lelaki [...]
Harjalu ke-756: Sejarah Bukan “Barang” Mati
Posted: 1 Desember 2011 in Arbiter, Sosial-BudayaTag:756, candi agung, Harjalu, lumajang, meriah, sejarah, situs biting, ulang tahun
Tinggal 15 hari lagi Kabupaten Lumajang merayakan hari jadinya ke-756. Usia yang tak bisa dipandang muda lagi. Sebagai sebuah kota, umur tersebut menunjukkan kompleksitas dinamika kehidupan sosial di Lumajang. Beragam peristiwa telah dilampaui yang menjadikan perjalanan Lumajang semakin beragam dan penuh dengan romantika. Masa lalu lah yang menjadikan Lumajang seperti saat ini, bukan akibat proses [...]












