Arsip untuk ‘Puisi’ Kategori

Sejumput Rahasia

Posted: 24 November 2011 in Puisi

Saat semua orang terlelap, kita terlalu asyik menambatkan rindu Hanya malam sunyi dan wingit yang menghiasi Membuat sajaknya sendiri tentang aku dan kau Kisah hidup yang tak akan pernah mati Semua berjejer menunggu nasib Semua bergegas menjerat asa Semua pergi dengan penuh kepercayaan Hanya satu yang tak bisa dibawa, rindu Lambaian tangan itu bukanlah petanda [...]

Sama Rasa dan Sama Rata Sair inillah dari pendjara, Waktoe kami baroe dihoekoemnja, Di-Weltevreden tempat tinggalnja, Doea belas boelan poenja lama, Ini boekan sair Indie Weerbaar, Sair mana jang bisa mengantar, Dalam boei jang tidak sebentar, Membikin hatinja orang gentar, Kami bersair boekan krontjongan, Seperti si orang pelantjongan, Mondar mandir kebingoengan, Jaitoe pemoeda Semarangan, Doeloe [...]

Kumpulan Puisi Wiji Thukul

Posted: 4 Agustus 2011 in Puisi
Tag:, ,

ISTIRAHATLAH KATA-KATA istirahatlah kata-kata jangan menyembur-nyembur orang-orang bisu kembalilah ke dalam rahim segala tangis dan kebusukan dalam sunyi yang mengiris tempat orang-orang mengingkari menahan ucapannya sendiri tidurlah kata-kata kita bangkit nanti menghimpun tuntutan-tuntutan yang miskin papa dan dihancurkan nanti kita akan mengucapkan bersama tindakan bikin perhitungan tak bisa lagi ditahan-tahan Solo, Sorogenen, 12 Agustus 1988

Sastra hidup dalam keterombang-ambingan dunia Sastra juga hidup dalam setiap kata yang terucap Tiap kata punya makna dan sejarah semuanya terhampar untuk ditafsirkan Tak hanya sastra, semua yang mengandung kata Mereka hidup untuk diketahui Baik-buruknya dunia bisa tampak jelas Tergantung, apakah hendak diucap atau tidak Ingin seluruh dunia tahu atau hanya menyimpannya Kehidupan tak akan [...]

Si Jamin Memperingati 17 Agustus

Posted: 18 Agustus 2010 in Puisi

Jamin oleh tetangga disebut rakyat biasa tidak punya apa-apa merasa ikut punya Indonesia ia menyambut 17 Agustus 1982 Karena rakyat biasa ia tidak berkuasa terhadap dirinya pun sangsi apakah berkuasa ia tidak mampu menguasai rasa laparnya tidak mampu menolak diri bakal mati apalagi soal sumber ekonomi

Pembakar Buku

Posted: 20 Mei 2010 in Puisi
Tag:, ,

Oleh: Rama Prabu Buku, musuhnya api Buku, musuhnya rayap Buku, musuhnya lembab Buku, musuhnya sebab Buku, musuhnya musabab Buku, musuhnya profesor anti buku Buku, musuhnya agama satanic tujuh musuh, tujuh rupa tujuh jiwa, tujuh kuasa ini kunci mati! tapi, kemana kau bawa lari kerta-kertasku? padahal aku tetap rindu! kenapa kau bakar semua, padahal ada tapakku [...]

Aku tak tahu di mana aku akan mati Aku melihat samudera luas di pantai selatan ketika datang Ke sana dengan ayahku, untuk membuat garam ; Bila ku mati di tengah lautan, dan tubuhku dilempar ke air dalam, Ikan hiu berebutan datang ; Berenang mengelilingi mayatku, dan bertanya : “siapa antara kita akan melulur tubuh yang [...]