“Kliping” Tentang Lapindo

31 01 2010

Ini hanyalah “kliping” dari berbagai media massa yang terbit di Jawa Timur sejak semburan lumpur panas lapindo muncul pada Mei 2006 hingga Januari 2007. Kliping sederhana ini hanya sebuah rekaman atas pernyataan para pembuat kebijakan negeri ini maupun peristiwa yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Sangat sederhana sekali tapi semoga bisa membantu meskipun sedikit saja.

http://arieflmj.files.wordpress.com/2010/01/having-killed-the-histories-memories-and-expectations-the-peoples-with-their-land-by-lapindo.pdf





Melawan ACFTA: Presiden, Kami Tidak Cemas (3)

29 01 2010

Tak ada yang perlu dicemaskan dengan pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Tak usah resah dengan perdagangan bebas dengan konsepsi regionalism itu. China bukanlah momok yang harus ditakuti dengan industrinya yang tengah melesat dan mengguncang dunia. Perdagangan bebas juga bias menguntungkan Indonesia dengan memanfaatkan pangsa pasar yang ada di negeri tirai bambu itu.

“Bukan hanya China yang bisa ekspor barang-barang ke Indonesia. Kita juga bisa ekspor ke sana,” ujar Presiden Yudhoyono (Koran Tempo, 26/1).
baca selengkapnya…





Melawan ACFTA: Tak Ada yang Telanjur (2)

26 01 2010

Tulisan guru besar dari FEUI di Harian Kompas pekan lalu (22/1) yang berjudul “ACFTA Sudah Telanjur” cukup menggugah hati. Di situ dijelaskan tentang ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang sudah telanjur diberlakukan pada 1 Januari tahun ini. Tak ada pilihan lain bagi Indonesia selain melaksanakan seluruh poin perjanjian dengan segala keterbatasan yang ada. Indonesia harus membuka pasar seluas-luasnya sebagai implikasi dari perjanjian tersebut.

Artikel berbobot itu barangkali sah-sah saja bila dilihat dari kacamata ekonomi atau pencitraan (reputasi). Namun, dalam perspektif negara-bangsa, hal itu bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk dibatalkan. Terlepas didalam perjanjian tersebut terdapat poin yang mengatakan adanya peluang untuk renegosiasi. Untuk itu, Traktat Westphalia yang menjadi acuan utama negara modern harus ditelaah kembali, terutama pada poin tentang kedaulatan (sovereignty). Negara-bangsa adalah satu-satunya entitas yang memunyai legitimasi didalam wilayah yang menjadi yuridiksinya.
baca selengkapnya…





Pasar Bebas dan Kemiskinan Struktural

25 01 2010

Ini adalah tulisan lama tentang Pasar Bebas dan Kemiskinan Struktural. Sengaja tidak saya tampilkan secara langsung tapi harus diunduh dengan format ms word agar catatan kaki didalamnya tidak berubah. Supaya keterangan maupun sumber artikel bisa masuk.

Selengkapnya, lihat link berikut ini: http://arieflmj.files.wordpress.com/2010/01/pasar-bebas-dan-kemiskinan-struktural.doc





Liberalisasi Perdagangan Dunia, Ancaman Atau Tantangan Bagi Negara-Negara Dunia Ketiga?

25 01 2010

Para globalis dan lembaga-lembaga ekonomi dunia yang telah lama memperjuangkan terciptanya liberalisasi perdagangan dunia, menemukan suatu momen untuk “memaksakan” agenda globalisasi tersebut sebagai norma dalam pergaulan internasional. Momen tersebut mereka peroleh dengan ditandai dengan kesepakatan dalam konferensi WTO akhir Juli 2004 lalu, hal itu dipandang sebagai langkah maju untuk mencapai masyarakat dunia yang sejahtera. Asumsi ini dinyatakan oleh presiden WTO, memandang bahwa proteksi merupakan suatu hal yang tidak layak untuk diterapkan oleh suatu negara ( announcement effect). Hal ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi umat manusia karena mereka telah menemukan suatu kebebasan dalam berkreasi dengan melakukan perdagangan tanpa hambatan apapun, meskipun dari negara yang dianggap mempunyai hak monopoli dalam menentukan suatu kebijakan.
baca selengkapnya…